Kesehatan Anak

7 Refleks yang Harus Dimiliki Bayi Baru Lahir, Moms Wajib Periksa

November 11, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pernahkah kamu menjulurkan jari ke tangan bayi dan melihatnya menggenggam jarimu? Gerakan ini termasuk pada refleks bayi baru lahir. Meski terlihat seperti disengaja, padahal sebenarnya gerak refleks tidak disengaja. 

Bayi secara naluriah akan menunjukan gerakan refleks setelah dilahirkan. Dokter biasanya akan memeriksa refleks tersebut secara berkala untuk memantau tumbuh kembang bayi. Cari tahu tujuh refleks yang harus dimiliki bayi saat lahir di bawah ini yuk!

Gerakan refleks bayi yang baru lahir

Salah satu tanda bayi dilahirkan dengan sehat adalah dengan melihat refleks yang ia miliki. Refleks bayi membantunya dalam bertransisi ke kehidupan di luar rahim dan mempelajari apa yang perlu dilakukan untuk bertahan hidup. Berikut adalah tujuh refleks yang harus dimiliki bayi baru lahir:

1. Refleks mencari (root reflex)

Root reflex atau refleks rooting adalah salah satu refleks yang paling terkenal dari berbagai gerakan bayi yang baru lahir. Gerakan ini akan membantu si Kecil menemukan payudara atau botol untuk mulai menyusu. 

Tanda root reflex: Refleks rooting ditandai dengan mulut bayi yang terbuka dan menganga. Ketika ada belaian lembut di pipi bayi, biasanya bayi akan berbalik ke arah sentuhan dengan mulut terbuka. 

Rooting dapat diartikan bahwa bayi sedang merasa lapar, kembung atau bahkan tanpa alasan sama sekali. Ketika lapar, rooting sering kali diiringi dengan isapan jari. Respons ini biasanya hilang dalam waktu 3 sampai 4 bulan sejak kelahiran si Kecil.

2. Moro atau startle reflex

Moro atau startle reflex juga sering disebut sebagai refleks kejut. Bayi biasanya akan menunjukkan bahwa ia terkejut ketika ada rangsangan yang mengagetkan dari lingkungan sekitarnya. Misalnya suara keras atau perasaan akan jatuh.

Tanda moro reflex: Bayi akan mengulurkan lengan, kaki, dan jari ke arah luar, meluruskannya kemudian menariknya kembali ke arah tubuh. Moro reflex bisa disertai dengan tangisan maupun tidak. Respons ini biasanya menghilang antara usia 2 hingga 4 bulan.

Baca juga:Moms Wajib Tahu, Ini Kadar Bilirubin Normal pada Bayi Baru Lahir  

3. Refleks menghisap (sucking reflex)

Sucking reflex berarti refleks untuk menghisap. Pada bayi yang baru lahir refleks ini adalah refleks yang utama karena dapat membantu bayi untuk makan secara naluriah, beriringan dengan refleks rooting. Selain untuk makan, bayi juga melakukan sucking reflex untuk menenangkan diri.

Tanda sucking reflex: Refleks yang satu ini ditandai dengan gerakan bayi mengisap puting susu atau botol atau jari. Baik jarinya sendiri maupun jari bersih dari orang tuanya saat didekatkan ke area mulut. Refleks ini akan berubah menjadi gerak sadar setelah bayi memasuki usia 2 hingga 3 bulan.

4. Tonic neck reflex

Tonic neck reflex atau disebut juga fencing reflex akan terjadi ketika bayi ditempatkan dalam posisi telentang dan menggerakkan kepalanya ke satu sisi.

Tanda tonic neck reflex: Kepala bayi akan menghadap ke sisi yang sama dengan lengannya yang terentang. Sementara lengan lainnya ditekuk di siku. Refleks ini muncul hingga usia sekitar 6 bulan.

Tonic neck reflex  dapat berlanjut hingga dewasa. Gerakan refleks ini  membantu tubuh menyeimbangkan diri saat melakukan gerakan yang membutuhkan koordinasi ekstra. Misalnya saat mengendarai sepeda. 

5. Refleks memegang (grasp reflex)

Bayi yang baru lahir juga memiliki refleks memegang tangan atau jari yang diarahkan padanya. Gerak ini akan mengembangkan keterampilannya untuk menggenggam sesuatu dengan sengaja.

Tanda grasp reflex: Ketika tangan bayi diberikan sentuhan, bayi akan otomatis menutup jari-jarinya sehingga terlihat menggengam. Ketika coba dilepaskan, genggamannya akan terasa kencang.

Refleks genggam berlangsung hingga bayi berusia sekitar 5 hingga 6 bulan. Refleks serupa di jari kaki berlangsung hingga 9 hingga 12 bulan.

6. Refleks melangkah (stepping reflex)

Refleks melangkah disebut juga refleks berjalan atau menari. Gerakan ini dilakukan karena bayi belajar menyesuaikan diri dengan dunia baru mereka di luar rahim.

Tanda refleks melangkah: Ketika tubuh bayi ditopang dan kakinya menginjak permukaan padat, ia akan terlihat seperti menari. Bayi menyimpan satu kaki di depan kaki lainnya..

Refleks ini berlangsung sekitar 2 hingga 4 bulan. Refleks melangkah akan kembali berubah menjadi bentuk sadar ketika bayi mendekati usia satu tahun atau saat ia belajar berjalan secara nyata.

7. Reflex plantar

Gerakan ini kemungkinan dilakukan bayi sebagai upaya untuk melindungi agar tidak jatuh.Refleks ini normalnya terjadi pada bayi baru lahir hingga ia berusia balita. 

Tanda refleks plantar: Bayi akan membuka jari-jari kakinya dan memutar kakinya ke dalam setelah mendapat belaian di telapak kakinya.Lebih tepatnya dari tumit sampai ujung kaki.

Refleks ini akan hilang ketika usia bayi mencapai 6 bulan atau paling lambat 1-2 tahun. Setelah itu, jari-jari kakinya akan melengkung ke bawah. 

Meski bayi baru lahir belum bisa bergerak dengan aktif dan bebas, bayi akan menggerakkan seluruh tubuhnya dengan cara-cara kecil yang mengajarinya beradaptasi dengan dunia luar. 

Refleks bayi baru lahir ini juga dapat dicoba dilakukan di rumah. Bila bayi tidak merespon, kemungkinan ia sedang lapar atau rangsangannya kurang tepat. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr