Kesehatan Anak

Mengenal Murmur Jantung pada Bayi: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

April 17, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ada satu gangguan pada jantung yang perlu diwaspadai, yaitu murmur. Bukan hanya orang dewasa, kondisi tersebut juga bisa terjadi pada bayi baru lahir. Murmur jantung pada bayi sebaiknya tak diabaikan, karena dapat mengindikasikan adanya masalah pada tubuh si Kecil.

Lantas, apa sebenarnya murmur jantung itu? Apa penyebab dan gejalanya? Apakah bisa membahayakan bayi? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apa itu murmur jantung?

Murmur jantung adalah adalah suara tidak biasa yang berasal dari peredaran darah di dalam atau dekat jantung. Suara tersebut dapat terdengar melalui stetoskop. Murmur jantung bisa muncul saat lahir (bawaan) atau berkembang di kemudian hari.

Kondisi tersebut bisa menjadi hal yang tidak berbahaya, tapi terkadang juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang tidak normal. Pada kasus yang ringan, murmur jantung biasanya tak membutuhkan pengobatan.

Namun, jika kondisinya bertambah buruk, bisa jadi itu adalah indikasi dari gangguan pada jantung. Perawatan medis harus dilakukan untuk mencegah risiko bertambah parahnya keadaan.

Baca juga: 7 Jenis Penyakit Jantung pada Anak yang Harus Diwaspadai

Penyebab murmur jantung pada bayi

Dikutip dari Mayo Clinic, kebanyakan kasus murmur jantung pada bayi tidaklah berbahaya. Namun, sebaiknya tetap periksakan ke dokter untuk mengetahui kondisi yang lebih pasti.

Bayi dan anak-anak mempunyai dada yang kecil dan ramping, membuat jantung berada dekat dengan kulit. Sehingga, jarak dengan stetoskop juga tidak terlalu jauh. Efeknya, detak jantung dan peredaran darah bisa terdengar lebih jelas dan cepat.

Perlu diketahui, darah harus melewati dua jalur berbentuk seperti tikungan tajam saat mengalir melalui jantung. Aliran pada pembuluh darah tersebut dapat menimbulkan suara seperti berbisik. Semakin cepat darah mengalir, suara itu akan semakin terdengar jelas.

Pada beberapa kasus, murmur bisa berasal dari aliran darah yang tidak normal, misalnya karena penyempitan katup atau kebocoran dan adanya lubang di dinding jantung.

Menurut Stanford Children’s Health, murmur jantung pada bayi juga bisa dipicu oleh kelainan jantung dan beberapa faktor seperti infeksi, kadar sel darah merah rendah (anemia), hingga kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme).

Gejala murmur jantung pada bayi

Gejala murmur jantung pada bayi sering kali hampir tak berbeda dengan kondisi sakit lain pada umumnya, seperti:

  • Sesak napas atau napas lebih cepat
  • Berkeringat meski tidak sedang beraktivitas
  • Nyeri di bagian dada
  • Kulit berubah menjadi kebiruan, terutama pada bibir dan ujung jari
  • Pusing
  • Batuk-batuk
  • Pembengkakan (edema) pada tungkai bawah, pergelangan kaki, perut, organ hati, atau pembuluh darah di leher.

Pemeriksaan dan penanganan

Sebelum memberikan diagnosis, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan. Pemeriksaan pertama untuk mendeteksi murmur jantung adalah dengan menggunakan stetoskop. Dengan alat itu, dokter bisa mendengar detak jantung dan aliran darah.

Namun, jika diperlukan tes lanjutan, ada beberapa pemeriksaan yang mungkin ditempuh, seperti:

  • Rontgen dada: Menggunakan sinar x-ray untuk mengetahui kondisi jantung dan paru-paru yang dicitrakan secara visual melalui gambar
  • Elektrokardiogram (EKG): Mengukur dan mengetahui aktivitas listrik di jantung
  • Ekakardiografi: Pemeriksaan menggunakan gelombang suara (ultrasound) untuk mengidentifikasi struktur dan fungsi jantung. Tes ini adalah yang paling efektif untuk menemukan murmur jantung.

Sedangkan untuk perawatannya, tergantung dari gejala dan kondisi kesehatan bayi, termasuk seberapa parah kondisinya. Sebagian besar kasus murmur jantung pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga tak membutuhkan perawatan khusus.

Namun, jika murmur jantung disebabkan oleh penyakit bawaan atau kelainan jantung, dokter mungkin akan melakukan prosedur medis seperti pembedahan. Obat-obatan juga akan diresepkan untuk proses penyembuhan dan meredakan gejala yang muncul.

Bisakah dicegah?

Sayangnya, murmur jantung tidak bisa dicegah. Namun, perlu Moms ingat bahwa kebanyakan kasus murmur jantung pada bayi adalah hal yang tidak serius, alias bisa sembuh seiring berjalannya waktu.

Meski begitu, ada baiknya tetap memeriksakan si Kecil ke dokter untuk memastikan kondisi pastinya. Sebab, bisa jadi murmur jantung menjadi indikasi dari adanya gangguan jantung.

Nah, itulah ulasan tentang murmur jantung pada bayi yang perlu Moms ketahui. Jika sudah ada satu atau lebih gejala yang dirasakan si Kecil, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan anak dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 8 April 2021, Heart Murmurs.
  2. Stanford Children’s Health, diakses 8 April 2021, Heart Murmurs in Children.
  3. NHS, diakses 8 April 2021, Heart Murmurs.

    register-docotr