Diet dan Nutrisi

Mengenal Manfaat dari Kandungan Gizi Tahu dan Tempe Bagi Kesehatan

July 23, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tahu dan tempe menjadi salah satu asupan sumber protein nabati yang populer di Indonesia. Apa saja ya kandungan gizi tahu dan tempe?

Tahukah kamu bahwa meskipun tahu dan tempe sama-sama terbuat dari kacang kedelai, namun tempe memiliki kandungan gizi yang lebih padat dibandingkan tahu.

Jumlah lemak, karbohidrat, kalori, protein dan serat pada tempe lebih banyak daripada tahu. Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Fakta nutrisi kandungan gizi tahu dan tempe

Berikut adalah jumlah kandungan gizi dari 100 gram tempe dan tahu berdasarkan data komposisi pangan tersebut:

Kandungan gizi dalam 100 gram tahu:

  • Air : 82,2 gram
  • Energi : 80 kal
  • Protein : 10,9 gram
  • Lemak : 4,7 gram
  • Karbohidrat : 0,8 gram
  • Serat : 0,1 gram
  • Kalsium : 223 mg
  • Fosfor : 183 mg
  • Besi : 3,4 mg
  • Natrium : 2 mg
  • Kalium : 50,6 mg
  • Tembaga : 0,19 mg
  • Seng : 0,8 mg
  • Betakaroten : 118 mcg
  • Thiamin : 0,01 mg
  • Riboflavin : 0,08 mg
  • Niasin : 0,1 mg

Kandungan gizi dalam 100 gram tempe:

  • Air : 55,3 gram
  • Energi : 201 kal
  • Protein : 20,8 gram
  • Lemak : 8,8 gram
  • Karbohidrat : 13,5 gram
  • Serat : 1,4 gram
  • Kalsium : 155 mg
  • Fosfor : 326 mg
  • Besi : 4,0 mg
  • Natrium : 9 mg
  • Kalium : 234,0 mg
  • Tembaga : 0,57 mg
  • Seng : 1,7 mg
  • Thiamin : 0,19 mg
  • Riboflavin : 0,59 mg
  • Niasin : 4,9 mg

Manfaat kandungan gizi tahu dan tempe bagi kesehatan

Nutrisi tempe

Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kacang kedelai yang telah difermentasi atau dipecah oleh mikroorganisme.

Tempe banyak dikonsumsi oleh penganut vegan dan vegetarian sebagai sumber protein nabati.

Bahan baku tempe sendiri sebenarnya bisa dibuat dari bahan lain selain kacang kedelai, seperti dari gandum maupun campuran kedelai dan gandum.

Mengandung prebiotik

Tempe mengandung prebiotik, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi mengurangi peradangan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa prebiotik mampu membantu meningkatkan pembentukan asam lemak pada rantai pendek di usus besar yang merupakan sumber energi utama untuk melapisi usus besar.

Mengandung protein tinggi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet kaya protein dapat merangsang termogenesis. Diet ini mengarah pada peningkatan metabolisme dan membantu tubuh membakar lebih banyak kalori setelah makan.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa protein pada kedelai bisa sama efektifnya dengan protein berbasis daging dalam hal pengendalian nafsu makan.

Kandungan protein pada tempe juga dapat meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar dan meningkatkan berat badan.

Mengandung isoflavon

Secara tradisional, tempe dibuat dari kedelai yang mengandung senyawa tumbuhan alami yang disebut isoflavon. Isoflavon kedelai telah lama dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol.

Satu penelitian mengatakan bahwa isoflavon pada kedelai mampu secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL atau low-density lipoprotein.

Dibandingkan dengan protein hewani, protein pada kedelai sebagai bahan baku utama tempe mampu menurunkan kolesterol LDL hingga 5,7 persen dan kolesterol total 4,4 persen, juga menurunkan kadar trigliserida sebesar 13,3 persen.

Nutrisi tahu

Tahu merupakan makanan yang terbuat dari susu kedelai kental dengan nigari. Nigari adalah hasil sisaan garam yang diekstraksi dari air laut.

Tahu mengandung koagulan yang kaya mineral dan digunakan untuk membantu tahu agar mengental dan mampu mempertahankan bentuknya.

Mengandung isoflavon

Sama dengan tempe, tahu juga mengandung senyawa tumbuhan alami yang disebut isoflavon.

Pada tahu, kandungan isoflavon berfungsi sebagai fitoestrogen yang artinya dapat menempel dan mengaktifkan reseptor estrogen dalam tubuh.

Dalam 100 gram tahu mengandung 20,2 hingga 24,7 mg isoflavon.

Mengandung saponin

Tahu mengandung saponin yang memiliki efek perlindungan terhadap kesehatan jantung.

Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa saponin mampu meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan pembuangan asam empedu. Kedua fungsi tersebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. panganku.org. Diakses 17 Juli 2020. http://panganku.org/id-ID/view

2. panganku.org. Diakses 17 Juli 2020. http://panganku.org/id-ID/view

3. healthline.com (2016). Diakses 17 Juli 2020. https://www.healthline.com/nutrition/protein-for-vegans-vegetarians

4. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2007). Diakses 17 Juli 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17413118/

5. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2004). Diakses 17 Juli 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15466943/

6. healthline.com (2017). Diakses 17 Juli 2020. https://www.healthline.com/nutrition/tempeh#section5

7. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2008). Diakses 17 Juli 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17973645/

8. healthyeating.sfgate.com. Diakses 17 Juli 2020. https://healthyeating.sfgate.com/fattening-tempeh-9874.html

9. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2005). Diakses 17 Juli 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15985622/

10. healthline.com (2018). Diakses 17 Juli 2020. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-tofu#cancer

    register-docotr