Kamus Penyakit

Jangan Sampai Terlambat! Kenali Penyebab Lambung Bengkak Berikut Ini

March 19, 2021 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Lambung bengkak bisa menjadi penyakit serius jika tidak ditangani segera. Agar tidak terlambat, berikut penyebab lambung bengkak yang harus kamu ketahui.

Baca Juga: Kamu Penderita Asam Lambung? Coba Hindari 7 Makanan Ini

Apa yang dimaksud dengan lambung bengkak?

Sebelum membahas mengenai penyebab lambung bengkak, kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan pembengkakan lambung terlebih dahulu. Kondisi ini merupakan penyakit maag yang sudah parah dan menyebabkan bengkak pada lambung.

Secara umum penyebab lambung bengkak umumnya dikarenakan oleh suatu bakteri atau peningkatan asam yang berlebihan. Awal terjadinya pembengkakan lambung karena adanya suatu peradangan atau disebut penyakit maag. 

Maag yang tidak mendapatkan pengobatan serius akan berdampak parah pada lambung dan menyebabkan pembengkakan serta pendarahan.

Gejala awal yang biasa ditimbulkan ketika terjadinya pembengkakan lambung biasanya akan merasakan sakit perut di bagian atas, gangguan pencernaan, kembung, mual, muntah, sering bersendawa, hilangnya selera makan, dan penurunan berat badan.

Jika tidak ditangani segera, dapat menyebabkan penyakit yang cukup serius dan berbahaya. Penyakit ini juga dapat berisiko jika kamu tidak membiasakan gaya hidup sehat dan diet yang mengaktifkan perubahan pada lapisan perut. 

Selain itu, kamu juga disarankan untuk mengurangi diet tinggi lemak, garam, merokok, dan konsumsi alkohol jangka panjang dapat membantu mengurangi gejala kondisi tersebut.

Penyebab lambung bengkak

Pada dasarnya, penyebab lambung bengkak dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

  • Mengalami stres dan tekanan emosional yang berlebihan.
  • Kadar asam lambung yang berlebihan.
  • Waktu makan yang tidak teratur misalnya sering terlambat makan atau makan terlalu banyak.
  • Adanya infeksi bakteri atau virus.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Penyalahgunaan obat-obatan.
  • Reaksi autoimun.
  • Bertambahnya usia.
  • Menderita penyakit Crohn.
  • Menderita penyakit HIV/AIDS
  • Refluks empedu.
  • Mengidap anemia pernisiosa
  • Muntah kronis.
  • Terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri.
  • Menelan zat yang bersifat korosif dan dapat merusak dinding lambung, misalnya obat pembasmi hama.

Pembengkakan lambung umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Karena itu, jika tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan kehilangan banyak darah dan berisiko meningkatkan penyakit kanker perut.

Gejala pembengkakan lambung

Beberapa penderita pembengkakan lambung mungkin tidak memiliki gejala apapun. Namun, gejala pembengkakan lambung atau gastritis bisa muncul jika sudah akut maupun kroinis. Gejala gastritis bervariasi antar individu, yakni sebagai berikut:

  • Mual atau sakit perut yang berulang.
  • Sakit perut atau perut kembung.
  • Mengalami gangguan pada pencernaan.
  • Sensasi perut terbakar atau menggerogoti di antara waktu makan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Muntah disertai dengan darah.
  • Kotoran atau tinja berwarna hitam.

Penderita gastritis terkadang akan merasakan nyeri di perut bagian atas yang bisa menjadi lebih buruk. Selain itu, perasaan kenyang di perut bagian atas setelah makan juga dapat dirasakan.

Bagaimana diagnosis pembengkakan lambung

Untuk mendiagnosis pembengkakan lambung, dokter biasanya akan meninjau riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Beberapa evaluasi atau pemeriksaan fisik yang direkomendasikan, yakni sebagai berikut:

Tes untuk H. pylori

Dokter mungkin merekomendasikan tes ini untuk menentukan apakah kamu memiliki bakteri H. pylori. Jenis tes yang dijalani tergantung pada suatu yang kamu miliki. Umumnya, bakteri H. pylori dapat dideteksi dalam tes darah, tes feses, ataupun tes napas.

Untuk tes napas, kamu perlu minum segelas kecil cairan bening dan tidak berasa yang mengandung karbon radioaktif. Bakteri H. pylori akan memecah cairan uji di perut. Jika terinfeksi H. pylori, sampel napas akan mengandung karbon radioaktif.

Endoskopi

Selama endoskopi, dokter akan memasukkan tabung fleksibel yang dilengkapi dengan lensa ke tenggorokan dan masuk ke kerongkongan, perut, dan usus kecil. Dengan menggunakan endoskopi, dokter bisa mencari tanda-tanda peradangan.

Jika ditemukan area yang mencurigakan, dokter mungkin mengambil sampel jaringan kecil atau biopsi untuk pemeriksaan laboratorium. Biopsi juga dapat membantu mengidentifikasi keberadaan H. pylori di lapisan perut.

X-ray

Untuk mengetahui diagnosis peradangan lambung, dokter juga akan menggunakan X-ray pada sistem pencernaan bagian atas. Rangkaian pemeriksaan X-ray ini akan membuat gambar kerongkongan, lambung, dan usus kecil untuk mencari ada tidaknya kelainan.

Jika ingin membuat tukak lebih terlihat, mungkin kamu dapat menelan cairan logam berwarna putih atau mengandung barium yang melapisi saluran pencernaan.

Tes feses

Diagnosis terhadap lambung bengkak juga dapat dilakukan dengan melakukan tes darah samar tinja atau tes feses. Tes ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan darah di tinja di mana merupakan kemungkinan tanda gastritis.

Pengobatan untuk lambung bengkak

Pengobatan untuk pembengkakan lambung tergantung pada penyebab spesifiknya. Gastritis akut yang disebabkan oleh obat antiinflamasi nonsetroid atau alkohol dapat diredakan dengan menghentikan penggunaan zat tersebut.

Pembengkakan pada lambung bisa diatasi dengan dua cara, yakni dengan obat dari resep dokter dan pengobatan alami. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Penanganan dengan obat-obatan

Beberapa penanganan lambung bengkak dengan obat-obatan, antara lain sebagai berikut:

Obat antibiotik untuk membunuh H. pylori

Untuk H. pylori di saluran pencernaan, dokter mungkin merekomendasikan kombinasi antibiotik seperti klaritromisin atau Biaxin dan amoksisilin atau metronidazol. Beberapa obat-obatan ini dapat membantu membunuh bakteri yang ada di dalam tubuh.

Pastikan untuk meminum resep antibiotik lengkap, yakni selama tujuh hingga 14 hari. Konsultasikan dengan dokter jika obat dirasa tidak mengurangi gejala yang dirasakan.

Konsumsi obat over the counter atau OTC

Obat OTC dapat membantu menghalangi produksi asam dan mempercepat penyembuhan. Penghambat pompa proton akan mengurangi asam dengan menghalangi aksi bagian-bagian sel yang menghasilkan asam.

Beberapa obat-obatan yang termasuk resep over the counter, seperti omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole. Pastikan untuk mengonsumsi obat-obatan ini sesuai dengan petunjuk dosis yang ada pada label.

Penggunaan jangka panjang dari penghambat pompa protin, terutama pada dosis tinggi dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Tanyakan kepada dokter apakah suplemen kalsium dapat mengurangi risiko ini.

Gunakan penghambat histamin atau H-2

Penggunaan obat jenis ini dapat membantu mengurangi jumlah asam yang dilepaskan ke saluran pencernaan. Selain itu, obat penghambat histamin juga dapat mengurangi nyeri gastritis dan mendorong penyembuhan lebih cepat.

Obat ini tersedia dengan resep atau over the counter, seperti famotidine, semitidine, dan nizatidine. Konsumsilah obat sesuai dosis yang dianjurkan untuk menghindari masalah kesehatan lebih lanjut.

Antasida yang menetralkan asam lambung

Dokter mungkin akan memasukkan antasid dalam rejimen obat. Antasida diketahui dapat membantu menetralkan asam lambung yang ada dan dapat meredakan nyeri dengan cepat.

Namun, pastikan jika kamu mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat karena obat ini berisiko menyebabkan efek samping. Efek samping yang dimaksud, seperti sembelit atau diare, tergantung bahan utama dalam obat.

Penanganan dengan cara alami

Adapun beberapa pengobatan alami yang dapat dilakukan untuk mengatasi lambung bengkak, antara lain:

Diet anti-inflamasi

Pembengkakan lambung seringkali terjadi karena adanya lapisan pada lambung yang mengalami peradangan.

Kamu bisa melakukan diet anti-inflamasi dengan mengonsumsi makanan yang mengurangi peradangan dan menghindari makanan yang memicu lapisan lambung menjadi iritasi.

Mungkin pada setiap orang makanan pemicu akan berbeda tetapi sebaiknya kamu mengatur dan menentukan makanan apa saja yang baik dan yang tidak untuk dikonsumsi selama seminggu untuk membantu mengidentifikasi makanan apa saja yang membuat gastritis kamu kambuh. 

Air bawang putih

Jika pembengkakan lambung disebabkan oleh bakteri H. pylori, kamu dapat coba mengonsumsi air bawang putih. Bawang putih dipercaya ampuh sebagai obat alami untuk membantu membunuh bakteri H. pylori penyebab gastritis atau pembengkakan lambung ini.

Caranya mudah kamu cukup menghaluskan bawang putih mentah dan larutkan dalam segelas air hangat, saring, lau minumlah ekstraknya.

Selain itu, kamu juga bisa minum suplemen ekstrak bawang putih. Tetapi jika kamu memiliki riyawat alergi terhadap bawang putih, jangan melakukan pengobatan ini karena dapat membahayakan tubuh kamu.

Mengonsumsi probiotik

Pada dasarnya probiotik merupakan jenis bakteri baik yang dapat membantu kesehatan sistem pencernaan. Bakteri baik inilah yang dipercaya dapat membantu serta mempercepat penyembuhan radang lambung dengan melawan bakteri H. pylori yang menyebabkan gastritis.

Kamu bisa mengonsumsi probiotik dalam bentuk suplemen, dan juga mengonsumsi makanan fermentasi yang mengandung probiotik seperti kimchi, tempe, yogurt, kefir.

Mengonsumsi teh hijau dan madu manuka

Selain rasanya yang khas, ternyata teh hijau atau hitam dapat menjadi obat gastritis alami yang disebabkan infeksi bakteri. Selain itu, dengan minum teh hijau atau teh hitam setidaknya seminggu sekali dapat mengurangi jumlah bakteri H. pylori di saluran pencernaan.

Jika kamu tidak suka rasa yang pahit, kamu bisa mengganti gula pasir dengan madu manuka asli. Madu manuka mengandung sifat antibakteri yang membantu melawan infeksi penyebab gastritis.

Bagaimana pencegahan terhadap lambung bengkak?

Jika penyebab mendasari dapat dihindari, maka pencegahan terhadap lambung bengkak bisa dilakukan. Beberapa pencegahan untuk pembengkakan pada lambung, antara lain:

Hentikan kebiasaan buruk

Untuk menghindari pembengkakan pada lambung, kamu perlu menghentikan kebiasaan buruk yang dapat memicu gejala. Beberapa kebiasaan buruk yang dimaksud, seperti konsumsi alkohol dan merokok.

Jaga pola hidup sehat

Pembengkakan pada lambung dapat dihindari dengan menjaga pola hidup tetap sehat. Jika kamu mengalami gangguan pencernaan, konsumsilah makan kecil lebih sering untuk membantu meringankan efek asam lambung.

Jangan konsumsi makanan yang mengiritasi

Makanan yang mengiritasi dapat menyebabkan gejala lambung bengkak semakin parah. Karena itu, hindari beberapa makanan yang dapat mengiritasi lambung seperti makanan pedas, asam, digoreng, atau berlemak.

Pertimbangkan untuk mengganti pereda nyeri

Obat pereda nyeri memang bisa membantu mencegah keparahan gejala. Namun, jika kamu menggunakan pereda nyeri yang meningkatkan risiko gastritis maka segera tanyakan dengan dokter.

Hindari juga situasi di mana bahan kimia, radiasi, atau beberapa racun dapat tertelan. Mungkin lebih sulit untuk mencegah beberapa penyebab infeksius gastritis, namun menjaga kebersihan merupakan cara paling tepat agar risiko infeksi bisa berkurang.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. healthline.com (2020) diakses 27 Juli 2020. Gastritis. 27 Juli 2020 pukul 18.00.
  2. medicalnewstoday.com (2017) diakses 27 Juli 2020. Everything you need to know about gastritis. 27 Juli 2020 pukul 18.45.
  3. healthline.com (2018) diakses 27 Juli 2020. Home Remedies for Gastritis. 27 Juli 2020 pukul 19.00.
  4. Mayo Clinic (2020), diakses 19 Maret  2021. Gastritis
  5. MedicineNet (2016), diakses 19 Maret 2021. Understanding Cancer: Metastasis, Stages of Cancer, and More
  6. Webmd (2020), diakses 19 Maret 2021. What Is Gastritis?
    register-docotr