Info Sehat

5 Kelainan Tulang yang Paling Sering Terjadi, Bukan Cuma Osteoporosis!

February 19, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Tulang memiliki fungsi yang lebih dari sekadar menopang tubuh saja, salah satunya adalah memfasilitasi pergerakan serta memberikan perlindungan pada organ dalam. Ketika kelainan tulang terjadi, ini dapat menganggu aktivitas harian.

Yuk ketahui apa saja kasus kelainan tulang yang paling sering terjadi supaya kamu bisa menghindari risikonya!

Baca juga: Kaya akan Kalsium, Manfaat Tempe Bisa Tingkatkan Kesehatan Tulang Lho!

Kasus kelainan tulang yang paling sering terjadi di Indonesia

Tulang mengandung jaringan dan sel yang berbeda. Semua komponen ini bekerja sama untuk membuat tulang menjadi jaringan multifungsi. Maka dari itu, kesehatan tulang harus selalu dijaga agar tulang mampu menjalankan fungsi normalnya.

Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kelainan tulang, ini termasuk kurangnya asupan nutrisi, seperti kalsium dan vitamin D, gaya hidup yang tidak sehat, kurang berolahraga, cedera, atau beberapa kondisi medis tertentu.  

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah kasus kelainan tulang yang sering terjadi di Indonesia:

1. Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang adalah penyakit di mana kepadatan dan kualitas tulang menjadi berkurang. Tulang menjadi lebih keropos dan rapuh, risiko patah tulang pun semakin meningkat.

Kondisi ini biasanya diidentikan dengan lansia, namun pengeroposan tulang juga dapat terjadi pada usia muda.

Dikutip dari Kemkes.go.id, penelitian dari International Osteoporosis Foundation mengungkapkan bahwa 1 dari 4 wanita Indonesia yang berusia 50-80 tahun memiliki risiko untuk terkena kondisi ini. Risiko wanita untuk terkena osteoporosis pun lebih tinggi 4 kali dibandingkan dengan pria.

Penyebab terjadinya kelainan tulang ini adalah adanya gangguan metabolisme tulang. Penyakit ini digolongkan sebagai silent disease karena tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Adapun gejala dari osteroporosis yakni:

  • Nyeri punggung
  • Kehilangan tinggi badan seiring dengan waktu
  • Postur membungkuk
  • Tulang menjadi mudah patah

2. Kelainan tulang paget’s disease

Penyakit paget adalah jenis kelainan tulang kedua yang paling umum setelah osteoporosis. Penyakit ini merupakan gangguan proses pembentukan kembali tulang, di mana tubuh menyerap tulang tua dan membentuk tulang baru yang tidak normal.

Seiring dengan waktu, penyakit ini dapat menyebabkan tulang yang terpengaruh menjadi rapuh dan lemah. Penyebab dari kelainan tulang ini belum diketahui secara pasti, namun peneliti menduga faktor lingkungan dan genetik berkontribusi pada penyakit ini.

Kebanyakan orang yang menderita penyakit ini tidak memiliki gejala. Tetapi ketika gejala muncul keluhan paling umum adalah nyeri tulang.

3. Kelainan tulang belakang

kelainan tulang belakang
Dari kiri ke kanan: kifosis, lordosis, skoliosis. Sumber foto: SCI Progress.

Salah satu masalah tulang yang kerap dialami oleh banyak orang adalah kelainan tulang belakang. Dikutip dari Web MD, kelainan tulang belakang dibedakan menjadi tiga, yaitu skoliosis, kifosis, dan lordosis. Masing-masing memiliki perbedaan dari segi bentuk, gejala, dan penyebabnya.

Kelainan tulang kifosis

Kifosis adalah kondisi di mana tulang belakang bagian atas melengkung ke depan. Kelainan tulang belakang yang satu ini membuat pengidapnya terlihat seperti membungkuk atau memiliki ‘punuk’ yang menonjol.

Mengutip dari Healthline, kondisi tersebut dapat memberi tekanan pada paru-paru, sehingga bisa menyebabkan kesulitan bernapas. Pada kasus yang ringan, kifosis jarang menimbulkan sakit. Namun pada tingkat yang parah, rasa nyeri tak tertahankan biasanya akan muncul.

Secara umum, keadaan tersebut bisa terjadi akibat penurunan kekuatan tulang belakang seiring bertambahnya usia. Meski, kifosis juga dapat dipicu oleh malformasi tulang pada saat bayi dan remaja.

Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kelainan tulang belakang tersebut, di antaranya:

  • Otot di sekitar punggung bagian atas melemah
  • Arthritis atau radang sendi
  • Osteoporosis atau hilangnya kepadatan tulang
  • Cedera tulang belakang
  • Terkilir
  • Infeksi di tulang belakang
  • Cacat lahir seperti spina bifida
  • Tumor
  • Polio

Kelainan tulang lordosis

Lordosis adalah kondisi di mana tulang belakang bagian bawah melengkung masuk ke dalam. Dalam kasus yang parah, lordosis dapat memengaruhi kemampuan untuk bergerak.

Mengutip dari Medical News Today, lordosis biasanya menyebabkan bokong dan area perut membentuk seperti tonjolan. Seseorang yang mengidap kelainan tulang belakang tersebut akan sulit untuk berbaring karena lekukan di punggung bagian bawahnya.

Lordosis juga bisa menyebabkan:

  • Sakit punggung atau leher
  • Nyeri yang menjalar hingga ke kaki
  • Kesemutan dan mati rasa di sekitar area terdampak

Lordosis dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya adalah obesitas, osteoporosis, hingga penyakit kanker tulang.

Kelainan tulang skoliosis

Skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping. Keadaan tersebut merupakan kelainan tulang yang tidak mengenal usia.

Skoliosis dapat terjadi pada siapa saja, termasuk bayi dan orang dewasa. Meskipun demikian, skoliosis paling sering terjadi pada anak-anak berusia 10 hingga 15 tahun.

Penyebab pasti jenis skoliosis yang paling umum tidak diketahui, namun tampaknya ini melibatkan faktor genetik yang meningkatkan risiko terkena skoliosis.  

Jenis skoliosis yang kurang umum sendiri dapat disebabkan oleh kondisi neuromuskuler (seperti cerebral palsy dan distrofi otot), cacat lahir yang memengaruhi tulang belakang, serta cedera atau infeksi pada tulang belakang.

Gejala skoliosis di antaranya adalah:

  • Bahu tidak rata
  • Satu tulang belikat yang tampak lebih menonjol dari yang lain
  • Pinggang tidak rata
  • Satu sisi pinggul yang lebih tinggi dari yang lain

4. Rakitis

Rakitis adalah kondisi yang terjadi akibat melunaknya dan melemahnya tulang pada anak-anak. Kelainan tulang ini biasanya terjadi karena kekurangan vitamin D yang ekstrem dan berkepanjangan.

Vitamin D sendiri membantu tubuh anak untuk menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Kurangnya asupan vitamin D membuat anak sulit untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfor dalam tulang. Nah, hal inilah yang menyebabkan terjadinya rakitis.

Pada kasus yang jarang terjadi, rakitis juga dapat diturunkan oleh anggota keluarga. Gejala rakitis termasuk:

  • Pertumbuhan yang tertunda
  • Keterampilan motorik yang terlambat
  • Nyeri di tulang belakang, panggul, dan tungkai
  • Kelemahan otot

Baca juga: Mengenal Penyakit Rakitis, Kelainan Tulang yang Menyerang Anak-anak

5. Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi yang terjadi pada tulang. Infeksi dapat mencapai tulang dengan berjalan melalui aliran darah atau menyebar dari jaringan dekat. Tak hanya itu, infeksi juga dapat dimulai dari tulang itu sendiri jika cedera menyebabkan tulang terpapar kuman.

Kebanyakan kasus pada kelainan tulang ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus, jenis kuman yang biasanya ditemukan di kulit atau di hidung.

Perokok dan seseorang yang memiliki masalah kesehatan kronis, seperti diabetes atau gagal ginjal lebih berisiko untuk terkena penyakit ini. Adapun gejala dari osteomielitis adalah:

  • Demam
  • Pembengkakan, area yang terinfeksi berwarna merah dan terasa hangat
  • Rasa nyeri pada area yang terinfeksi
  • Kelelahan

Penyakit tulang yang jarang terjadi atau langka

Jika di atas sudah disebutkan sejumlah penyakit tulang yang seringkali terjadi, untuk melengkapi informasi, berikut adalah penyakit tulang yang langka ditemukan.

1. Osteopetrosis

Penyakit tulang langka ini juga dikenal dengan nama marble bone disease atau penyakit Albers-Schonberg. Yaitu kondisi saat tulang mengeras dan menjadi lebih padat. Penyakit ini memiliki perkiraan pravelansi 1 dari 100.000 hingga 500.000 kejadian.

Karena tulang menjadi lebih padat, kemudian menjadi lebih mudah patah atau retak. Biasanya pada penderita penyakit ini dalam kategori ringan tidak menunjukkan gejala apa-apa. Biasanya juga penyakit ini baru terdeteksi ketika orang tersebut melakukan rontgen dan dokter tidak sengaja mengetahui kondisi ini.

Tapi beberapa orang juga mungkin mengalami sejumlah gejala saat mengalami penyakit langka ini. Misalnya patah tulang, kelengkungan tulang belakang yang tidak normal dan kelainan tulang lainnya.

Dapat juga muncul gejala berupa artritis di pinggul dan juga infeksi tulang yang disebut osteomielitis. Biasanya kondisi ini baru terdeteksi di akhir masa anak-anak atau menjelang remaja.

2. Melorheostosis

Kata Melorheostosis berasal dari bahasa Yunani. Melos berarti tungkai. Rheos berarti aliran dan Ostosis mengacu pada pembentukan tulang. Atau mudahnya dapat dipahami dengan pertumbuhan atau pembentukan tulang.

Seperti namanya, penyakit tulang langka ini menyebabkan pertumbuhan abnormal jaringan tulang baru di permukaan yang sudah ada. Pertumbuhan abnomal ini bersifat nonkanker dan tidak menyebar dari satu tulang ke tulang lainnya.

Tanda dan gejala penyakit tulang langka ini biasanya muncul di masa anak-anak dan remaja. Jika mengalaminya bisa menyebabkan nyeri kronis jangka pandang dan pada beberapa orang, anggota tubuh tampak menebal atau membesar.

Penyakit langka ini diperkirakan disebabkan oleh mutasi gen, yang menyebabkan tulang baru dapat tumbuh tidak normal.

Biasanya penyakit ini memengaruhi satu tulang lengan atau tungkai. Tapi bisa juga memengaruhi tulang panggul, tulang dada, dan tulang lainnya.

3. Penyakit tulang Gorham-Stout

Penyakit tulang ini dikenal juga dengan sebutan penyakit tulang hilang. Karena penyakit ini menyebabkan pengeroposan tulang dan membuat tulang rusak dan akhirnya disebut dengan tulang menghilang.

Dapat memengaruhi tulang rusuk, tulang belakang, panggul, tengkorak, tulang selangka dan rahang. Dalam beberapa kasus, orang yang mengalaminya akan merasakan nyeri dan bengkak di area tulang yang terpengaruh.

Selain itu beberapa gejala yang mungkin dialami orang pengidap penyakit tulang ini antara lain:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • penurunan berat badan
  • Atau kondisi di mana cairan limfatin bocor dan terkumpul di dada, yang menyebabkan infeksi atau gangguan pernapasan

Selain itu, gejala lain juga mungkin muncul, tergantung tulang mana yang terpengaruh. Misalkan saja memengaruhi tulang belakang dan tengkorak dapat menunjukkan gejala adanya komplikasi neurologis, kelumpuhan dan terkadang cairan tulang belakang bocor.

Selain itu mungkin juga mengalami kelemaham umum yang semakin parah seiring waktu. Jika memengaruhi rahang, dapat menyebabkan sakit pada rahang, gigi lepas dan patah tulang dan perbubahan bentuk wajah.

Tidak diketahui penyebab pasti dari penyakit langka ini, namun siapa saja bisa mengalaminya, dari anak-anak, deasa muda hingga orang di bawah usia 40 tahun.

Dilansir dari childrenhospital.org, tim ahli di Boston Children’s Vascular Anomalies Center telah merawat atau berkonsultasi dengan lebih dari 50 pasien dari seluruh dunia. Diperlukan kerjasama dengan keluarga untuk merawat kondisi langka tersebut.

Itulah beberapa kelainan tulang yang paling sering terjadi di Indonesia dan juga penyakit tulang yang jarang terjadi di Indonesia, bahkan dunia.

Menjaga kesehatan tulang itu penting, oleh karenanya yuk jalani gaya hidup sehat dengan selalu memenuhi asupan kalsium dan vitamin D mulai dari sekarang!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 17 September 2020. Bone Pain 

Healthline (2019). Diakses pada 17 September 2020. Bone Function: Why Do We Have Bones? 

International Osteoporosis Foundation. Diakses pada 17 September 2020. What Is Osteoporosis? 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 17 September 2020. Osteomyelitis 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 17 September 2020. Paget’s Disease of Bone 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 17 September 2020. Rickets 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 17 September 2020. Osteoporosis 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 17 September 2020. Scoliosis 

Medical News Today (2018). Diakses pada 17 September 2020. What Is Paget’s Disease of Bone? 

NHS (2020). Diakses pada 17 September 2020. Scoliosis

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI (2015). Diakses pada 17 September 2020. Data dan Kondisi Penyakit Osteoporosis di Indonesia

Total Orthopaedic Care (2018). Diakses pada 17 September 2020. 10 Different Types of Bone Disease to Watch For 

WebMD, diakses 16 Desember 2020, Types of Spine Curvature Disorders.

Mayo Clinic, diakses 16 Desember 2020, Kyphosis.

Healthline, diakses 16 Desember 2020, What Is Kyphosis?

Healthline, diakses 16 Desember 2020, What Causes Lordosis?

Medical News Today, diakses 16 Desember 2020, What is lordosis and what causes it?

 

    Berita Terkait
    register-docotr