Kesehatan Wanita

Perlu Diperhatikan, Ini Sederet Efek Samping KB Susuk yang Mungkin Terjadi

July 7, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

KB susuk merupakan salah satu cara mencegah kehamilan yang paling baik. Metode ini disebut-sebut 99 persen efektif bekerja, bahkan hingga 3 tahun.

Namun, terlepas dari manfaatnya, efek samping KB susuk cukup beragam dan dapat menganggu kondisi kesehatan wanita terutama jika jarang dikontrol oleh tenaga ahli.

Apa itu KB susuk?

KB susuk atau juga yang disebut sebagai implan progesteron merupakan batang plastik tipis berukuran sebesar batang korek api yang diletakkan di bawah kulit, tepatnya di bagian dalam lengan atas.

KB susuk melepaskan progesteron yakni hormon yang juga ditemukan dalam pil KB. Progesteron menyebabkan lendir serviks menebal dan lapisan rahim menipis, sehingga sperma tidak mencapai sel telur.

Metode kontrasepsi yang satu ini terbilang praktis karena dapat bertahan hingga 3 tahun dan dapat dihentikan kapan saja ketika kamu ingin hamil atau memiliki alasan lain. 

Baca juga: Moms Sebelum Dipilih, Yuk Ketahui Dulu Plus Minus dari Minum Pil KB

Efek samping KB susuk

Di samping efektivitas dan kepraktisannya, KB susuk juga memiliki beberapa kelemahan. Nah, efek samping KB susuk yang perlu kamu ketahui yakni:

Gangguan menstruasi

Efek samping KB susuk yang paling umum terjadi adalah perubahan dalam menstruasi normal. Baik secara siklus maupun intensitas perdarahan. Hal ini tentu mengganggu dan cukup menyusahkan bagi wanita.

Efek samping yang satu ini juga kerap menjadi alasan utama para wanita menghentikan metode KB susuk. Gangguan menstruasi biasanya muncul dalam tiga bulan pertama pemasangan KB susuk. Kemudian akan menimbulkan perubahan siklus menstruasi yang berbeda pada masing-masing wanita. 

Wanita yang menggunakan KB susuk juga perlu berkonsultasi bila mengalami pola perdarahan yang tidak normal. Hal ini dapat berisiko pada kehamilan ektopik, kehamilan, atau kondisi penyakit tertentu.

Perubahan perdarahan pada wanita akibat efek samping KB susuk meliputi:

  • Tidak mengalami menstruasi bulanan
  • Perdarahan ringan atau tidak teratur
  • Perdarahan yang sering (lebih dari lima dalam 90 hari)
  • Perdarahan terus menerus selama berminggu-minggu (lebih dari 14 hari)
  • Menorrhagia (perdarahan hebat)

Kenaikan berat badan

Efek samping lainnya dari pemasangan KB susuk adalah kenaikan berat badan. Setidaknya ada 15 persen wanita dengan KB susuk mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, rata-rata sekitar 1,5 kgsetelah satu tahun, dan hampir 4 kg setelah dua tahun. 

Nyeri di beberapa bagian tubuh

Beberapa wanita mengalami nyeri serta pembesaran pada bagian payudara, sakit kepala, nyeri punggung, mual, pusing hingga gejala seperti influenza. 

Di samping itu efek samping seperti hipersensitivitas, keluarnya cairan dari puting, dan pruritus vulva (gangguan yang ditandai dengan sensasi gatal parah dari alat kelamin eksternal perempuan) juga dapat terjadi. 

Vagina kering

Hampir 15 persen wanita yang menggunakan KB susuk mengeluhkan masalah kekeringan vagina. Kondisi ini tentu tidak nyaman dan dapat menimbulkan nyeri ketika berhubungan seksual.

Peningkatan tekanan darah

Kontrasepsi hormon merupakan kontraindikasi pada wanita yang memiliki riwayat hipertensi terutama dengan komplikasi. Tetapi KB susuk dapat digunakan jika hipertensi terkontrol dengan baik alias di bawah pengawasan ketat.

Namun bila terjadi peningkatan tekanan darah yang berkelanjutan atau tidak terkontrol selama menggunakan KB susuk, kamu mungkin perlu menjalani prosedur pengangkatan. 

Depresi

Wanita yang memiliki catatan suasana hati yang rendah harus berhati-hati saat memutuskan untuk menggunakan KB susuk. Ini penting karena KB susuk mungkin menimbulkan pengaruh pada suasana hati yang buruk. Jika terjadi depresi, biasanya dokter akan menyarankan pengangkatan. 

Pembesaran folikel di ovarium

Pelepasan progesteron dosis rendah dalam waktu lama biasanya menekan perkembangan folikel di ovarium. Namun, jika folikel lolos dari hambatan ini, folikel dapat terus tumbuh sampai melampaui ukuran folikel matang yang normal. Hal ini dapat berisiko membentuk kista folikel.

Meski begitu sebagian kista folikel dapat menghilang dengan sendirinya tanpa operasi. 

Efek pada metabolisme karbohidrat dan lipid

KB susuk atau implan progesteron saja dapat menyebabkan resistensi insulin terjadi sehingga berisiko terhadap hiperglikemia ringan. Namun alasan jelas mengenai hal ini belum diketahui.

Pada beberapa kasus juga KB susuk juga memiliki pengaruh pada hiperlipidemia (kadar lemak dalam darah tinggi). Untuk itu, wanita prediabetes atau diabetes yang menggunakan KB susuk harus ekstra hati-hati serta mendapat pengawasan dokter. 

Gangguan psikologis

Efek samping ini jarang terjadi, tapi susuk progesteron mungkin menimbulkan efek samping berupa kejang, migrain, kantuk, kehilangan libido, dan kecemasan.

Bila kamu masih ragu atau bingung dalam memilih alat kontrasepsi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter akan membantumu memilih kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr