Kesehatan Anak

Bayi Jalan Jinjit, Normal Atau Berbahaya?

May 17, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ketika anak sudah bisa mulai berjalan, tentu saja ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Moms. Ketika anak baru mulai berjalan, Moms mungkin saja memerhatikan bahwa ia berjalan jinjit. Namun, apakah ini normal atau berbahaya?

Baca juga: Mengenal Fimosis: Gangguan Penis yang Sering Terjadi pada Bayi

Apakah bayi berjalan jinjit normal atau berbahaya?

Jalan jinjit merupakan berjalan dengan menggunakan jari kaki atau bola kaki, bukan dengan tumit yang menyentuh tanah. Perlu Moms ketahui bahwa jalan jinjit cukup umum terjadi pada anak-anak yang baru mulai berjalan.

Kebanyakan anak-anak dapat mengatasinya. Tak hanya itu, faktor kebiasaan juga bisa menyebabkan bayi berjalan jinjit. Dikutip dari Mayo Clinic, selama anak tumbuh dan berkembang secara normal, berjalan jinjit bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Adakah penyebab lain bayi berjalan jinjit?

Meskipun demikian, ada beberapa penyebab lain dari bayi berjalan jinjit, yakni kondisi medis tertentu dan ini harus menjadi perhatian bagi Moms. Berikut ini adalah kondisi medis yang bisa menyebabkan bayi berjalan jinjit.

1. Cerebral palsy

Cerebral palsy merupakan suatu kondisi yang bisa memengaruhi postur tubuh, kekuatan otot, hingga koordinasi. Penderita kondisi ini mungkin saja tidak stabil saat berjalan, tak terkecuali berjalan dengan cara jinjit. Tak hanya itu, otot juga mungkin saja terasa kaku.

2. Distrofi otot

Distrofi otot merupakan suatu kondisi genetik yang menyebabkan otot melemah atau mengecil. Salah satu efek yang mungkin ditimbulkan adalah berjalan jinjit.

Apabila sebelumnya seorang anak berjalan secara normal, dan kemudian secara tiba-tiba berjalan dengan cara jinjit. Ini bisa menjadi tanda dari distrofi otot.

3. Kelainan sumsum tulang belakang

Kelainan sumsum tulang belakang, seperti sumsum tulang belakang yang terikat, di mana sumsum tulang belakang menempel pada tulang belakang juga dapat menyebabkan bayi jinjit saat berjalan.

Baca juga: Bayi Alergi Detergen? Jangan Panik, Ini Tips Mengatasinya!

4. Gangguan spektrum autisme

Gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder/ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi perkembangan komunikasi atau perilaku.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seseorang dengan kondisi ini memiliki cara belajar, memerhatikan, atau bereaksi secara berbeda. Berjalan jinjit pada bayi dengan kondisi ini mungkin saja disebabkan oleh adanya respons sensori.

Seperti, anak mungkin tidak menyukai sensasi ketika tumit mereka menyentuh tanah. Penyebab lain mungkin saja gangguan terkait dengan penglihatan atau keseimbangan.

Bagaimana cara menghentikan anak berjalan jinjit?

Perlu Moms ketahui bahwa jika anak terus berjalan jinjit hingga melewati usia 5 tahun, anak dapat mengalami masalah berjalan dengan bertumpu pada tumit di kemudian hari.

Di sisi lain, jika bayi sering berjalan jinjit, anak dapat juga mengalami masalah saat mengenakan sepatu dengan nyaman atau menjadi mudah jatuh. Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi berjalan jinjit pada anak, di antaranya adalah.

  • Untuk anak yang berusia 2-5 tahun, terutama jika mereka dapat berjalan secara normal, mengingatkan anak untuk berjalan dengan bertumpu pada tumitnya dapat membantu
  • Mengenakan gips kaki khusus (special leg casts) yang dapat membantu meregangkan otot dan tendon di betis jika otot ataupun tendon mereka menegang
  • Menggunakan alat khusus yakni ankle-foot orthosis (AFO) yang dapat membantu meregangkan otot dan tendon di pergelangan kaki. Jenis brace ini dapat digunakan dalam jangkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan leg cast
  • Suntikan botoks di kaki dapat membantu merilekskan otot kaki yang terlalu aktif atau tegang, jika hal tersebut yang menyebabkan anak berjalan jinjit

Namun, apabila seorang anak terus berjalan dengan cara jinjit setelah berusia 5 tahun, dan tidak dapat berjalan secara normal jika diminta, ini dapat membuat otot dan tendonya terlalu kencang jika dipasangkan dengan brace atau leg cast.

Untuk menanganinya, operasi untuk memperpanjang sebagian tendon Achilles mungkin membantu. Jika Moms khawatir jika bayi berjalan jinjit. Moms juga dapat berkonsultasi dengan dokter.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai bayi berjalan jinjit yang perlu Moms ketahui. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Baby Center. Diakses pada 11 Mei 2021. Your child is toe walking 

Healthline (2018). Diakses pada 11 Mei 2021. What Is Toe Walking and How Is It Treated? 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 11 Mei 2021. Toe walking in children 

    register-docotr