Kesehatan Anak

Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab Alergi pada Anak Sebelum Terlambat Ditangani

July 18, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Biasanya alergi yang ditimbulkan pada setiap anak memberikan efek yang berbeda-beda. Agar tidak terlambat menanganinya, para orang tua harus mengetahui penyebab alergi pada anak yang sering terjadi, simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil saat Hamil? Wajar Kok Moms, Kenali Penyebabnya di Sini!

Penyebab alergi pada anak

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab atau pemicu alergi pada anak, di antaranya adalah sebagai berikut:

Faktor genetik

Ternyata penyebab alergi pada anak juga dapat dipicu oleh faktor genetik. Faktor ini berperan penting pada munculnya penyakit, bentuk dan tingkat keparahannya, serta riwayat penyakit alergi. 

Biasanya sang anak akan berisiko lebih besar mengalami alergi apabila anggota keluarganya, terutama garis pertama memiliki riwayat alergi.

Faktor makanan

Alergi makanan atau biasa sering disebut dengan food allergy merupakan reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Alergi makanan pada anak dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak menganggap protein di dalam makanan merupakan suatu ancaman bagi tubuh.

Para orang tua harus memerhatikan dengan baik makanan yang dikonsumsi anak dikarenakan ada beberapa kasus, alergi makanan bisa sampai mengancam nyawa.

Jenis alergi yang kerap menyerang anak-anak

Alergi yang menyerang anak-anak pun ada berbagai jenis. Berikut jenis alergi yang paling sering dialami anak-anak.

Alergi pada hidung

Biasanya alergi pada hidung dapat didiagnosis oleh dokter setelah menginjak usia di atas 4 tahun. Hal ini dikarenakan dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum seorang anak benar-benar mengalami alergi.

Alergi pada kulit

Kulit biasanya menjadi reaksi terbesar jika tubuh mengalami alergi. Gejala alergi kulit pada anak bisa tampak seperti eksim yaitu bagian kulit tampak kering, merah, bersisik dan gatal.

Salah satu contoh alergi kulit adalah biduran (urtikaria) yang merupakan reaksi alergi berupa bentolan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan dengan rasa gatal. Urtikaria ini efeknya bisa lokal, tapi dapat juga menyebar ke seluruh tubuh.

Rhinitis alergik

Rhinitis alergi merupakan alergi paling umum yang paling sering terjadi pada anak-anak. Gejalanya meliputi hidung berlendir dan gatal, bersin, mengalirnya lendir dari belakang hidung yang tertelan dan hidung tersumbat.

Selain itu, anak yang mengalami rhinitis alergi akan mengalami gatal, mata berair, mata merah dan masalah telinga kronis.

Alergi pada binatang

Ada beberapa anak yang dapat mengalami alergi pada binatang peliharaan. Biasanya yang menjadi pemicu alergi tersebut terdapat pada sel kulit, urine, bulu, dan air liur binatang tersebut.

Gejala yang paling umum terjadi yaitu ketika anak bersin-bersin setelah bermain ataupun memegang binatang peliharaan.

Alergi asma bronkial

Alergi jenis yang satu ini biasanya menyerang saluran napas bagian bawah. Faktor pemicunya bisa dikarenakan oleh infeksi virus, zat alergen seperti serbuk bunga, bulu binatang, jamur di udara, debu rumah, asap rokok, kabut, dan bahan kimia.

Obat-obatan

Reaksi hipersensitivitas ini terjadi selama dan pemakaian obat. Gejalanya biasanya  kulit akan tampak seperti biduran, kemerahan seperti rasa gatal, bengkak di kelopak mata atau bengkak di bibir.

Baca Juga: Serba-serbi Kutu Kelamin, Benarkah Bisa Menyebabkan Penyakit?

Bahan alami untuk atasi alergi pada anak

Sebelum menggunakan obat-obatan kimia, sebaiknya kamu usahakan dulu untuk menggunakan bahan alami ini untuk mengatasi alergi, berikut uraiannya:

Madu

Tidak hanya baik untuk kesehatan, ternyata madu dipercaya dapat mengurangi gejala alergi jika dikonsumsi setiap hari. 

Kunyit

Selain dijadikan bumbu masakan yang memiliki rasa yang khas, kunyit ternyata memiliki efek yang dapat melegakan pernapasan dan meredakan gejala alergi.

Rosemary

Ternyata rosemary mengandung asam rosmarinic, yang telah terbukti memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. Selain itu, asam rosmarinic juga dapat menekan imunoglobulin alergi.

Bawang putih

Bawang putih merupakan antiinflamasi alami karena mengandung senyawa yang disebut diallyl disulfide, yang melawan produksi sitokin pro-inflamasi. Selain itu, bawang putih juga dapat menjadi penguat sistem kekebalan tubuh yang terkenal.

Jadi, sekarang sudah paham kan apa saja yang menjadi faktor penyebab alergi pada anak? Jangan sampai terlambat mengetahui dan menanganinya ya, karena jika terlambat dapat berakibat fatal dan mengancam nyawa sang anak.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr