Menyusui

Relaktasi Menyusui: Usaha untuk Memberikan ASI Kembali

June 20, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pernah menyusui, bukan berarti akan langsung lancar ketika harus memberikan ASI kembali. Proses menyusui kembali setelah berhenti dalam jangka waktu yang cukup lama ini disebut relaktasi menyusui. 

Meski pada akhirnya sebagian besar berhasil melakukan proses relaktasi, tetapi butuh perjuangan, tekad dan ketekunan saat ingin melakukannya. Berikut serba-serbi tentang relaktasi menyusui, Moms.

Mengenal relaktasi menyusui

Relaktasi pada dasarnya adalah usaha untuk menyusui lagi. Ini bisa berlaku untuk Moms yang terpaksa berhenti menyusui karena kondisi tertentu, dan saat masalah sudah teratasi, ingin kembali menyusui.

Atau karena Moms tadinya berniat untuk menyapih, tapi kemudian merasa si Kecil masih membutuhkan ASI, dan ingin kembali menyusui.

Pengalaman setiap wanita berbeda-beda saat melakukan relaktasi menyusui. Cara dan tingkat keberhasilannya pun berbeda-beda.

Beberapa wanita mungkin sudah bisa menghasilkan ASI lagi dalam beberapa minggu, tetapi wanita lainnya ada yang membutuhkan waktu yang lebih lama. 

Ada juga yang gagal melakukan relaktasi menyusui. Hasil yang berbeda-beda ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Nah, berikut faktor yang dapat menentukan kesuksesan relaktasi. 

  • Persediaan ASI yang baik sebelum menyapih di periode menyusui sebelumnya, semakin mudah untuk menghasilkan ASI kembali. 
  • Semakin banyak waktu yang dimiliki untuk mencoba menyusui dan memompa ASI, akan semakin baik. 
  • Semakin Moms semangat dan antusias untuk menyusui, akan semakin mempermudah proses relaktasi. 
  • Jika Moms sudah memahami cara kerja atau proses relaktasi, maka akan semakin besar kemungkinan untuk sukses melakukannya. 
  • Semakin besar dukungan yang Moms dapatkan dari keluarga, teman dan tenaga medis, semakin besar kemungkinan Moms akan terus mencoba dan tidak menyerah.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk relaktasi menyusui?

Seorang ahli, Nancy Mohrbacher, IBCLC, dikutip dari Healthline, menyimpulkan bahwa relaktasi membutuhkan rata-rata sekitar 1 bulan. Hal itu disimpulkan berdasarkan penelitian yang ada. 

Tapi, sekali lagi, setiap orang bisa berbeda-beda. Tergantung kondisi tubuh setiap orang. 

Tips untuk membantu proses relaktasi menyusui

Setiap rangsangan pada payudara, akan memberi tahu tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI. Salah satu cara untuk merangsang agar pasokan ASI terpenuhi, Moms bisa mencoba dengan menyusui atau memompa ASI setiap 2 sampai 3 jam. 

Awalnya, Moms mungkin hanya menghasilkan sedikit ASI. Bahkan hanya beberapa tetes. Namun, jika proses relaktasi menyusui terus dilakukan, peningkatan akan terlihat, setidaknya setelah satu minggu. 

Untuk Moms yang sedang mencoba relaktasi, selain rajin untuk mencoba menyusui, berikut tips yang bisa dilakukan:

  • Biarkan anak menyusu sesering yang diinginkannya.
  • Pastikan pelekatan mulut bayi dengan puting di posisi yang baik, sehingga anak bisa mengisap dengan efektif. 
  • Selama proses relaktasi tetap berikan susu tambahan, agar anak tetap tumbuh dan berkembang. 
  • Menggunakan alat untuk mengalirkan susu yang ditempel di payudara. Jadi, bayi tetap bisa minum, sekaligus merangsang payudara dengan proses isapan bayi. 
  • Habiskanlah banyak waktu untuk skin-to-skin dengan bayi. Karena dapat meningkatkan kadar prolaktin yang dapat meningkatkan suplai ASI.
  • Jika bayi tidak mau menyusui, Moms bisa menggunakan pompa ASI untuk merangsang produksi ASI. Moms juga bisa mengonsumsi makanan atau herbal yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI. 

Jika usaha relaktasi tidak berhasil

Relaktasi bisa menjadi tantangan tersendiri. Karena tidak semua ibu bisa kembali memiliki jumlah ASI yang sama banyaknya seperti sebelum berhenti menyusui. 

Jika dalam waktu satu bulan proses relaktasi hanya menghasilkan sedikit ASI atau bahkan sama sekali tak berhasil mengeluarkan ASI, mungkin sudah saatnya Moms untuk berhenti mencoba. 

Moms harus memahami bahwa jumlah ASI, walau sedikit, tetap memiliki manfaat kesehatan. Meski ASI yang keluar hanya sedikit, anggaplah upaya relaktasi berhasil.

Satu hal lagi, cobalah untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan ibu lainnya. Karena pengalaman setiap orang berbeda-beda. 

Konsultasi relaktasi

Jika Moms ingin mencoba relaktasi, cobalah untuk konsultasi dengan konsultan laktasi atau dokter spesialis terkait untuk mendapat tips dan bantuan. 

Sangat penting juga mendapat dukungan emosional dari orang terdekat. Atau dukungan dari orang-orang yang juga sedang berjuang melakukan relaktasi menyusui. 

Terhubung dengan orang-orang yang sama-sama sedang berjuang dapat memberikan dukungan dan membuat Moms merasa tidak sendirian. 

Jangan lupa juga untuk selalu cek kesehatan Si Kecil ke dokter anak, untuk memantau perkembangannya selama masa relaktasi berlangsung. 

Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 19 Juni 2021
How to Start Breastfeeding Again If You’ve Stopped (or Never Started)

WebMd, diakses 19 Juni 2021
What Is Relactation?

CDC, diakses 19 Juni 2021
Supporting Families with Relactation

    register-docotr