Kamus Obat

Carbazochrome

March 19, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Carbazochrome merupakan kelompok obat hemostatik yang memiliki nama lain adrenochrome monosemicarbazone. Obat ini memiliki fungsi hampir sama dengan obat hemostatik sistemik, asam traneksamat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat belum menyetujui penggunaan obat ini. Namun, carbazochrome telah beredar di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Berikut informasi selengkapnya mengenai carbazochrome, manfaat, dosis, cara pemakaian, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat carbazochrome?

Carbazochrome adalah obat yang digunakan untuk menghentikan dan mencegah aliran darah yang berlebih karena perdarahan. Beberapa penelitian menunjukkan obat ini dapat digunakan untuk mencegah perdarahan selama operasi dan wasir.

Namun, karena efektivitas dan keamanan obat yang masih belum jelas, penggunaannya dalam medis masih terbatas. Oleh karena itu, kamu mungkin hanya bisa menggunakan obat ini setelah ada rekomendasi dari dokter.

Carbazochrome tersedia sebagai obat generik dan beberapa merek sebagai sediaan dengan natrium sulfonat. Biasanya obat ini digunakan per oral dengan diminum melalui mulut atau secara suntikan ke dalam pembuluh darah.

Apa fungsi dan manfaat obat carbazochrome?

Carbazochrome berfungsi sebagai agen hemoragik yang bekerja dengan merangsang pembekuan darah sehingga dapat mencegah kehilangan darah akibat luka terbuka.

Obat ini merupakan hasil produk sampingan dari adrenalin yang dikenal dengan epinefrin. Sesuai sifatnya, carbazochrome mampu menghentikan perdarahan dengan cara meningkatkan permeabilitas kapiler.

Dalam keperluan medis, obat ini memiliki beberapa manfaat untuk mengatasi kondisi berikut:

Mencegah dan menghentikan perdarahan

Kehilangan darah karena perdarahan dapat diatasi dengan menghentikan perdarahan. Salah satu pengobatan yang dapat diberikan adalah menggantikan atau memberikan faktor pembekuan yang kurang tersebut

Beberapa faktor pembekuan darah yang umumnya diberikan, termasuk human fibrinogen, vitamin K, asam traneksamat, carbazochrome, dan lainnya. Pemberian sediaan obat dipertimbangkan dari parah tidaknya kondisi pasien.

Dalam penggunaannya, carbazochrome lebih banyak dimanfaatkan untuk menghentikan perdarahan karena luka terbuka pada pembuluh darah kapiler. Obat ini akan bekerja dengan merangsang trombosit untuk menutup luka atau sobek sehingga perdarahan berhenti.

Carbazochrome biasanya juga diberikan untuk mencegah perdarahan dalam beberapa kondisi tertentu, seperti perdarahan saat operasi, perdarahan pada usus, atau kondisi lainnya.

Carbazochrome dapat diberikan dalam kombinasi dengan troxerutin atau natrium sulfonat. Kombinasi ini telah digunakan dalam pengobatan wasir akut tanpa komplikasi non-bedah.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa obat carbazochrome yang dikombinasikan dengan troxerutin cukup aman untuk wasir yang tidak terlalu parah. Kombinasi ini juga mudah ditoleransi secara biologis oleh tubuh dengan risiko yang lebih sedikit.

Thrombocytopenic purpura

Carbazochrome juga diberikan untuk menghentikan perdarahan pada kondisi thrombocytopenic purpura. Thrombocytopenic purpura merupakan kelainan autoimun yang memengaruhi keping darah dan trombosit.

Keping darah dan trombosit dalam tubuh diserang oleh antibodi sehingga trombosit dalam darah memiliki kadar yang sangat rendah. Akibatnya, orang dengan kelainan ini mudah mengalami memar dan perdarahan.

Memar tersebut umumnya muncul pada lidah, bibir, atau kaki yang dapat disertai perdarahan. Carbazochrome biasanya diberikan untuk mencegah perdarahan dan memar yang terjadi pada pasien dengan kelainan ini.

Perdarahan rahim

Kondisi perdarahan pada rahim bisa disebabkan karena masalah hormon, efek obat-obatan, kanker rahim, atau kondisi perdarahan tertentu. Beberapa luka berat juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan perdarahan pada rahim.

Carbazochrome dapat diberikan untuk mengatasi perdarahan uterus atau rahim yang disebabkan oleh beberapa kondisi tersebut. Selain itu, obat hemostatik umumnya juga diberikan untuk mencegah perdarahan yang berkaitan dengan kehamilan.

Merek dan harga obat carbazochrome

Di Indonesia, obat ini telah beredar dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Beberapa merek carbazochrome yang telah beredar adalah Adona, Adrome, Crome, Danachrom, Saldona, dan Velchrome.

Berikut informasi beberapa merek obat yang telah beredar beserta harganya:

  • Adona Forte 30mg tablet. Sediaan tablet yang diproduksi oleh Tanabe Indonesia untuk mencegah perdarahan. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.184/tablet.
  • Adrome 10mg tablet. Sediaan tablet yang diproduksi oleh Landson untuk obat hemostatik. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp850/tablet.
  • Crome 10mg tablet. Sediaan tablet untuk mencegah terjadi perdarahan yang diproduksi oleh Ferron. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.833/tablet.
  • Adona AC-17 10mg tablet. Sediaan tablet mengandung carbazochrome natrium sulfonat yang diproduksi oleh Tanabe Indonesia. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp3.166/tablet.

Bagaimana cara minum obat carbazochrome?

Baca dan ikuti petunjuk cara minum serta dosis yang ada di label resep obat sesuai yang ditentukan oleh dokter. Jangan minum obat lebih banyak atau kurang dari dosis yang direkomendasikan.

Minum sediaan tablet bersama makanan atau sesudah makan. Apabila kamu merasa mual, kamu bisa meminumnya bersama makanan.

Obat jangan dihancurkan, dikunyah, atau dilarutkan dalam air kecuali dokter yang menyuruh kamu melakukannya. Minum obat utuh dengan segelas air putih.

Penggunaan obat untuk terapi wasir sebaiknya diminum secara teratur setiap hari hingga gejala wasir sembuh. Beritahu dokter apabila gejala tidak sembuh atau mungkin memburuk setelah kamu menggunakan obat ini.

Usahakan untuk meminum obat dalam waktu yang sama setiap hari untuk membantu kamu mudah mengingat jadwal minum. Jika lupa minum obat, segera minum apabila rentang dosis berikutnya masih lama. Lewati dosis obat apabila sudah tiba dosis minum berikutnya.

Sediaan tablet bisa kamu simpan pada suhu kamar, jauh dari kelembapan dan sinar matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat carbazochrome?

Dosis dewasa

  • Dosis diberikan melalui suntikan: 10mg per hari melalui injeksi subkutan (suntikan di bawah kulit) atau intramuskular (melalui otot).
  • Dosis alternatif bisa diberikan 25-100mg setiap hari melalui injeksi intravena atau infus tetes.
  • Dosis oral yang diminum melalui mulut: 10-30mg diminum tiga kali sehari.

Dosis anak

Saat ini belum ada aturan khusus untuk dosis anak yang ditetapkan berkaitan dengan efektivitas dan keamanan obat. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum memberikan obat ini pada anak-anak.

Apakah carbazochrome aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Hingga saat ini belum diketahui apakah obat ini dapat membahayakan janin yang belum lahir. Selain itu, obat juga belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI karena belum ada data yang memadai.

Penggunaan obat sebaiknya tidak dilakukan untuk mencegah risiko merugikan pada janin atau bayi yang menyusui, kecuali dalam kondisi serius yang mengancam nyawa.

Apa efek samping obat carbazochrome yang mungkin terjadi?

Efek samping obat yang mungkin terjadi karena kesalahan dosis atau karena respons dari tubuh pasien. Beberapa efek samping yang dapat muncul karena penggunaan carbazochrome adalah sebagai berikut:

  • Gangguan gastrointestinal, seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, diare, atau sembelit.
  • Reaksi hipersensitif terhadap carbazochrome, seperti munculnya ruam kemerahan pada kulit, sesak napas, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, gatal-gatal.

Hentikan pengobatan dan hubungi dokter apabila muncul reaksi efek samping setelah kamu mengonsumsi obat ini.

Peringatan dan perhatian

Kamu tidak boleh menggunakan obat ini apabila memiliki riwayat alergi terhadap carbazocrome natrium sulfonat sebelumnya.

Hindari minum alkohol saat mengonsumsi obat apapun. Risiko efek samping dapat meningkat apabila dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.

Beritahu dokter bahwa kamu sedang hamil atau menyusui bayi sebelum menggunakan obat ini.

Sebaiknya kamu tidak menggunakan obat ini apabila sedang menggunakan obat antikoagulan, seperti warfarin atau aspirin. Obat ini dapat mengurangi efek obat carbazochrome. Beritahu dokter apabila kamu sedang menggunakan obat-obatan tersebut.

Beritahu mengenai riwayat masalah kesehatan tertentu yang pernah kamu miliki sebelum menggunakan obat ini, termasuk riwayat penyakit hati dan ginjal, jantung, atau diabetes.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 26 Februari 2021, Carbazochrome | C10H12N4O3 – PubChem

DrugBank Online | Detailed Drug and Drug Target Information, diakses pada 26 Februari 2021, Carbazochrome | DrugBank Online

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 26 Februari 2021, Carbazochrome – MIMS.com

Harkness, Richard. Interaksi Obat. Bandung: Penerbit ITB, hal 48-50.

    register-docotr