Info Sehat

5 Efek Samping Obat Penenang yang Harus Diketahui Sebelum Meminumnya

February 7, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Obat penenang memang cukup efektif untuk mengatasi beberapa gejala tertentu. Namun, penggunaannya benar-benar perlu diperhatikan. Sebab, ada efek samping obat penenang yang justru memperparah keadaan jika tak dikonsumsi dengan tepat.

Efek samping itu bisa terjadi dalam skala ringan hingga yang dapat memicu penurunan fungsi sejumlah organ. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang obat penenang

Obat penenang adalah obat-obatan yang masuk dalam golongan sedatif, berfungsi utama menurunkan respons tertentu pada tubuh untuk menciptakan ketenangan, rileks, dan sejenisnya.

Kebanyakan obat penenang bekerja pada reseptor di otak bernama GABA (gamma-Aminobutyric acid).

GABA sendiri adalah neurotransmiter yang mampu menghambat reaksi atau tanggapan yang bisa memunculkan rasa gelisah, cemas, stres, dan sejenisnya. Gejala-gejala inilah yang juga sering kali menyebabkan seseorang sulit tidur.

GABA membantu otak dalam menjaga aktivitas saraf agar tetap seimbang. Serta, ikut andil dalam menciptakan rasa kantuk dan rileks. Saat obat penenang bekerja memengaruhi GABA, otot-otot pemicu ketegangan mulai mengendur.

Dikutip dari Everyday Health, setidaknya ada dua jenis obat penenang yang sering diresepkan oleh dokter, yaitu:

  • Barbiturat: Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan kejang, seperti pentobarbital dan fenobarbital
  • Benzodiazepin: Obat yang dipakai untuk meringankan gangguan kecemasan, seperti alprazolam, diazepam, lorazepam, chlordiazepoxide, triazolam, oxazepam, dan clonazepam

Baca juga: Cara Mengatasi Kecanduan Obat Penenang seperti dalam Serial “The Queen’s Gambit”

Efek samping obat penenang

Hampir semua jenis obat penenang hanya bisa didapat dengan resep dokter. Sebab, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai psikotropika yang rawan disalahgunakan.

Jika tak sesuai dengan aturan minum, konsumsi obat penenang bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

1. Efek samping ringan

Konsumsi obat penenang bisa menyebabkan efek samping ringan yang biasanya berlangsung dalam jangka pendek. Beberapa gejala yang mungkin dirasakan adalah pusing, mengantuk, penurunan refleks terhadap sesuatu, dan gangguan penglihatan.

Orang yang baru pertama kali mengonsumsi obat penenang mungkin juga merasakan mual, sembelit, mulut kering, dan lemah otot. Efek samping ringan tersebut bisa mereda seiring berjalannya waktu. Meski, efek itu bisa berubah menjadi lebih parah jika tak diatasi dengan baik.

2. Hipotensi

Efek samping obat penenang yang jarang diketahui banyak orang adalah hipotensi atau kondisi saat tekanan darah menurun. Efek itu biasanya dihasilkan dari konsumsi obat penenang berjenis benzodiazepin, seperti diazepam dan midazolam.

Menurut sebuah penelitian pada 2013 yang terbit di World Journal of Gastrointestinal Endoscopy, obat penenang tertentu bisa memicu respons simpatis yang menekan aliran darah ke sistem kardiovaskular, termasuk jantung. Hasilnya, tekanan darah akan perlahan menurun.

3. Gangguan kognitif

Gangguan kognitif adalah efek samping obat penenang yang biasanya muncul dalam jangka panjang. Sering kali, orang yang mengonsumsinya tak menyadari ada gangguan ini di otaknya.

Konsumsi obat penenang berkelanjutan dapat mengganggu beberapa aspek yang ada di otak, memicu gejala seperti penurunan memori, daya tangkap yang lambat, sulit konsentrasi, mudah lupa, dan lainnya.

Dampak klinis dari perubahan kognitif ini mungkin tidak terasa signifikan pada kebanyakan pasien dalam hal fungsi sehari-hari. Meski, jika dibiarkan, keadaan tersebut bisa berangsur menjadi lebih berat.

4. Efek paradoks

Efek paradoks dapat terjadi ketika khasiat dari obat justru menunjukkan hasil yang berlawanan. Hal ini ditandai dengan keluhan yang bertambah parah, seperti peningkatan kecemasan, perilaku agresif, halusinasi, serta delusi (ketidakseimbangan antara pikiran, emosi, imajinasi, dan realita).

Efek yang sama juga bisa menimbulkan derealisasi (perasaan bahwa lingkungan sekitar menjadi tidak nyata), perubahan kepribadian, dan mudah marah. Efek paradoks tersebut dapat menyerang berbagai golongan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.

5. Efek dari penyalahgunaan

Seperti yang telah disebutkan, beberapa obat penenang rawan disalahgunakan. Mengutip dari Psychiatrics Times, obat penenang biasanya disalahgunakan oleh sebagian orang yang sudah terbiasa mengonsumsi alkohol.

Efek samping yang ditimbulkan hampir tak ada bedanya dengan beberapa dampak di atas. Hanya saja, penyalahgunaan obat penenang bisa menyebabkan rasa kecanduan atau ketergantungan.

Lama-kelamaan, hal itu dapat memicu efek samping berat, seperti rusaknya beberapa organ penting di dalam tubuh, misalnya hati dan otak.

Nah, itulah efek samping obat penenang yang perlu kamu tahu. Jika tak mengalami gangguan kecemasan atau gejala sejenisnya, ada baiknya tidak mengonsumsi obat-obatan tersebut. Jika memang harus meminumnya, pastikan untuk membeli dengan resep dan patuhi anjuran dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 29 Januari 2021, Everything You Want to Know About Sedatives.
  2. Everyday Health, diakses 29 Januari 2021, What Are Sedatives?
  3. Psychiatric Times, diakses 29 Januari 2021, Risk Versus Benefit of Benzodiazepines.
  4. MIND.org.uk, diakses 29 Januari 2021, Sleeping pills and minor tranquillisers.
  5. American Family Physician, diakses 29 Januari 2021, Risks Associated with Long-Term Benzodiazepine Use.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 29 Januari 2021, Sedation-related complications in gastrointestinal endoscopy.

    register-docotr