Kesehatan Anak

Jangan Keliru! Begini Cara Memilih Obat Batuk yang Aman untuk Bayi

July 23, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Batuk yang dialami oleh bayi dikhwatirkan dapat membuatnya tidak nyaman. Sebelum Moms memberikan obat batuk pada bayi, sebaiknya ketahui terlebih dahulu bagaimana cara memilih obat batuk yang tepat.

Ya, batuk bukan hanya dapat dialami oleh orang dewasa saja, tetapi kondisi ini juga dapat dialami oleh bayi.

Memilih obat batuk untuk bayi memang susah-susah gampang. Komposisi obat batuk harus selalu diperhatikan agar tak membahayakan kesehatannya.

Apakah boleh untuk memberikan obat batuk untuk bayi?

Meksipun sebagian besar batuk tidak menyebabkan komplikasi serius, akan tetapi kondisi ini tentu saja akan membuat orang tua menjadi cemas.

Obat tanpa resep dan yang diberikan dengan resep telah tersedia untuk mengobati gejala batuk. Namun, kebanyakan anak akan sembuh dengan sendirinya dan mungkin tidak membutuhkan obat.

Beberapa obat-obatan memiliki efek samping yang serius, seperti dapat membuat pernapasan melambat yang dapat mengancam jiwa. Dengan demikian, sangat penting dan wajib halnya bagi Moms untuk memilih obat batuk yang aman untuk bayi.

Food and Drug Administration (FDA) sendiri tidak merekomendasikan untuk memberikan obat yang dapat mengurangi gejala batuk dan pilek pada anak berusia di bawah 2 tahun. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Baca juga: Daftar Penyakit Anak yang Harus Moms Waspadai: Mulai dari Batuk hingga Sakit Telinga

Tips memilih obat batuk untuk bayi yang aman

Memberikan obat untuk mengobati gejala batuk pada bayi harus sangat diperhatikan. Jangan sampai memlih obat batuk yang salah, karena hal ini dapat membahayakan kesehatannya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah tips memilih obat batuk untuk bayi.

1. Pilih obat yang sesuai dengan jenis batuknya

Sangat penting untuk mengetahui terlebih dahulu jenis batuk apa yang dialami oleh bayi.

Biasanya obat batuk memiliki pilihan yang berbeda sesuai dengan jenis batuk. Hal ini pun membuat obat batuk memiliki penanganan yang berbeda yang disesuaikan dengan jenis batuk yang dialami.

2. Perhatikan komposisi obat batuk

Wajib hukumnya bagi Moms untuk memperhatikan terlebih dahulu komposisi yang terkandung di dalam obat batuk.

Dilansir Medicine Net, ada empat kategori obat yang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak di bawah usia 2 tahun, obat-obatan ini termasuk:

  • Ekspektoran (guaifenesin)
  • Supresan (dekstrometorfan)
  • Dekongestan (pseudoephedrine dan phenylephrine)
  • Antihistamin tertentu (brompheniramine, chlorpheniramine maleate, dan diphenhydramine (Benadryl))

Tak hanya itu saja, obat batuk resep yang mengandung kodein atau hidrokodon juga tidak dsarankan untuk digunakan pada anak yang berusia di bawah 18 tahun.

Hal ini dikarenakan kodein dan hidrokodon adalah opioid (obat penghilang rasa sakit) dalam obat resep untuk mengobati batuk dan gejala yang berhubungan dengan alergi atau flu biasa untuk orang dewasa.

3. Jangan gunakan obat batuk yang memberikan efek mengantuk

Moms, batuk memang dapat membuat si kecil kesulitan untuk tertidur, akan tetapi sebaiknya janganlah menggunakan obat batuk untuk membuatnya tertidur, bahkan dalam perjalanan sekalipun.

Obat batuk supresan yang tidak disarankan untuk digunakan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun memiliki efek samping seperti kantuk yang berlebihan. Tak hanya itu saja, efek samping lainnya adalah pusing hingga muntah.

Demi keselamatan, sebaiknya hindarilah obat batuk yang dapat memberikan efek mengantuk.

4. Berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter

Kebanyakan bayi dan anak-anak dengan pilek atau batuk akan merasa lebih baik dalam waktu kurang dari 5 hari, tanpa diberikan obat.

Akan tetapi jika batuk berlangsung dalam kurun waktu yang lebih lama, sebelum memutuskan untuk memberikan obat sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter.

Dokter akan memberikan obat batuk yang aman untuk bayi yang disesuaikan dengan usia dan jenis batuk yang dialaminya. Tak hanya itu saja, dokter pun akan memberikan dosis yang tepat untuk mengobati gejala batuk pada bayi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthychildren.org (2018). Diakses pada 20 Juli 2020. Coughs and Colds: Medicines or Home Remedies? 

Medicine Net. Diakses pada 20 Juli 2020. Cold and Cough Medicine for Infants and Children 

Parents (2020). Diakses pada 20 Juli 2020. Why You Shouldn’t Give Cough Supressant to Children – And How to Soothe Symptoms Instead 

U.S Food & Drug  Administration. Diakses pada 20 Juli 2020. When to Give Kids Medicine for Coughs and Colds 

What to Expect (2018). Diakses pada 20 Juli 2020.  Is Cold Medicine Safe for Baby?

    Berita Terkait
    register-docotr