Kesehatan Anak

Adakah Perbedaan Imunitas Bayi yang Diberi ASI dan Tidak?

August 2, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia, pentingnya memberi air susu ibu (ASI) pada bayi perlu diketahui. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari menyusui adalah meningkatnya imunitas pada bayi. Namun, bagaimana imunitas bayi yang hanya diberikan susu formula?

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan imunitas bayi yang diberi ASI dan tidak, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Tak Boleh Disepelekan, Ini Penyebab Bibir Bayi Hitam dan Cara Mengatasinya

Apa perbedaan imunitas bayi yang diberi ASI dan tidak?

Dilansir NCBI, disebutkan bahwa kesehatan bayi yang diberi ASI dan susu formula memiliki perbedaan. Perbedaan imunitas antara bayi yang diberi ASI dan yang tidak, antara lain sebagai berikut:

Imunitas bayi yang diberi ASI

ASI merupakan makanan yang dirancang secara alami untuk memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini dikarenakan ASI memiliki semua nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang tepat dan mudah dicerna.

Untuk itu, ASI diketahui dapat meningkatkan imunitas bayi, tepatnya membantu membangun dan mendukung sistem kekebalan bayi.

Imunitas bayi yang diberi susu formula

Hasil kesehatan berbeda secara substansial untuk ibu dan bayi yang memberi susu formula dibandingkan dengan mereka yang menyusui, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat. Sebuah meta-analisis baru-baru ini oleh Agency for Healthcare Research and Quality meninjau bukti ini secara rinci :

Untuk bayi, tidak disusui dikaitkan dengan peningkatan insiden morbiditas infeksi, termasuk otitis media, gastroenteritis, dan pneumonia, serta peningkatan risiko obesitas masa kanak-kanak, diabetes tipe 1 dan tipe 2, leukemia, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). ).

Di antara bayi prematur, tidak menerima ASI dikaitkan dengan peningkatan risiko necrotizing enterocolitis (NEC).

Bagi ibu, kegagalan menyusui dikaitkan dengan peningkatan insiden kanker payudara pramenopause, kanker ovarium, kenaikan berat badan gestasional yang tertahan, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik.

Bagaimana tips meningkatkan imunitas pada bayi?

Tidak semua ibu bisa menyusui bayinya sejak lahir sehingga banyak yang beralih untuk memberikan susu formula meski memiliki banyak risiko. Untuk itu, meski bayi hanya diberi susu formula, Moms bisa meningkatkan imunitasnya dengan cara berikut ini:

Berikan suplemen seperlunya

Suplemen yang bisa diberikan untuk meningkatkan imunitas bayi adalah probiotik. Meksi probiotik aman selama akhir kehamilan dan fase pascamelahirkan, namun pastikan untuk mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberi suplemen untuk bayi.

Lakukan imunisasi lengkap

Salah satu cara yang paling efektif dan aman untuk melindungi bayi dari penyakit serius adalah dengan melakukan imunisasi.

Imunisasi dapat memicu respons imun dengan cara yang mirip dengan bakteri atau virus lakukan. Hal ini kemudian akan memberi respons untuk mencegah infeksi dan melawan penyakit.

Berikan nutrisi yang tepat

Diet sehat adalah kunci tepat untuk mendapatkan kekebalan yang kuat pada bayi. Jika bayi sudah bisa mengonsumsi makanan padat, pastikan untuk memasukkan berbagai nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, vitamin C, serta antioksidan ke dalam menu hariannya.

Baca juga: Bibir Pecah-pecah pada Bayi Baru Lahir, Apakah Ini Berbahaya?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. NCBI (2009), diakses 30 Juli 2021. The Risks of Not Breastfeeding for Mothers and Infants
  2. Healthy Children (2019), diakses 30 Juli 2021. Types of Childhood and Adolescent Cancers
  3. KidsHealth (2018), diakses 30 Juli 2021. Breastfeeding vs. Formula Feeding
  4. Firstcry.com (2018), diakses 30 Juli 2021. How to Increase Immunity in Babies
    register-docotr