Kesehatan Wanita

Kategori Wanita yang Tidak Boleh KB Suntik dan Faktor Penyebabnya

May 16, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Wanita yang tidak boleh KB suntik harus mempertimbangkan dengan serius pilihan lain untuk mengendalikan kehamilan. Lakukan konsultasi dengan dokter kandunganmu, ya.

Perlu diketahui, KB suntik umumnya aman dan dapat diberikan pada orang yang berusia di bawah 16 tahun di bawah pengawasan dokter. Namun, penggunaan KB suntik ini juga bisa menyebabkan beberapa efek samping.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kategori wanita yang tidak boleh KB suntik, yuk simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Menopause Dini, Apakah Bisa Dicegah? Yuk Ladies Ketahui Tipsnya

Siapa saja wanita yang tidak boleh KB suntik?

Dilansir NHS, KB suntik atau suntikan kontrasepsi melepaskan hormon progesteron ke dalam aluran darah untuk mencegah kehamilan. Jika digunakan dengan benar, suntikan kontrasepsi lebih dari 99 persen efektif.

Biasanya, KB suntik berlangsung selama 8 atau 13 pekan sehingga kamu tidak perlu memikirkan kontrasepsi setiap kali berhubungan seks selama periode ini. Kebanyakan wanita bisa menerima KB suntik, namun penggunaan perlu dihindari jika memiliki beberapa kondisi seperti:

  • Wanita dengan perdarahan vagina tanpa penyebab yang jelas
  • Memiliki riwayat penyakit hati
  • Menderita kanker payudara atau pernah mengalaminya di masa lalu
  • Terdapat gumpalan darah dalam tubuh

Dokter juga akan berhati-hati dalam memberikan KB suntik jika kamu masih remaja. Selain itu, wanita yang tidak boleh KB suntik lainnya adalah jika memiliki diabetes, sejarah depresi, riwayat serangan jantung atau stroke, dan berisiko terkena osteoporosis.

Adakah efek samping akibat penggunaan KB suntik?

Perlu diketahui, umumnya risiko kecil infeksi di tempat suntikan akan terjadi. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap suntikan kontrasepsi.

Efek samping lainnya yang mungkin kamu alami akibat penggunaan KB suntik, yakni:

Mengalami keterlambatan dalam kembalinya kesuburan

Setelah menghentikan penggunaan KB suntik, mungkin diperlukan waktu 10 bulan atau lebih sebelum kamu mulai berovulasi kembali. Karena itu, jika kamu ingin hamil tahun depan atau lebih maka KB suntik bukan metode kontrasepsi yang tepat.

KB suntik tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual

Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal seperti KB suntik dapat meningkatkan risiko klamidia dan HIV. Untuk itu, penggunaan kondom masih diperlukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi menular seksual.

Dapat memengaruhi kepadatan mineral tulang

Penggunaan KB suntik diketahui dapat menyebabkan hilangnya kepadatan mineral pada tulang. Kehilangan mineral ini mungkin sangat mengkhawatirkan pada remaja yang belum mencapai masa tulang puncaknya.

Karena itu, US Food and Drug Administration atau FDA menambahkan peringatan keras ke kemasan injeksi bahwa penggunaannya tidak boleh lebih dari dua tahun.

Dalam peringatan tersebut juga dikatakan bahwa penggunaan produk dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang di kemudian hari.

Alternatif bagi wanita yang tidak boleh KB suntik

Untuk wanita yang tidak boleh KB suntikan, penggunaan pil KB merupakan satu-satunya alternatif.

Perlu diketahui, selain mencegah kehamilan pil KB juga dapat membantu mengurangi menstruasi yang berat, mengobati jerawat, dan meredakan gejala masalah sistem reproduksi tertentu.

Pil KB bekerja dalam dua cara untuk mencegah kehamilan. Pertama, hormon dalam pil mencegah pelepasan sel telur dari ovarium atau ovulasi. Jika kamu tidak memiliki sel telur, maka tidak ada sperma yang bisa membuahi.

Kedua, hormon akan meningkatkan penumpukan lendir di sekitar pembukaan serviks. Apabila zat lengket ini tumbuh cukup kental, sperma yang masuk ke tubuh akan dihentikan sebelum mendekati sel telur.

Hormon juga bisa menipiskan lapisan rahim dan memastikan telur tidak akan menempel pada lapisan.

Namun, penting untuk diingat bahwa pil KB tidak melindungi diri dari penyakit menular seksual atau PMS. karena itu, dianjurkan untuk tetap menggunakan metode penghalang seperti kondom lateks ketika berhubungan seksual.

Baca juga: Benarkah Minum Soda Bisa Memperlancar Haid? Ini Ulasannya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 11 Mei 2021. Depo-Provera (contraceptive injection)
  2. NHS (2018), diakses 11 Mei 2021. The contraceptive injection
  3. Healthline (2018), diakses 11 Mei 2021. Choosing Between the Birth Control Pill or the Depo-Provera Shot
  4. Webmd (2020), diakses 11 Mei 2021. Depo-Provera (Birth Control Shot)
    register-docotr