Kesehatan Anak

Mengenal Fimosis: Gangguan Penis yang Sering Terjadi pada Bayi

May 11, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Fimosis pada bayi laki-laki sering terjadi akibat belum dilakukan pemotongan kulit kulup atau biasa disebut sunat. Perlu diketahui, biasanya masalah fimosis atau kulup ketat ini berhenti pada usia 3 tahun.

Kondisi ini biasanya tidak memerlukan pengobatan kecuali jika menyebabkan kesulitan buang air kecil atau gejala lain. Nah, untuk mengenal fimosis pada bayi lebih lanjut yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Viral Bayi Laki-laki Lahir dengan 3 Penis, Begini Penjelasan Medisnya!

Apa itu fimosis?

Dilansir dari Healthline, fimosis adalah suatu kondisi di mana kulup tidak dapat ditarik ke belakang dari sekitar ujung penis. Gejala utama fimosis adalah ketidakmampuan untuk menarik kulup pada usia 3 tahun.

Gejala umum pada masalah fimosis lainnya adalah pembengkakan kulup saat buang air kecil. Kulup biasanya dapat mengendur seiring waktu, tetapi akan memakan waktu yang lebih lama pada beberapa anak laki-laki.

Dalam sebuah penelitian di Denmark, fimosis adalah indikasi yang paling sering dilaporkan yakni sekitar 95 persen untuk operasi kulup pada anak laki-laki di bawah 18 tahun. Sementara sisanya sebanyak 5 persen menjalani operasi karena frenulum breve yang menyebabkan masalah saat ereksi.

Penyebab fimosis pada bayi

Perlu diketahui, kulup ketat atau fimosis pada bayi dapat dibagi menjadi dua bentuk, yakni fisiologis dan patologis. Fimosis fisiologis adalah anak-anak yang dilahirkan dengan kulup ketat dan pemisahan dapat terjadi secara alami seiring waktu.

Sementara fimosis patologis adalah kondisi kulup ketat yang terjadi akibat jaringan parut, infeksi, atau pembengkakan. Peradangan atau infeksi pada kulup penis juga dapat menyebabkan fimosis pada bayi serta anak laki-laki.

Salah satu peradangan pada kelenjar penis disebut dengan balanitis. Kondisi ini terkadang terjadi akibat dari kebersihan kulup kelamin yang buruk. Tak hanya itu, masalah fimosis dapat disebabkan oleh kondisi kulit tertentu, seperti:

  • Eksim. Kondisi jangka panjang ini menyebabkan kulit menjadi gatal, merah, kering, dan pecah-pecah.
  • Psoriasis. Kondisi kulit satu ini menyebabkan bercak kulit menjadi merah, bersisik, dan berkerak.
  • Lichen planus. Ruam gatal dapat muncul akibat masalah ini dan memengaruhi berbagai area tubuh di mana umumnya tidak menular.
  • Lichen sclerosus. Kondisi ini menyebabkan jaringan parut pada kulup yang mungkin disebabkan oleh iritasi saluran kemih.

Bagaimana penanganan terhadap fimosis pada bayi?

Pemeriksaan fisik dan tinjauan gejala pada anak biasanya cukup untuk mendiagnosis fimosis atau kondisi lain yang mendasarinya seperti balanitis. Mengobati balanitis atau jenis infeksi lain dapat dimulai dengan usapan pada kulup untuk dipelajari di laboratorium.

Fimosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, maka memerlukan antibiotik. Sementara jika penyebabnya adalah infeksi jamur mungkin memerlukan salep antijamur untuk mengobati gejala.

Jika tidak ada infeksi atau penyakit lain yang menyebabkan fimosis dan tampak bahwa kulup ketat hanyalah perkembangan yang terjadi secara alami, maka mungkin ada beberapa pilihan pengobatan.

Beberapa penanganan terhadap masalah fimosis pada bayi atau anak laki-laki, antara lain:

Retraksi manual harian

Bergantung pada tingkat keparahan kondisinya, retraksi manual setiap hari mungkin cukup untuk mengatasi masalah. Jika belum dilakukan sunat, maka pembersihan rutin perlu dilakukan agar terhindar dari smegma atau kotoran pada kulup kelamin. 

Salep steroid topikal

Penggunaan salep steroid topikal dapat digunakan untuk membantu melembutkan kulup dan mempermudah pencabutan. Salep ini perlu dioleskan ke area di sekitar kelenjar dan kulup sebanyak dua kali dalam sehari selama beberapa minggu.

Sunat

Dalam kasus yang lebih serius, sunat atau prosedur bedah serupa mungkin akan diperlukan. Sunat atau sirkumsisi adalah pengangkatan seluruh kulup agar dapat ditarik ke belakang. Operasi pengangkatan kulup sebagian juga mungkin dapat dilakukan.

Meskipun penyunatan biasanya dilakukan pada masa bayi, namun pembedahan dapat pula dilakukan pada pria dari segala usia. Sunat mungkin akan diperlukan apabila anak mengalami balanitis berulang, infeksi saluran kemih, masalah pada kulup kelamin lainnya.

Baca juga: Mata Juling Pada Bayi: Pahami Penyebab dan Perawatan Tepat yang Perlu Dilakukan

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 5 Mei 2021. Everything You Should Know About Phimosis
  2. Medscape (2017), diakses 5 Mei 2021. Phimosis and Paraphimosis
  3. Medical News Today (2017), diakses 5 Mei 2021. What is phimosis?
  4. UCSF, diakses 5 Mei 2021. Phimosis
    register-docotr