Kesehatan Wanita

Vagina Sering Berdenyut? Berikut 4 Penyebab & Cara Mengatasinya!

January 29, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sebagian wanita pernah merasakan denyutan pada vagina. Kondisi tersebut mungkin tak sampai menyakitkan. Namun, penting untuk mengetahui penyebabnya agar kamu bisa lebih mudah mengatasinya.

Lantas, apa saja faktor yang dapat memicu vagina berdenyut? Serta, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kondisi vagina berdenyut

Kondisi vagina berdenyut bisa dirasakan oleh setiap wanita. Dikutip dari Healthline, keadaan tersebut bukanlah sesuatu yang abnormal. Vagina bisa merasakan sensasi getaran di beberapa titik, meski terkadang terjadi tanpa sebab yang pasti.

Pada sebagian besar kasus, denyutan pada vagina tak perlu dikhawatirkan. Sebab, bisa jadi itu adalah respons tertentu dari tubuh yang memang ‘tak bisa dijelaskan’. Tubuh sering memberi banyak respons ‘aneh’ dan ‘tidak biasa’ terhadap perubahan tertentu.

Hal tersebut karena tubuh manusia dipenuhi dengan otot dan saraf, sehingga getaran atau kedutan dapat terjadi di mana saja, termasuk di sekitar organ genital.

Penyebab vagina berdenyut

Meski cenderung tidak berbahaya, denyutan yang terjadi berkali-kali dengan frekuensi meningkat bisa mengindikasikan adanya kondisi atau gangguan tertentu. Beberapa faktor yang dapat memicu kedutan atau denyutan di vagina di antaranya adalah:

1. Disfungsi dasar panggul

Dasar panggul adalah tempat di mana otot dan ligamen menghubungkan tulang ke pangkal belakang. Bagian tubuh tersebut mendukung banyak organ dalam menjalankan fungsinya, seperti rahim, rektum, dan kandung kemih.

Istilah disfungsi otot dasar panggul mengacu pada kondisi saat ada penurunan fungsi dan kendali otot-otot pada area tersebut. Salah satu gejala yang ditimbulkan adalah kejang otot, terasa seperti kedutan di sekitar vagina. Disfungsi dasar panggul sering terjadi setelah hamil dan persalinan.

Tak hanya kedutan, disfungsi dasar panggul biasanya juga disertai tanda-tanda seperti:

  • Peningkatan frekuensi buang air kecil
  • Nyeri saat kencing dan buang air besar
  • Sembelit
  • Rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan di punggung bagian bawah, rektum, dan alat kelamin
  • Pengosongan kandung kemih yang kurang optimal
  • Muncul rasa sakit selama atau setelah berhubungan seks.

2. Kejang otot

Kejang otot adalah kontraksi tiba-tiba atau tidak disengaja dari satu atau lebih otot. Saat kejang, ada sensasi bergetar yang akan muncul. Berbeda dengan disfungsi dasar panggul, ada banyak hal yang dapat menyebabkan otot berkontraksi, seperti gelisah, lelah, dan kekurangan gizi tertentu.

Kejang otot juga bisa menjadi respons atau reaksi tubuh terhadap obat-obatan seperti pseudoefedrin (untuk hidung tersumbat), albuterol (untuk asma), dan adderall (untuk gangguan hiperaktivitas).

Dalam banyak kasus, kejang otot tidak berbahaya dan tak memerlukan pengobatan. Tapi, kondisi tersebut terkadang dapat mengindikasikan adanya masalah neurologis atau gangguan saraf.

3. Vaginismus

Penyebab vagina berdenyut berikutnya adalah vaginismus. Kondisi tersebut ditandai dengan kejang pada otot dasar panggul di sekitar organ kewanitaan, dan dapat memicu nyeri pada lubang vagina.

Dikutip dari Medical News Today, vaginismus merupakan ‘gerakan reflektif’ di luar kendali tubuh yang dapat terjadi saat ada benda asing mencoba masuk ke dalam vagina. Misalnya, penggunaan tampon, hubungan seks, atau pemeriksaan panggul di fasilitas kesehatan.

Baca juga: Mengenal Penyakit Vaginismus: Penyebab, Gejala, serta Pengobatannya

4. Parestesia

Parestesia adalah sensasi aneh pada tubuh yang tak bisa dijelaskan, biasanya muncul secara tiba-tiba. Kondisi tersebut bisa seperti kesemutan, kedutan, mati rasa, sensasi tusukan, dan lain sebagainya. Parestesia dapat terjadi di banyak bagian tubuh, termasuk vagina.

Belum jelas apa saja yang bisa memicu keadaan itu. Hanya saja, parestesia sering kali disebabkan oleh tekanan pada saraf atau sirkulasi darah yang buruk dalam waktu singkat.

Cara mengatasi vagina berdenyut

Seperti yang telah disebutkan, denyutan pada vagina biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tapi jika keadaan itu dirasa cukup mengganggu, ada beberapa hal yang mungkin bisa membantumu untuk meredakannya, yaitu:

  • Buat tubuh menjadi rileks
  • Fokus pada hal lain
  • Lakukan senam kegel untuk memperkuat otot dasar panggul
  • Mempraktikkan olahraga tertentu seperti meditasi dan yoga
  • Cukupi asupan cairan
  • Istirahat yang cukup.

Nah, itulah ulasan tentang vagina berdenyut berdasarkan penyebabnya masing-masing. Jika kondisinya tak kunjung membaik, tak perlu ragu untuk periksakan diri ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 28 Januari 2021, What causes a vibrating feeling in the vagina?
  2. Healthline, diakses 28 Januari 2021, What Causes a Vibrating Sensation in the Vagina?
  3. Healthline, diakses 28 Januari 2021, What Is Paresthesia?

    register-docotr