Diabetes

Benarkah Pijat Bermanfaat untuk Penderita Diabetes Tipe 2?

May 11, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pijat memiliki banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari melancarkan peredaran darah, membuat tubuh menjadi rileks, hingga meredakan sakit kepala. Akan tetapi, pijat juga memiliki keunggulan lain, yakni bermanfaat untuk pengidap diabetes tipe 2.

Baca juga: Cara Mencegah Nefropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Merusak Ginjal

Sekilas mengenai diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi di mana insulin yang diproduksi oleh pankreas tidak dapat bekerja dengan semestinya, atau pankreas tidak cukup membuat insulin. Hal ini dapat menyebabkan kadar glukosa (gula) darah terus meningkat.

Perlu diketahui bahwa diabetes tipe 2 dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti rasa haus yang meningkat, kelelahan, gangguan penglihatan, sering buang air kecil, luka yang lama sembuh, atau bahkan penurunan berat badan.

Jika tidak segera ditangani, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi diabetes yang paling umum adalah neuropati perifer, yakni kerusakan saraf di luar sumsum tulang belakang atau otak.

Manfaat pijat untuk pengidap diabetes tipe 2

Pada dasarnya, masih diperlukan lebih banyak penelitian mengenai manfaat pijat dengan diabetes. Akan tetapi, beberapa bukti menunjukkan bahwa terapi pijat dapat membantu penderita diabetes mengelola gejala dari neuropati.

Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat pijat untuk diabetes tipe 2 yang perlu kamu ketahui.

1. Menurunkan kadar glukosa darah

Sebuah tinjauan studi di 2019 menganalisis penelitian yang diterbitkan antara tahun 2000-2018. Para peneliti menemukan bukti bahwa pijat dapat memiliki manfaatnya tersendiri, seperti:

  • Menurunkan kadar glukosa darah
  • Menurunkan kadar hemoglobin A1C
  • Meredakan nyeri yang disebabkan oleh neuropati perifer
  • Memperbaiki luka (ulkus) pada kaki penderita diabetes.

Kualitas pijat, tingkat tekanan, durasi, jumlah sesi, jenis pijat, serta kondisi mental pasien merupakan beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas pijat.

2. Membantu mengelola penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer adalah suatu kondisi yang terjadi ketika penumpukan plak menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga mengurangi sirkulasi darah ke kaki. Biasanya, kondisi ini memengaruhi penderita diabetes tipe 2.

Sebuah studi pada 2011 menemukan bukti bahwa connective tissue massage, dapat meningkatkan sirkulasi di tungkai bawah bagi penderita diabetes tipe 2. Tak hanya itu, ini juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit arteri perifer.

Baca juga: Jenis-Jenis Diabetes dan Gejalanya

3. Mengelola gejala neuropati diabetes

Neuropati diabetes adalah jenis kerusakan saraf yang dapat terjadi akibat penyakit diabetes. Sebuah studi pada 2015 meneliti manfaat pijat kaki Thailand pada sekitar 60 orang dengan diabetes tipe 2.

Hasil menemukan bahwa partisipan yang diberikan pijat kaki selama 30 menit, 3 kali seminggu, mengalami  peningkatan yang signifikan dalam pergerakan tubuh serta kemampuan untuk berdiri dari posisi duduk.

Sebuh studi di 2017 juga menemukan manfaat pijat kaki bagi penderita diabetes, yakni dapat meningkatkan keseimbangan serta pergerakan tubuh. Meskipun demikian, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami potensi pijat kaki pada penderita diabetes.

4. Memperbaiki gejala neuropati

Selain manfaat yang sudah disebutkan di atas, pijat juga memiliki manfaat lain, yakni dapat membantu memperbaiki gejala neuropati.

Sebuah tinjauan pada 2020 menemukan bahwa pengobaan tradisional Tiongkok, seperti foot bath yang digabungkan dengan pijat akupuktur dapat meredakan gejala neuropati. Namun, peneliti juga menyimpulkan bahwa masih diperlukan banyak penelitian.

Adakah efek samping yang dapat ditimbulkan?

Secara umum, pijat aman dilakukan bagi penderita diabetes. Sebagian besar penelitian juga melaporkan tidak ada efek samping serius yang ditimbulkan. Akan tetapi, dalam sebuah studi terdapat satu risiko potensial.

Studi yang diterbitkan pada 2011 tersebut menemukan bahwa ketika anak-anak yang mengalami diabetes diberikan pijatan, mereka memiliki kadar gula darah yang jauh lebih rendah.

Maka dari itu, sebelum melakukan pijat, akan lebih baik jika kamu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Hal lain yang perlu diketahui adalah pijat merupakan terapi pelengkap, dan pijat tidak boleh diandalkan sebagai perawatan untuk menggantikan pengobatan medis yang sebaiknya dilakukan.  

Itulah beberapa informasi mengenai manfaat pijat untuk penderita diabetes tipe 2. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr