Diabetes

Apakah Normal Tidak Haid dalam Waktu Lama?

June 20, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tidak haid dalam waktu lama tak jarang membuat banyak wanita khawatir. Perlu kamu ketahui bahwa kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Lantas, apa penyebabnya? Bagaimana mengatasinya? Simak selengkapnya di sini.

Baca juga: Haid Sebulan Dua Kali, Normal atau Haruskah Diwaspadai?

Normalkan tidak haid dalam waktu lama?

Tidak haid dalam waktu lama atau yang lebih dikenal sebagai amenore adalah suatu kondisi yang ditandai ketika seseorang tidak mengalami haid selama 3 hingga 6 bulan. Perlu diketahui bahwa amenore terbagi menjadi dua jenis, yakni amenore primer dan sekunder.

Amenore primer terjadi ketika seseorang telah berusia 16 tahun atau lebih dari usia tersebut namun belum mengalami menstuasi atau haid. Sementara itu, amenore sekunder terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami haid selama setidaknya 3 bulan. Ini merupakan jenis amenore yang umum.

Amenore dapat terjadi karena berbagai faktor. Beberapa di antaranya merupakan hal yang normal terjadi. Namun, sebagian lainnya disebabkan oleh kondisi medis tertentu dan harus segera ditangani.

Apa penyebab haid dalam waktu lama?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tidak haid dalam waktu yang lama bisa disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah:

1. Amenore yang terjadi secara alami

Amenore juga dapat terjadi karena alasan tertentu seperti:

  • Kehamilan
  • Menyusui
  • Menopause

2. Alat kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi seperti konsumsi pil KB juga bisa menyebabkan perubahan pada siklus haid. Bahkan, ketika kamu sudah tidak menggunakan pil KB, diperlukan beberapa waktu untuk mengembalikan siklus haid menjadi teratur kembali.

Tak hanya itu, alat kontrasepsi yang disuntikkan atau ditanamkan juga dapat memengaruhi siklus haid.

3. Berat badan rendah

Berat badan yang terlalu rendah sekitar 10 persen di bawah berat normal dapat mengganggu banyak fungsi hormonal di dalam tubuh, ini berpotensi mengganggu ovulasi.

Misalnya saja pada kasus gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia. Seorang wanita yang mengalami kondisi tersebut tak jarang mengalami haid yang terhenti atau haid datang terlambat karena perubahan hormonal.

4. Stres

Stres dapat mengubah fungsi hipotalamus, yakni bagian otak yang berperan dalam mengontrol hormon yang mengatur siklus haid. Jika stres berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi siklus haid dan ovulasi.

Ketika tingkat stres berkurang, periode haid yang terjadi secara teratur biasanya akan kembali.

5. Ketidakseimbangan hormon

Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat beberapa kondisi medis yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang mana memengaruhi siklus haid, di antaranya adalah:

  • Polycystic ovary syndrome (PCOS): PCOS dapat menyebabkan kadar hormon yang dapat dikatakan tinggi dan berkelanjutan, dibandingkan dengan tingkat hormon yang berfluktuasi seperti yang terlihat dalam siklus haid normal
  • Masalah tiroid: Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif serta hipotiroidisme atau kelenjar tiroid yang kurang aktif juga dapat menyebabkan haid yang tidak teratur, termasuk amenore
  • Menopause dini: Pada umumnya, menopause dimulai sekitar usia 50 tahun. Namun, pada sebagian kasus sel telur yang berasal dari ovarium berkurang ketika seorang wanita berusia di bawah 40 tahun, ini dapat menyebabkan haid terhenti.

6. Masalah struktural

Masalah struktural juga bisa menyebabkan amenore, misalnya saja jaringan parut dalam rahim. Sindrom Asherman, yakni suatu kondisi di mana jaringan parut menumpuk di lapisan rahim juga dapat memengaruhi haid.

7. Kondisi medis lainnya

Selain penyebab yang sudah disebutkan di atas, tidak haid dalam waktu lama atau siklus haid yang tidak teratur juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya, seperti diabetes dan penyakit celiac. Sebab, perubahan gula darah terkait dengan perubahan hormonal.

Meskipun jarang terjadi, tetapi diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan haid menjadi tidak teratur.

Sementara itu, penyakit celiac dapat menyebabkan peradangan yang dapat memengaruhi usus kecil, sehingga mencegah tubuh untuk menyerap nutrisi penting. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan haid terlambat.

Baca juga: Benarkah Pijat Bermanfaat untuk Penderita Diabetes Tipe 2?

Cara mengatasi tidak haid dalam waktu lama

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tidak haid dalam waktu lama dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Maka dari itu, pengobatannya pun bergantung dari penyebab yang mendasarinya.

Sebagai contoh, ketidakseimbangan hormon dapat ditangani dengan hormon tambahan atau sintetis, yang mana ini dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. Demikian dilansir dari Healthline.

Sedangkan, tidak haid dalam waktu lama yang disebabkan oleh masalah tiroid dapat diobati dengan obat-obatan tertentu. Apabila kondisi ini terkait dengan penurunan berat badan yang ekstrem, ini dapat ditangani dengan penambahan berat badan sehat.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab tidak haid dalam waktu lama. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 14 Juni 2021. Why Is My Period Late: 8 Possible Reasons 

Healthline (2020). Diakses pada 14 Juni 2021. No Menstruation (Absent Menstruation)

Healthline (2020). Diakses pada 14 Juni 2021. Everything You Need to Know About Amenorrhea 

Mayo Clinic (2021). Diakses pada 14 Juni 2021. Amenorrhea 

 

    register-docotr