Kesehatan Wanita

Bahaya Vaginal Douche, Mulai dari Infeksi hingga Sulit Hamil!

October 31, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Bahaya vaginal douche bisa menyebabkan berbagai kondisi kesehatan serius terkait organ kelamin wanita. Karena itu, pastikan untuk mempertimbangkan efek samping sebelum menggunakannya.

Meski memiliki risiko, pembersihan vagina memiliki manfaat yang cukup banyak salah satunya adalah menghilangkan bau tak sedap. Nah, untuk mengetahui bahaya vaginal douche yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Perlukah Lansia Mengonsumsi Susu? Berapa Takaran Maksimal?

Apa itu vaginal douching?

Dilansir dari Womenshealth.gov, douching adalah proses mencuci atau membersihkan bagian dalam vagina dengan air atau campuran cairan lainnya. Douching berbeda dengan mencuci bagian luar vagina saat buang air kecil atau mandi.

Membilas bagian luar vagina dengan air hangat tidak akan menyebabkan masalah serius. Namun, ketika melakukan douching atau pembersihan vagina bagian dalam maka bisa memicu munculnya kondisi kesehatan yang cukup berbahaya. 

Biasanya, douching dilakukan hampir satu dari lima wanita di Amerika Serikat dengan usia antara 15 hingga 44 tahun. Perlu diketahui, kebanyakan dokter menganjurkan agar wanita tidak melakukan douche.

Douching dapat mengubah keseimbangan flora vagina atau bakteri yang hidup di dalam kelamin wanita dan mengubah keasaman alami dalam vagina sehat. Vagina yang sehat memiliki memiliki bakteri baik dan berbahaya.

Dengan adanya keseimbangan bakteri, maka dapat membantu menjaga lingkungan asam. Memiliki lingkungan vagina yang asam dapat melindungi vagina dari infeksi atau iritasi. Karena itu, douching bisa mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari bakteri berbahaya.

Bahaya vaginal douche yang mungkin terjadi

Jika kamu sudah mengalami infeksi vagina, douching dapat mendorong bakteri penyebab infeksi untuk naik ke rahim, saluran tuba, dan ovarium.

Selain itu, douche yang dijual di toko obat atau supermarket juga mengandung antiseptik dan pewangi sehingga memiliki cukup banyak efek samping. 

Cara pemakaiannya adalah dengan menyemprotkan cairan melalui tabung ke atas dalam vagina sehingga membuat organ kelamin menjadi terasa bersih. Namun, ada beberapa bahaya vaginal douche yang mungkin terjadi yakni:

Infeksi bakteri

Saat mulai douching, kamu menghilangkan bakteri yang membantu membersihkan vagina. Hal inilah yang kemudian akan menyebabkan infeksi, termasuk vaginosis bakterial. Gejala vaginosis bakteri dapat berupa keputihan yang encer atau seperti susu dengan bau amis.

Memiliki vaginosis bakterial dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan infeksi menular. Tak hanya itu, wanita yang melakukan douche secara teratur juga mungkin akan mengalami kesulitan untuk hamil.

Bahaya vaginal douche sebabkan penyakit radang panggul

Bahaya vaginal douche, salah satunya yang paling umum adalah penyakit radang panggul atau PID. PID merupakan infeksi yang terjadi pada rahim, saluran tuba, dan ovarium.

Penelitian menemukan bahwa wanita yang sering melakukan douche mungkin memiliki risiko 73 persen lebih tinggi terkena PID. Penyakit radang panggul seringkali tidak menimbulkan tanda atau gejala yang jelas.

Akibatnya, kamu mungkin tidak menyadari jika memiliki kondisi tersebut dan telah melakukan perawatan yang diperlukan. Kondisi ini bisa saja baru terdeteksi ketika kamu sulit hamil atau mengalami nyeri panggul kronis.

Komplikasi kehamilan

Wanita yang melakukan douche lebih dari sekali seminggu memiliki lebih banyak kesulitan untuk hamil dibandingkan yang tidak. Pembersihan vagina atau douching juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik sebanyak 76 persen.

Dengan kehamilan ektopik, embrio ditanamkan di luar rahim sehingga. Karena itu, semakin sering seorang wanita melakukan douching atau pembersihan bagian dalam vagina maka berisiko besar mengalami kehamilan ektopik.

Bagaimana cara terbaik untuk membersihkan vagina?

Untuk mencegah bahaya vaginal douche, cara terbaik untuk membersihkan organ kelamin wanita adalah membiarkan vagina melakukan pembersihan sendiri. Vagina akan membersihkan dirinya sendiri secara alami dengan membuat lendir.

Lendir biasanya dapat membantu membersihkan darah, air mani, dan keputihan. Jika kamu khawatir dengan bau vagina, maka bisa segera membicarakannya dengan dokter.

Namun, perlu diketahui juga bahwa vagina yang sehat dan bersih pun memiliki bau ringan dan dapat berubah sepanjang waktu.

Untuk membuat vagina lebih kuat dan sehat, kamu bisa melakukan aktivitas fisik secara rutin. Nah, cara menjaga kebersihan dan kesehatan vagina antara lain mencuci bagian luar vagina dengan air hangat dan sabun lembut saat mandi dan hindari penggunaan bedak atau semprotan wangi.

Baca juga: Rutin Berolahraga Ampuh Turunkan Risiko Terkena 6 Penyakit Ini Lho

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Webmd (2020), diakses 21 Oktober 2020. Vaginal Douching: Helpful or Harmful?
  2. Womenshealth.gov (2019), diakses 21 Oktober 2020. Douching
  3. Spotlight (2018), diakses 21 Oktober 2020. The dangers of vaginal douching
    Berita Terkait
    register-docotr