Kesehatan Wanita

Haid Sebulan Dua Kali, Normal atau Haruskah Diwaspadai?

February 25, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Umumnya wanita mengalami haid setiap bulannya, dengan siklus menstruasi sepanjang 24 hingga 38 hari. Tapi bagaimana jika mengalami haid sebulan dua kali?

Siklus menstruasi memang dapat bervariasi, tapi saat kamu mengalami haid sebulan dua kali, mungkin bertanya-tanya apakah ini hal yang normal? Untuk menjawab hal tersebut, berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Ladies, Ini 8 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi

Memahami siklus menstruasi

Dilansir Mayoclinic, siklus menstruasi adalah rangkaian perubahan bulanan yang dialami tubuh wanita persiapan untuk kehamilan. Setiap bulan salah satu ovarium melepaskan sel telur yang siap untuk mengalami pembuahan, atau yang disebut ovulasi.

Tetapi jika sel telur tidak dibuahi, selanjutnya lapisan rahim keluar melalui vagina. Inilah yang kemudian disebut dengan masa menstruasi. Normalnya menstruasi berlangsung dari 4 hingga 8 hari.

Siklus menstruasi yang berbeda-beda

Menurut U.S Department of Health & Human Services, rata-rata wanita mengalami menstruasi selama hampir 40 tahun. Meskipun perubahan pada siklus menstruasi lebih umum terjadi selama masa pubertas dan tahun-tahun menjelang menopause.

Seperti yang sudah dijelaskan, menstruasi umumnya terjadi setiap bulan. Tapi bisa berbeda, ketika kamu mengalami siklus yang tidak teratur. Pada wanita dengan siklus yang tidak teratur, waktu menstruasi bisa lebih cepat atau lebih lambat dari hitungan yang seharusnya.

Ini juga yang pada akhirnya bisa menyebabkan seorang wanita mengalami haid sebulan dua kali. Jika sebenarnya ini hanya karena siklus yang berbeda dari biasanya, kamu tidak perlu khawatir. Tetapi, ada juga kondisi haid sebulan dua kali yang perlu kamu waspadai.

Haid sebulan dua kali

Kamu mungkin akan menganggap setiap darah yang keluar dari vagina adalah darah menstruasi. Tapi saat adanya darah dari vagina di luar siklus menstruasi, kamu perlu memastikan apakah darah tersebut terjadi akibat perubahan siklus biasa atau karena adanya masalah kesehatan.

Kondisi yang dapat menyebabkan haid sebulan dua kali

Haid sebulan dua kali bisa terjadi karena adanya perubahan siklus. Salah satunya siklus menjadi lebih pendek dari biasanya. Perubahan siklus yang lebih pendek ini bisa disebabkan oleh:

  • Gangguan ovulasi
  • Hipertiroidisme (produksi hormon tiroid yang berlebihan)
  • Hipotiroidisme (produksi hormon tiroid yang kurang)
  • Awal menopause
  • Masa pubertas
  • Fibroid atau kista uterus
  • Stres
  • Alat kontrasepsi
  • Penyakit tertentu

Selain yang sudah disebutkan, kamu juga bisa mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan karena adanya kondisi medis seperti:

  • Kehamilan. Biasanya hanya berupa bercak atau yang dikenal dengan spotting. Darah yang keluar tidak sebanyak menstruasi biasanya. Kondisi ini umum terjadi di awal kehamilan. Namun jika perdarahan terus terjadi meski usia kehamilan sudah bertambah, sebaiknya periksakan diri ke dokter.
  • Infeksi menular seksual. Beberapa penyakit bisa menyebabkan adanya darah dan cairan keluar dari vagina.
  • Keguguran. Kamu dapat mengalami perdarahan hebat saat keguguran. Jika kamu dalam kondisi hamil tapi mengalami perdarahan yang banyak, bukan hanya berupa bercak, segera hubungi dokter untuk memastikan kondisimu.

Penyebab menstruasi dua kali dalam sebulan

Perubahan sesekali dalam siklus menstruasi bukanlah hal yang aneh. Namun, jika sering terjadi dalam sebulan maka mungkin menunjukkan masalah yang mendasari. Beberapa kemungkinan penyebab menstruasi dua kali dalam 1 bulan, meliputi:

Anomali satu kali

Seseorang terkadang memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek, yakni mencakup dua periode dalam satu bulan. Setelah ini, biasanya menstruasi dapat kembali ke siklus awal.

Perubahan sesekali inilah yang menyebabkan dokter mencari pola konsisten dari perdarahan sebelum membuat diagnosis. Dokter baru akan menyarankan jika diagnosis sudah diketahui untuk menghindari infeksi atau masalah yang lebih serius.

Usia muda

Siklus menstruasi yang tidak teratur sering terjadi pada kaum muda, terutama jika baru saja mulai mengalami menstruasi. Orang cenderung memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek atau terkadang lebih lama selama masa pubertas di mana menyebabkan menstruasi dua kali terjadi.

Tingkat hormon umumnya akan berfluktuasi secara signifikan selama masa pubertas. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa siklus menstruasi orang muda dapat memakan waktu sekitar 6 tahun untuk menjadi teratur sejak mulai mengalaminya.

Endometriosis

Penyebab menstruasi dua kali lainnya adalah endometriosis. Endometriosis sendiri merupakan suatu kondisi di mana jaringan yang mirip dengan jaringan rahim tumbuh di area tubuh lainnya.

Endometriosis dapat menyebabkan sakit perut, kram abnormal, dan perdarahan tidak teratur. Terkadang, perdarahan bisa menjadi cukup berat untuk tampak seperti menstruasi lain.

Dalam beberapa keadaan, seorang dokter dapat mendiagnosis endometriosis dengan menggunakan pemeriksaan panggul dan ultrasound. Namun, operasi kecil yang disebut laparoskopi merupakan satu-satunya cara pasti untuk mendiagnosis kondisi tersebut.

Perimenopause

Perimenopause mengacu pada tahun-tahun menjelang menopause ketika hormon seseorang mulai berubah. Biasanya, perimenopause dapat berlangsung hingga 10 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut, wanita sering mengalami siklus haid yang tidak teratur seperti mengalami siklus yang lebih pendek atau lebih lama, melewatkan haid, atau mengalami peradahan lebih banyak atau lebih ringan.

Ketika seseorang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, maka dikenal sebagai menopause.

Masalah tiroid

Tiroid adalah pengatur proses hormonal dalam tubuh. Kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu ini berada tepat di depan tenggorokan dan mengontrol fungsi, seperti suhu tubuh dan metabolisme.

Siklus menstruasi yang tidak teratur adalah gejala umum terkait dengan masalah tiroid. Hal ini terjadi pada tiroid atau hipertiroidisme yang kurang aktif dan tiroid atau hipertiroidisme yang terlalu aktif.

Menurut U.S Department of Health & Human Services, diperkirakan satu dari delapan wanita akan mengalami masalah tiroid seumur hidup.

Beberapa gejala hipotiroidisme, meliputi selalu merasa dingin, sembelit, merasa lelah sepanjang waktu, perdarahan menstruasi yang berat, kulit pucat, hingga detak jantung lambat.

Sementara untuk gejala hipertiroidisme, dapat berupa selalu merasa panas, diare, sulit tidur, sifat lekas marah, detak jantung cepat, dan penurunan berat badan. Kedua kondisi tersebut dapat diobati jika segera berkonsultasi dengan dokter ahli.

Fibroid rahim

Fibroid uterus merupakan pertumbuhan yang terjadi di dalam rahim. Masalah ini biasanya tidak bersifat kanker namun dapat menyebabkan perdarahan, terutama perdarahan menstruasi yang berat.

Gejala tambahan fibroid dapat meliputi perasaan kenyang atau tekanan di panggul, nyeri punggung bawah, serta nyeri saat seks.

Meski dokter tidak mengetahui penyebab perkembangan fibroid uterus, namun biasanya cenderung diturunkan dalam keluarga dan akibat perubahan kadar hormon.

Dokter sering kali dapat mendiagnosis kondisi tersebut dengan melakukan pemeriksaan panggul atau melakukan studi pencitraan seperti USG.

Faktor risiko

Beberapa wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan fibroid, kista atau menopause dini, berisiko tinggi mengalami haid sebulan dua kali.

Jika mengalaminya disertai dengan gejala lain yang mengganggu, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Mengalami nyeri perut di bagian bawah dalam beberapa hari
  • Menstruasi yang berat
  • Spotting atau bercak darah yang muncul di tengah siklus menstruasi dan seringkali dianggap sebagai menstruasi kedua dalam satu bulan
  • Merasakan sakit saat berhubungan seksual
  • Kram menstruasi yang parah
  • Adanya gumpalan hitam selama menstruasi

Komplikasi

Memeriksakan diri ke dokter diperlukan jika kamu mengalami keluhan seperti yang disebutkan di atas. Karena menstruasi yang tidak normal ini, dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang paling umum adalah anemia, dengan gejala:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Lemah
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur

Jika beberapa komplikasi atau dampak buruk akibat menstruasi dua kali ini sudah terjadi, segera periksakan kondisi dengan dokter. Pengobatan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko gejala semakin parah atau kondisi medis tertentu yang lebih berbahaya.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Jika seseorang mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan selama 2 hingga 3 bulan, maka harus segera menemui dokter.

Seorang wanita juga harus berbicara dengan dokter jika mengalami perdarahan hebat seperti mengeluarkan gumpalan darah yang berukuran seperempat atau lebih besar maupun perdarahan melalui satu atau lebih pembalut setiap jam.

Gejala menstruasi lain yang harus dibicarakan seseorang dengan dokter, meliputi merasa lemah, nyeri atau perdarahan saat berhubungan, nyeri panggul, sesak napas, serta perubahan berat badan.

Haid yang sering menunjukkan kondisi mendasar biasanya memerlukan pengobatan. Terlalu banyak menstruasi juga bisa mengakibatkan kehilangan darah yang memicu anemia atau jumlah darah rendah sehingga perlu mencari bantuan medis.

Pengobatan

Ada banyak kondisi yang menyebabkan haid bisa dua kali dalam sebulan, sehingga pengobatannya akan tergantung dari penyebabnya.

Salah satu yang paling umum adalah pengobatan dengan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi ini akan membantu mengatur menstruasi dan mengatasi masalah anemia.

Jika kamu ternyata juga mengalami anemia yang perlu menjadi perhatian khusus, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi. Selain itu, berikut beberapa pengobatan yang sering dilakukan untuk mengatasi haid dua kali dalam sebulan:

  • Jika disebabkan hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif): dokter akan memberikan terapi hormon tiroid, melalui obat minum.
  • Jika disebabkan hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif): tergantung dari rekomendasi dokter dilihat dari kondisi pasien, salah satunya dengan obat antitiroid.
  • Menopause: dokter akan meresepkan terapi hormon dan terapi penggantian estrogen. Perawatan ini dapat membantu mengatur menstruasi sampai perlahan-lahan menghilang.
  • Akibat fibroid dan kista: bisa menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), operasi ultrasound, embolisasi arteri usus yang akan membantu menyusutkan fibroid, mengangkat fibroid, mengangkat rahim atau dengan obat-obatan mengatasi fibroid.

Baca Juga: Girls, Ini Penyebab Menstruasi Lebih dari Sekali dalam Sebulan

Mengatasi haid sebulan dua kali dengan cara alami

Gaya hidup juga berpengaruh pada siklus menstruasi. Jika kondisimu masih bisa diatasi dengan perawatan rumahan atau dengan cara alami, mulailah dengan hidup lebih sehat. Beberapa yang bisa dilakukan adalah:

  • Berolahraga
  • Meditasi
  • Terapi bicara
  • Lebih santai untuk mengatasi stres
  • Menjaga berat badan ideal agar tidak terjadi penurunan atau kenaikan berat badan yang ekstrem
  • Menggunakan alat kontrasepsi yang tidak mengganggu siklus menstruasi

Demikian penjelasan tentang kondisi haid sebulan dua kali yang perlu kamu ketahui. Jangan tunda cek ke dokter jika mengalami gejala yang mengganggu aktivitas harianmu, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayoclinic, diakses 16 Desember 2020
Menstrual cycle: What’s normal, what’s not
Healthline, diakses 16 Desember 2020
What Causes Two Periods in One Month?

Medical News Today (2020), diakses 25 Februari 2021. Why do I have two periods in a month?

    register-docotr