Kesehatan Anak

Moms, Mungkin Ini Penyebab Nyeri Dada yang Dialami si Kecil!

February 19, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ada beragam penyebab nyeri dada pada anak. Kebanyakan memang berasal dari masalah di jantung, tapi ada juga yang beberapa di antaranya disebabkan masalah pernapasan, otot, sendi, pencernaan atau kondisi mental.

Nyeri pada dada si Kecil biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tapi sangat penting untuk mengetahui jenis kondisi yang berujung pada nyeri dada sehingga kamu bisa memutuskan penanganan mana yang diperlukan.

Baca Juga: Jantung Bocor pada Bayi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyebab nyeri dada pada anak

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri dada pada si Kecil:

Kondisi kesehatan jantung

Nyeri dada biasanya tidak berhubungan dengan jantung si Kecil. Tapi, jangan buru-buru menyingkirkan kemungkinan ini. 

Karena dalam sebuah laporan dikatakan 2 persen anak-anak dan balita yang mengunjungi dokter karena nyeri di dada disebabkan oleh masalah jantung.

Nyeri dada yang dialami anak mungkin saja berasal dari masalah di jantung jika disertai dengan nyeri yang menyebar ke leher, pundak tangan atau punggung. Mungkin juga si Kecil akan mengalami pusing-pusing, perubahan tekanan darah atau ada masalah jantung sebelumnya.

Adapun masalah kesehatan jantung spesifik yang bisa menyebabkan nyeri dada pada anak adalah:

  • Penyakit jantung koroner
  • Miokarditis dan perikarditis
  • Kelainan jantung bawaan.

Masalah pada paru-paru

Nyeri dada yang dialami si Kecil bisa disebabkan oleh masalah kesehatan di saluran pernapasan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Asma: Selain nyeri di dada, gejala tambahan yang bisa disebabkan asma adalah sesak napas, mengi hingga batuk-batuk
  • Infeksi saluran pernapasan: Kondisi seperti bronkitis, pneumonia dan masalah lain saluran pernapasan bisa menyebabkan nyeri dada pada anak. Gejala lain yang ditimbulkan adalah demam, tidak bertenaga, batuk-batuk
  • Emboli paru: Kondisi ini terjadi karena adanya pembekuan darah di arteri paru-paru. Si Kecil mungkin bisa sesak napas atau napasnya menjadi sangat cepat, timbul kebiruan di tangan dan bibir hingga batuk darah

Masalah pada tulang atau otot di dada

Nyeri di dada yang dialami si Kecil bisa saja berhubungan dengan tulang atau otot dada. Beberapa kondisi penyebabnya adalah:

  • Memar: Nyeri yang timbul bisa saja terjadi karena trauma. Bisa timbul memar atau ruam di dada si Kecil yang disebabkan oleh kecelakaan atau jatuh. Untuk mengatasi hal ini biasanya dibutuhkan penghilang nyeri
  • Otot tegang: Kondisi ini bisa terjadi jika si Kecil mengangkat beban atau berolahraga
  • Skoliosis: Kondisi tulang belakang yang bengkok dan menyebabkan tekanan ke sumsum tulang belakang atau saraf lainnya.

Masalah pada saluran pencernaan

Si Kecil bisa saja terkena masalah saluran pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada dan bertambah parah setelah si Kecil makan dalam jumlah besar atau saat berbaring.

Untuk mengatasi masalah ini, kamu harus bisa memodifikasi pola makan si Kecil dan memberikan obat untuk mengurangi gejala yang timbul.

Masalah kesehatan mental

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami masalah mental yang berujung pada nyeri di dada mereka. Kondisi seperti cemas bisa menyebabkan si Kecil bernapas lebih cepat daripada biasanya.

Biasanya akan timbul juga nyeri dada, sesak napas dan pusing-pusing karena kondisi ini.

Baca Juga: Sleep Apnea pada Anak: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Bagaimana cara mengatasi nyeri di dada anak?

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah jangan panik. Biasanya penyebab dari nyeri di dada ini adalah penyakit yang jinak atau tidak berbahaya. 

Meskipun demikian, kamu perlu segera mencari pertolongan medis kalau si Kecil juga mengalami gejala berikut ini:

  • Sesak napas
  • Demam
  • Berkeringat
  • Detak jantung lebih dari 200 kali per menit.

Tanda berikut pun harus kamu waspadai karena bisa berkaitan dengan masalah di jantung:

  • Nyeri dada setelah melakukan kegiatan berat
  • Nyeri di dada yang tidak kunjung berhenti
  • Nyeri dada yang dibarengi dengan penurunan kemampuan aktivitas anak
  • Nyeri dada yang nyaris atau sampai membuat si Kecil pingsan.

Demikianlah berbagai penyebab nyeri dada yang biasanya dialami oleh anak. Selalu pantau kesehatan si Kecil, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamudan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 19 Februari 2021. Chest Pain in Children: Causes, Risks, and When to Call the Doctor
  2. American Academy of Pediatrics, diakses 19 Februari 2021. Chest Pain in Children: Common Causes & When to Be Concerned
  3. Pediatrics in Review, diakses 19 Februari 2021. Chest Pain in Children and Adolescents | American Academy of Pediatrics
  4. Cincinnati Children’s, diakses 19 Februari 2021. Chest Pain in Children | Causes & Instructions for Parents
    register-docotr