Kesehatan Wanita

6 Penyebab Kanker Payudara yang Perlu Diketahui, Salah Satunya akibat Radiasi

March 19, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyebab kanker payudara bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya gaya hidup yang tidak sehat! Nah, kanker sendiri muncul ketika perubahan atau disebut juga dengan mutasi terjadi pada gen yang mengatur pertumbuhan sel.

Mutasi inilah yang kemudian membuat sel membelah dan berkembang biak secara tidak terkendali. Untuk mengetahui lebih lengkap, yuk, simak berikut beberapa penyebab kanker payudara secara umum.

Baca juga: Alergi Buah: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya yang Tepat

Sel kanker tak terkontrol menyerang jaringan sehat payudara

Dilansir dari Healthline, kanker payudara adalah kanker yang berkembang di sel payudara dan biasanya terbentuk di lobulus atau kelenjar penghasil susu. Selain itu, kanker juga bisa terjadi di jaringan lemak atau jaringan ikat fibrosa di dalam payudara.

Sel kanker yang tidak terkontrol sering menyerang jaringan payudara sehat lainnya sehingga dapat berjalan ke kelenjar getah bening di bawah lengan. Hal ini disebabkan kelenjar getah bening merupakan jalur utama yang membantu sel kanker berpindah ke bagian tubuh lainnya.

Penyebab kanker payudara yang perlu diketahui

Penyebab kanker payudara belum bisa dipahami sepenuhnya sehingga sulit untuk mengatakan alasan seseorang berisiko terkena kanker. Namun, ada beberapa penyebab kanker payudara secara umum, yakni sebagai berikut:

Usia

Risiko seseorang terkena kanker payudara akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun yang telah melalui masa menopause.

Setidaknya, sekitar 8 dari 10 kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang berada di usia 50 tahun ke atas. 

Karena itu, semua wanita yang berusia 50 hingga 70 tahun harus di skrining untuk kanker payudara setiap 3 tahun. Wanita di atas usia 70 tahun yang masih memenuhi syarat untuk diskrining bisa mengatur waktu pemeriksaan dengan dokter.

Riwayat keluarga

Jika kamu memiliki kerabat dekat yang pernah menderita kanker payudara atau ovarium, maka berisiko lebih tinggi untuk menderita kanker juga.

Namun, karena kanker payudara ini adalah penyakit yang umum terjadi pada wanita maka kemungkinan besar bisa diderita oleh lebih dari satu anggota keluarga secara kebetulan.

Sebagian besar kasus kanker payudara tidak diturunkan dalam keluarga, tetapi gen yang dikenal sebagai BRCA1 dan BRCA2 bisa meningkatkan risiko terkena kanker.

Karena itu, bicaralah dengan dokter jika kanker payudara atau ovarium terjadi dalam keluarga dan kamu khawatir juga akan mengalaminya.

Pernah menderita kanker payudara sebelumnya

Apabila kamu sebelumnya pernah menderita kanker payudara atau perubahan sel kanker non-invasif dini maka berisiko tinggi menderita kembali di tempat yang sama.

Benjolan payudara jinak tidak berarti kamu menderita kanker, tetapi jenis benjolan tertentu dapat sedikit meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Beberapa perubahan jinak pada jaringan payudara, seperti sel yang tumbuh tidak normal di saluran atau dalam sel abnormal dapat membuat kanker lebih mungkin terjadi. Nah, jika kanker muncul kembali segera periksakan dengan dokter ahli untuk mencegah masalah kesehatan lebih serius.

Jaringan payudara padat

Payudara sendiri terdiri dari ribuan kelenjar kecil atau lobulus yang menghasilkan susu.

Jaringan kelenjar ini mengandung konsentrasi sel payudara yang lebih tinggi daripada jaringan payudara lainnya, sehingga lebih padat. Nah, wanita dengan jaringan payudara padat mungkin berisiko tinggi terkena kanker karena ada lebih banyak sel.

Jaringan payudara yang padat juga bisa membuat pemindaian atau mammogram menjadi sulit dibaca karena terdapat gumpalan. Wanita yang lebih muda cenderung memiliki payudara lebih padat sehingga harus diwaspadai sejak dini.

Baca juga: Sering Sulit BAB? Ini 5 Jenis Obat Pencahar yang Tersedia di Apotek

Penyebab kanker payudara akibat radiasi

Penyebab kanker payudara lainnya yang perlu kamu ketahui adalah prosedur medis berupa radiasi. Beberapa prosedur medis tertentu yang menggunakan radiasi, seperti sinar-X dan CT Scan dapat sedikit meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Jika kamu akan menjalani radioterapi di area dada untuk Hodgkin limfoma, maka ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan spesialis guna mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Biasanya, dokter akan memberikan pilihan lain untuk pemeriksaan payudara salah satunya pemindaian dengan MRI.

Pola hidup yang buruk

Memiliki pola hidup yang buruk menjadi salah satu penyebab kanker payudara, terutama jika sudah menderita obesitas. Hal ini diduga terjadi karena jumlah estrogen dalam tubuh meningkat dan menyebabkan munculnya risiko kanker payudara.

Selain obesitas, mengonsumsi alkohol terlalu sering juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Perlu diketahui, orang yang minum alkohol dalam jumlah kecil namun dilakukan secara teratur berisiko lebih tinggi menderita kanker payudara. 

Bagaimana kanker payudara menyebar? 

Melansir penjelasan dari laman Healthline, ada beberapa cara kanker payudara menyebar ke dalam tubuh: 

  • Invasi langsung terjadi ketika tumor telah menyebar ke organ tubuh terdekat. Sel kanker berakar dan mulai tumbuh di area baru ini.
  • Penyebaran limfangitik terjadi ketika kanker menyebar melalui sistem limfatik. Kanker payudara seringkali melibatkan kelenjar getah bening di dekatnya, sehingga kanker dapat memasuki sistem peredaran getah bening dan menyebar di berbagai bagian tubuh.
  • Penyebaran hematogen bergerak dengan cara yang sama seperti penyebaran limfangitik tetapi melalui pembuluh darah. Sel kanker berjalan melalui tubuh dan berakar di daerah dan organ yang terpencil.

Perlu kamu ketahui bahwa umumnya, kanker payudara paling sering menyebar ke beberapa bagian organ tubuh ini: 

  • Tulang
  • Otak
  • Hati
  • Paru-paru

Bagaimana metastasis didiagnosis?

Berbagai tes dapat mendeteksi penyebaran kanker. Tes ini biasanya tidak dilakukan kecuali dokter mengira kanker telah menyebar.

Sebelum melakukan pemeriksaan, dokter akan mengevaluasi ukuran tumor, penyebaran kelenjar getah bening, dan gejala spesifik yang dialami pasien. Seperti dilansir dari laman Healthline, tes yang paling umum yaitu:

  • Rontgen dada
  • Scan tulang
  • Sebuah CT scan
  • Pemindaian MRI
  • USG
  • Scan positron emission tomography (PET)

Jenis tes yang kamujalani akan bergantung pada riwayat dan gejala kesehatan. Misalnya, jika kamu atau dokter mencurigai kanker mungkin telah menyebar ke perut, biasanya akan langsung menjalani USG.

Scan CT dan MRI dapat membantu dokter memvisualisasikan berbagai bagian tubuh sekaligus. Scan PET dapat membantu jika dokter mengira kanker mungkin telah menyebar tetapi tidak yakin posisi yang pasti berada di mana.

Semua tes ini relatif tidak invasif, dan seharusnya tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit. 

Bagaimana pengobatan metastasis?

Kanker payudara stadium 4 tidak dapat disembuhkan. Sebaliknya, setelah didiagnosis, pengobatan adalah tentang memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup. Bentuk pengobatan utama untuk kanker payudara stadium 4 meliputi: 

  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
  • Operasi
  • Terapi hormon
  • Terapi yang ditargetkan
  • Uji klinis
  • Manajemen nyeri

Perawatan yang akan kamu jalani umumnya disesuaikan terlebih dahulu pada penyebaran kanker, dan riwayat kesehatan yang dimiliki. Tidak seluruh perawatan  yang ditawarkan akan cocok untuk tubuh semua orang. 

Baca juga: Pentingnya Dukungan Keluarga dan Teman Bagi Pasien Kanker Payudara

Mengenal stadium kanker payudara 

Untuk menentukan stadium atau tingkat keparahan kanker payudara yang diderita oleh seseorang, umumnya dokter mengidentifikasi dengan menentukan beberapa hal berikut ini:

  • Apakah kanker itu invasif atau non-invasif?
  • Ukuran tumor.
  • Jumlah kelenjar getah bening yang terkena.
  • Kehadiran kanker di bagian lain tubuh.

Dokter akan dapat memberi tahu lebih banyak tentang pandangan dan pilihan perawatan yang tepat setelah stadium ditentukan melalui berbagai tes. Menurut Healthline, berikut ini lima stadium kanker payudara: 

Stadium 0

Pada stadium 0, kanker dianggap non-invasif. Ada dua jenis kanker payudara stadium 0:

  • Pada ductal carcinoma in situ (DCIS), kanker ditemukan di dalam lapisan saluran susu tetapi belum menyebar ke jaringan payudara lain.
  • Meskipun lobular carcinoma in situ (LCIS) juga diklasifikasikan sebagai kanker payudara stadium 0, sebenarnya tidak dianggap sebagai kanker. Sebaliknya, ini menggambarkan sel abnormal yang telah terbentuk di lobulus payudara.

Kanker payudara stadium 0 sangat bisa disembuhkan.

Stadium 1

Pada tahap ini, kanker dianggap invasif tetapi terlokalisasi. Tahap 1 dibagi menjadi bentuk 1A dan 1B:

  • Pada stadium 1A, kanker berukuran lebih kecil dari 2 sentimeter (cm). Itu belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Pada stadium 1B, dokter mungkin tidak menemukan tumor di payudara, tetapi kelenjar getah bening mungkin memiliki kelompok kecil sel kanker. Pengelompokan ini berukuran antara 0,2 dan 2 milimeter (mm).

Seperti stadium 0, kanker payudara stadium 1 sangat bisa disembuhkan.

Stadium 2

Kanker bersifat invasif pada stadium 2. Tahap ini dibagi menjadi 2A dan 2B:

  • Pada stadium 2A, mungkin tidak memiliki tumor, tetapi kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Bisa juga tumor mungkin berukuran kurang dari 2 cm dan melibatkan kelenjar getah bening, atau tumor mungkin berukuran antara 2 dan 5 cm tetapi tidak melibatkan kelenjar getah bening. 
  • Pada stadium 2B, ukuran tumor lebih besar. Kamu didiagnosis dengan 2B jika tumor berukuran antara 2 sampai 5 cm dan telah menyebar ke empat atau lebih sedikit kelenjar getah bening. Jika tidak, tumor mungkin lebih besar dari 5 cm tanpa penyebaran kelenjar getah bening.

Pada stadium ini, kamu membutuhkan perawatan yang lebih kuat dibandingkan dengan tahap-tahap sebelumnya. Namun, prospeknya masih bagus di tahap 2.

Stadium 3

Pada tahap ini, kanker sudah dianggap invasif dan masuk dalam stadium lanjut. Tahapan ini dibagi menjadi subset 3A, 3B, dan 3C:

  • Pada stadium 3A, tumor lebih kecil dari 2 cm, tetapi ada antara empat dan sembilan kelenjar getah bening yang terkena. Ukuran tumor pada tahap ini mungkin lebih besar dari 5 cm dan melibatkan kumpulan kecil sel di kelenjar getah bening. Kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dan tulang dada.
  • Pada stadium 3B, tumor bisa berukuran berapa saja. Pada titik ini, itu juga telah menyebar ke tulang dada atau kulit serta mempengaruhi hingga sembilan kelenjar getah bening.
  • Saat stadium 3C, kanker mungkin telah menyebar ke lebih dari 10 kelenjar getah bening meskipun tidak ada tumor. Kelenjar getah bening yang terkena mungkin berada di dekat tulang selangka, ketiak, atau tulang dada.

Pilihan pengobatan pada tahap 3 meliputi:

  • Mastektomi
  • Radiasi
  • Terapi hormon
  • Kemoterapi

Perawatan ini juga ditawarkan pada tahap awal. Umumnya dokter akan menyarankan kombinasi perawatan untuk hasil yang optimal.

Stadium 4 

Pada stadium 4, kanker payudara telah menyebar. Dengan kata lain, itu telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Dokter mungkin mencoba berbagai pilihan pengobatan, tetapi kanker sudah dalam taraf berbahaya pada tahap ini.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7.

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 10 September 2020. A Comprehensive Guide to Breast Cancer
  2. NHS (2019), diakses 10 September 2020. Breast cancer in women
  3. Healthline (2020), diakses pada 18 Maret 2021. How Breast Cancer Spreads 
    register-docotr