Info Sehat

Waspada Demam akibat Tikus di Musim Hujan, Ini 11 Cara Mencegahnya

February 19, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Musim hujan sering membawa “tamu tak diundang” berupa penyakit-penyakit yang mengikutinya. Salah satu faktor penyebabnya adalah tikus yang berkeliaran secara bebas.

Beberapa penyakit yang umum terjadi akibat hewan yang satu ini, di antaranya adalah leptospirosis, rat bite fever, dan demam tifoid atau tipes.

Lalu apa saja yang bisa kamu lakukan untuk terhindar dari berbagai ancaman kesehatan tersebut? Mari simak jawabannya lewat ulasan di bawah ini.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 5 Jenis Penyakit yang Ditularkan oleh Tikus

Mengapa tikus semakin berbahaya di musim hujan?

Di musim hujan, tikus sering pindah ke rumah untuk menghindari gangguan yang disebabkan oleh air pada liang tempat mereka tinggal.

Kondisi ini akan membuat mereka menjadikan barang-barang rumah tangga yang rusak menjadi sarang barunya.

Situasi menjadi semakin rumit ketika sumber makanan di ‘rumah’ mereka yang dulu ikut hancur oleh air hujan.

Mau tak mau mereka akan berkeliaran di dalam rumah untuk mencari makanan dan pada akhirnya menyebabkan berbagai penyakit.

Berbagai penyakit akibat tikus yang muncul di musim hujan

Berikut adalah ringkasan beberapa penyakit paling umum yang terkait dengan tikus, khususnya di musim hujan.

Leptosiprosis

Leptospirosis adalah infeksi yang terjadi ketika bakteri Leptospira masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, mata, atau selaput lendir. Hewan yang menularkan infeksi ini ke manusia termasuk tikus, sigung, dan rakun.

Masa inkubasi penyakit ini adalah 2­26 hari, dan gejalanya muncul rata­-rata setelah 10 hari sejak terkena infeksi,

Penyakit ini lebih sering terjadi di negara beiklim tropis yang memiliki musim hujan. Risikonya menjadi lebih tinggi pada saat terjadi curah hujan berlebihan dan banjir.

Gejalanya yaitu demam tinggi, menggigil, batuk, mual, sakit perut, diare, sakit kepala, nyeri otot terutama di betis dan mata merah. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berkembang menjadi penyakit weils, hingga kematian.

Baca juga: Musim Hujan Tiba, Waspadai Penularan Penyakit Leptospirosis!

Rat bite fever

Demam gigitan tikus (RBF) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh dua bakteri berbeda, yakni Streptobacillus moniliformis, dan Spirillum minus.

Beberapa faktor penyebab seseorang menjadi rentan terkena infeksi ini di antaranya:

  • Kontak dengan hewan pengerat yang membawa bakteri tersebut, atau
  • Konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi urine atau kotoran hewan pengerat yang membawa bakteri tersebut.

Tanpa diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, RBF dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih parah hingga kematian. Adapun gejala yang ditimbulkan meliputi:

  • Demam
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi atau bengkak
  • Ruam.

Demam tifoid

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Jarang terjadi di negara maju, penyakit ini masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di negara berkembang, terutama bagi anak-anak.

Makanan dan air yang terkontaminasi, atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi sangat rentan menyebabkan demam tifoid. Tanda dan gejala biasanya meliputi:

  1. Demam tinggi
  2. Sakit kepala
  3. Sakit perut
  4. Sembelit atau diare.

Kebanyakan penderitanya merasa lebih baik beberapa hari setelah mereka memulai pengobatan antibiotik. Tetapi sebagian kecil mungkin meninggal karena komplikasi.

Menjaga kebersihan rumah dari tikus di musim hujan

Kamu bisa melakukan beberapa tips berikut untuk mengurangi gangguan tikuspenyebab penyakit di musim hujan:

  1. Simpan makanan dalam wadah atau toples penyimpanan anti hewan pengerat. Jika mereka tidak dapat mengakses sumber makanan, kecil kemungkinannya mereka memasuki gedung dan akan mencari makanan di tempat lain.
  2. Jaga tempat sampah sejauh mungkin dari titik masuk ke dalam rumah. Jika ruangan dalam rumah kamu terbatas, cobalah untuk menaikkan tempat sampah di atas lantai. Ini akan mempersulit tikus untuk mengaksesnya.
  3. Setelah hujan deras, bersihkan puing-puing sesegera mungkin agar tidak menjadi sarang baru dari hewan pengerat yang satu ini.
  4. Hewan pengerat dapat masuk melalui celah yang sangat kecil, jadi pastikan telah menutup semua area di sekitar pipa air, titik masuk saluran utilitas, ventilasi, dan pintu.
  5. Jangan gunakan benda yang bisa dikerat untuk menutup lubang karena mereka bisa mengunyah busa dan dempul kering. Jadi coba gunakan kawat logam atau kawat galvanis.
  6. Pasang perangkap tikus untuk menangkap mereka.
  7. Jaga kebersihan di dalam rumah, termasuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menangani hewan dan produk hewan
  8. Hindari menyentuh hewan mati dengan tangan kosong
  9. Membersihkan semua luka sesegera mungkin dan menutupinya dengan perban tahan air
  10. Menghindari mengarungi, berenang, atau kontak lainnya dengan sungai, sungai, dan air danau, terutama setelah banjir, atau mandi segera setelah terpapar
  11. Hindari kontak dengan atau konsumsi apa pun yang telah bersentuhan dengan air banjir

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

The health risk from rats during flooding, https://www.rentokil.co.uk/blog/health-risk-rats-flooding/ diakses pada 18 Februari 2021

Rat bite fever, https://www.cdc.gov/rat-bite-fever/symptoms/index.html diakses pada 18 Februari 2021

Thypoid fever, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661 diakses pada 18 Februari 2021

Waspada Leptospirosis, http://www.rscarolus.or.id/article/waspada-leptospirosis diakses pada 18 Februari 2021

Leptospirosis: What you need to know, https://www.medicalnewstoday.com/articles/246829#symptoms diakses pada 18 Februari 2021

Leptospirosis prevention: With monsoon season upon us, here’s everything you need to know to avoid ‘rat fever’, https://www.firstpost.com/health/leptospirosis-prevention-with-monsoon-season-upon-us-heres-everything-you-need-to-know-to-avoid-rat-fever-6909981.html diakses pada 18 Februari 2021

 

    register-docotr