Kehamilan

Hasil Test Pack Negatif Tapi Hamil, Apa Saja Penyebabnya?

July 18, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Pernahkah kamu melakukan test pack negatif, tapi sebenarnya dalam kondisi positif hamil? Ya, kondisi ini mungkin terjadi dan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Apa sebenarnya penyebab test pack negatif tapi hamil?

Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini:

Cara kerja test pack untuk mendeteksi kehamilan

Test pack atau alat kehamilan bekerja dengan cara melakukan deteksi hormon hCG atau human chorionic gonadotrophin. Ini merupakan hormon yang terkandung di dalam urine ibu hamil.

Hormon ini diproduksi ketika Moms hamil dan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Hormon ini menempel pada dinding rahim setelah sel telur dibuahi.

Apabila Moms mendapatkan hasil negatif pada tes kehamilan, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi: tidak hamil atau hamil namun tidak terdeteksi.

Mengapa test pack negatif tapi hamil?

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan test pack negatif namun Moms hamil. Kondisi seperti ini biasanya disebut dengan ‘negatif palsu’.

False negative atau negatif palsu pada pemeriksaan test pack ini terjadi karena beberapa faktor, seperti:

Pemeriksaan terlalu dini

Apabila Moms melakukan pemeriksaan dan hasil test pack negatif tapi hamil kemungkinan karena tes dilakukan terlalu dini.

Saat Moms melakukan pemeriksaan yang terlalu dini, kemungkinan test pack tidak mengambil cukup hCG untuk menjadikan test pack Moms positif.

Alat test pack yang kurang sensitif

Masing-masing alat test pack memiliki kemampuan mengukur kadar hormon hCG yang berbeda sehingga memiliki akurasi yang beragam.

Pemeriksaan tidak menggunakan urine pertama

Pemeriksaan kehamilan melalui test pack yang efektif biasanya dilakukan menggunakan urine pertama saat bangun tidur.

Jika Moms melakukan pemeriksaan tidak dengan urine pertama di pagi hari, kemungkinan konsentrasi hCG dalam urine tidak cukup tinggi.

Mengonsumsi terlalu banyak cairan

Apabila Moms mengonsumsi terlalu banyak cairan pada malam sebelum melakukan pemeriksaan kehamilan, kemungkinan hasilnya akan negatif.

Konsumsi terlalu banyak cairan sebelum tes akan mencairkan kadar hormon dalam urine.

Alat test pack yang kedaluwarsa

Alasan lain yang menyebabkan hasil test pack negatif tapi hamil adalah penggunaan alat tes yang telah kedaluwarsa.

Untuk itu, sangat penting agar Moms selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan test pack.

Lokasi penyimpanan yang tidak sesuai

Menyimpan test pack pada tempat yang tidak sesuai mampu menurunkan kadar kualitas alat test pack tersebut. Moms harus menyimpan alat test pack tersebut di tempat yang aman dan bersuhu ruang.

Tidak mengikuti instruksi dengan tepat

Apabila Moms tidak mengikuti instruski penggunaan yang tertera pada kemasan test pack, hal ini juga bisa menjadi penyebab test pack negatif meski sebenarnya hamil.

Untuk itu, selalu perhatikan instruksi penggunaan pada kemasan. Biasanya, setelah test pack dimasukkan ke urine, Moms harus menunggu terlebih dahulu selama beberapa menit untuk melihat hasilnya.

Kondisi medis penyebab test pack negatif tapi hamil

Selain faktor penyebab di atas, ada juga beberapa hal lain berkaitan dengan kondisi medis yang membuat hasil test pack negatif meski sebenarnya positif hamil. Berikut daftarnya:

Kehamilan ektopik

Apabila Moms mengalami kehamilan ektopik, kondisi hasil negatif pada test pack masih bisa terjadi. Menurut penelitian, 3 persen kehamilan ektopik pasti menunjukkan hasil test pack yang negatif.

Kehamilan ektopik terjadi apabila sel telur yang dibuahi tidak melekat pada rahim. Sebagai gantinya, ia dapat menempel pada tuba falopi, rongga perut, atau serviks.

Meskipun tidak selalu jelas, penyebab kehamilan ektopik masih bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • Peradangan dan jaringan parut tuba falopi dari kondisi medis sebelumnya seperti, infeksi, atau operasi
  • Faktor hormonal
  • Kelainan genetik
  • Cacat lahir
  • Kondisi medis yang mempengaruhi bentuk dan kondisi saluran tuba dan organ reproduksi

Hook effect

Hook effect merupakan kondisi langka yang bisa menyebabkan terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan kehamilan. Kondisi ini juga biasa disebut dengan istilah high-dose hook effect atau prozone effect.

Umumnya, hook effect pada pemeriksaan kehamilan terjadi ketika seseorang memiliki hormon hCG dalam konsentrasi yang sangat tinggi. Baik ketika diperiksa melalui tes urine ataupun tes darah.

Jaga kesehatan Moms dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

1. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 14 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4309153/

2. clearblue.com (2019). Diakses 14 Juli 2020. https://www.clearblue.com/pregnancy-tests/negative-results#:~:text=If%20you’re%20testing%20before,urine%20wasn’t%20high%20enough.

3. webmd.com. Diakses 14 Juli 2020. https://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-tests#1

4. healthline.com (2018). Diakses 14 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/pregnancy/ectopic-pregnancy#causes

5. healthline.com (2016). Diakses 14 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/pregnancy/causes-of-negative-test-no-period#medical-conditions

6. healthline.com (2019). Diakses 14 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/pregnancy/hook-effect#the-effect-explained

    Berita Terkait
    register-docotr