Hipertensi

Mandi Air Panas Perburuk Hipertensi dan Kardiovaskular? Simak Penjelasan Ahli

September 1, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mandi air panas bisa menjadi hal yang tepat karena dapat membantu tubuh menjadi rileks setelah melakukan rutinitas melelahkan. Air panas atau hangat yang digunakan untuk mandi bisa meredakan sakit dan nyeri pada bagian tubuh tertentu.

Namun, mandi air panas diketahui bisa memperburuk hipertensi dan masalah kardiovaskular. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai efek mandi air panas, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Posisi Tidur saat Darah Tinggi untuk Menurunkan Tekanan Darah

Benarkah mandi air panas bisa perburuk hipertensi dan kardiovaskular?

Dilansir dari Healthgrades.com, beberapa komplikasi potensial dapat terjadi dari paparan berlebihan air panas, terutama jika memiliki penyakit kardiovaskular.

Ahli jantung, Curtis Rimmerman, MD, mengatakan bahwa mandi air panas berisiko menyebabkan bahaya bagi pasien pengidap penyakit jantung.

Ketika kamu merendam tubuh di dalam air panas, maka suhu naik namun tekanan darah akan turun. Keluarnya keringat dari kulit biasanya membantu mendinginkan tubuh. Akan tetapi, ketika mandi air panas, mekanisme pendinginan alami tersebut tidak berfungsi.

Biasanya, kondisi ini tidak menimbulkan masalah. Namun, jika kamu memiliki penyakit kardiovaskular, maka bisa membebani jantung. Orang dengan penyakit kardiovaskular dapat mengalami tekanan darah rendah atau terlalu tinggi hingga pingsan.

Panas bisa menyebabkan pembuluh darah melebar yang kemudian menurunkan tekanan darah sehingga jantung harus bekerja lebih keras yang ditandai dengan detak cepat. Selain detak jantung cepat, gejala lain yang mungkin bisa dirasakan adalah pusing, mual, serta serangan jantung.

Namun, hal itu terjadi tergantung pada kondisi jantung, arteri, dan pembuluh darah dalam merespons paparan panas. Perlu diketahui, mandi air panas juga dapat berinteraksi dengan obat tekanan darah tinggi.

Obat tekanan darah yang biasa diresepkan adalah diuretik, di mana bisa menyebabkan hilangnya cairan dan garam. Untuk itu, apabila kepanasan akibat mandi air panas maka kamu kemungkinan besar akan mengalami dehidrasi.

Efek samping lain akibat mandi air panas

Selain berpotensi memicu hipertensi dan masalah kardiovaskular, terdapat efek samping lain akibat mandi air panas. Beberapa efek samping atau dampak mandi dengan air panas, antara lain sebagai berikut:

Dapat mengeringkan dan mengiritasi kulit

Ahli kesehatan, Dr. Jacqueline Schaffer, MD, mengatakan bahwa air panas menyebabkan kerusakan pada sel-sel keratin yang terletak di lapisan paling luar kulit, yakni epidermis. Dengan mengganggu sel-sel ini, maka dapat menciptakan kulit kering dan mencegah terkuncinya kelembapan.

Memperburuk kondisi kulit tertentu

Mandi air panas juga diketahui dapat memperburuk kondisi kulit tertentu. Karena itu, suhu yang lebih tinggi, termasuk saat mandi air panas cenderung membuat kulit mudah mengering dan memperburuk kondisi seperti eksim.

Membuat kulit gatal

Untuk itu, mandi air panas bisa membuat kulit terasa semakin gatal. Ahli dermatologi, Adam Friedman, MD, mengatakan bahwa panas dapat menyebabkan sel mast yang mengandung histamin, melepaskan isinya di kulit dan mengakibatkan rasa gatal.

Tindak pencegahan yang perlu diingat jika mandi air panas

Apabila ingin mandi air panas, namun memiliki penyakit hipertensi atau kardiovaskular maka ada baiknya untuk mengingat beberapa pencegahan. Tindak pencegahan agar hipertensi dan masalah kardiovaskular tidak memburuk saat mandi air panas, yakni:

Bicarakan dengan dokter

Jika memiliki kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung maka tanyakan pada dokter apakah aman untuk mandi air panas. Pastikan untuk mengikuti saran dokter untuk mencegah bahaya kesehatan lebih lanjut.

Hindari mandi air panas terlalu lama

Terpapar air panas yang terlalu lama atau sering dapat meningkatkan risiko hipertensi atau kardiovaskular. Selain itu, hindari juga mandi dengan air yang terlalu panas karena bisa menyebabkan tekanan darah meningkat sangat tinggi.

Baca juga: Disfagia pada Penderita Stroke, Apa Gangguan Menelan Ini Bisa Sembuh?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthgrades.com (2020), diakses 1 September 2021. High Blood Pressure Risks With Hot Tubs and Saunas
  2. Cleveland Clinic (2020), diakses 1 September 2021. Are Hot Tubs Safe If You Have Heart Disease?
  3. Webmd (2021), 1 September 2021. Hot Tubs: How Safe Are They?
  4. Healthline (2020), diakses 1 September 2021. Cold Showers vs. Hot Showers: Which One Is Better?
    register-docotr