Kesehatan Anak

Bayi Alergi Detergen? Jangan Panik, Ini Tips Mengatasinya!

May 7, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bayi memiliki kulit yang rentan dan sensitif. Itu sebabnya beberapa di antara mereka ada yang mudah terkena alergi, bahkan dari detergen atau pewangi pakaian.

Kandungan detergen seperti pewangi, pengawet, pewarna dan zat kimia lain merupakan substansi yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Tidak hanya pada bayi, tapi juga pada orang dewasa.

Baca juga: Alergi Kulit pada Bayi: Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya

Mengapa bayi bisa alergi detergen?

Detergen mengandung zat aktif permukaan atau surfaktan. Zat ini bekerja dengan cara melepaskan partikel debu dan minyak, sehingga mudah dihilangkan saat dicuci.

Nah, surfaktan yang terlalu keras dapat membahayakan orang yang memiliki kulit sensitif, termasuk bayi.

Alergen di dalam detergen biasanya akan menimbulkan alergi secara perlahan. Perlu beberapa kali paparan sebelum alergi timbul. 

Namun ketika reaksi alergi muncul, biasanya hanya dibutuhkan paparan dalam jumlah kecil saja untuk memicunya kembali timbul di masa mendatang.

Tips mengatasi bayi alergi detergen

Secara umum, mengatasi alergi pada bayi, apalagi yang disebabkan oleh detergen bisa dilakukan dengan cara berikut:

Hindari pemicu

Karena pemicu reaksi alergi ini adalah detergen dan pewangi pakaian, maka Moms harus menghindari paparan zat kimia ini pada si Kecil. Moms bisa menggunakan produk hypoallergenic supaya tidak menimbulkan reaksi alergi pada bayi.

Moms bisa menemukan beberapa rekomendasi detergen hypoallergenic di berbagai toko. Produk-produk ini biasanya dibuat dengan formula khusus agar tidak menimbulkan reaksi alergi.

Biasanya produk-produk ini mengandung bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan dan tanpa pewarna, paraben, fosfat dan phthalate.

Gunakan sabun mandi tanpa pewangi

Gunakan sabun mandi ringan tanpa pengharum untuk memandikan bayi. Setelah itu, keringkan badan dengan menepuk-nepuk kulit si Kecil secara perlahan, jangan digosok terlalu keras karena hal ini bisa mengiritasi kulit yang sedang alergi.

Ingatlah untuk selalu gunakan sabun yang tidak mengandung pengharum serta termasuk produk yang hypoallergenic saat memandikan bayi. Jika perlu, selalu gunakan air hangat untuk memandikannya.

Baca juga: Moms, Ini Waktu Mandi yang Tepat agar Bayi Tidak Rewel

Oleskan krim pelembap

Setelah mandi, berikan bayi pelembap. Oleskan pelembap dua atau tiga kali dalam sehari. Moms pun bisa memadukannya dengan ceramide atau molekul yang dapat melindungi lapisan paling luar kulit untuk hasil yang lebih maksimal.

Hentikan gatal-gatal yang timbul

Reaksi alergi berupa ruam akan menyebabkan gatal-gatal. Sebelum si Kecil bisa menggaruknya, cobalah aplikasikan salep hydrocortisone atau obat yang diresepkan oleh dokter.

Apakah harus mengganti detergen?

Berikut ini adalah beberapa langkah penangaan khusus dalam pencucian pakaian bayi supaya tidak lagi menimbulkan reaksi alergi:

Gunakan baking soda dan cuka

Cucilah pakaian dua kali setiap kali mencuci. Mencuci dua kali dapat menghilangkan residu detergen yang bisa saja menumpuk di pakaian dan tidak hilang dalam satu kali pencucian.

Namun untuk proses pencucian kedua, gunakan baking soda dan cuka. Baking soda dan cuka merupakan solusi mencuci yang alami. 

Jangan khawatir terhadap hasilnya, karena bahan-bahan yang tidak menyebabkan alergi ini juga bisa membantu pakaian tetap terlihat berkilau dan lembut secara alami.

Untuk lebih maksimal, Moms bisa gunakan air panas untuk mencuci. Suhu panas bisa membunuh alergen lain yang bisa saja menempel di baju si Kecil.

Buat detergen sendiri

Jika Moms betul-betul ingin melepaskan diri dari detergen, maka cobalah membuatnya dengan bahan lain seperti soda dan borax. Kedua bahan ini bebas pewangi dan pewarna dan Moms pun bisa menjadi hemat jika menggunakan soda dan borax.

Supaya hasilnya lebih bersih, cobalah tambahkan sabun yang berbahan minyak zaitun.

Bersihkan mesin cuci secara berkala

Jangan mencampurkan pakaian anggota keluarga lain dengan bayi pada saat mencuci. Sebaliknya, pisahkan pakaian si Kecil dan bersihkan mesin cuci segera setelah Moms mencuci pakaian anggota keluarga lain.

Bisa saja detergen biasa yang dipakai untuk mencuci pakaian anggota keluarga lain masih menempel di mesin cuci, sehingga menjadi residu di pakaian bayi.

Gunakan air panas dengan baking soda dan cuka untuk menghilangkan tumpukan buih sabun dan zat kimia yang terakmulasi di mesin cuci.

Demikianlah berbagai tips mengatasi alergi yang disebabkan oleh detergen pada bayi. Selalu gunakan produk terbaik untuk si Kecil, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr