Kesehatan Wanita

8 Penyebab Telat Haid Selain Kehamilan, Kapan Perlu ke Dokter?

February 23, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Menstruasi yang datang terlambat, bisa membuat kamu panik bahkan stres. Apalagi jika kamu terbiasa mengalami siklus haid teratur, atau mengkhawatirkan kehamilan tidak terduga.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi ini. Mulai dari efek alat kontrasepsi, sampai stres. Untuk lebih jelasnya, berikut 8 penyebab terjadinya telat datang bulan selain kehamilan.

Baca juga: Dapatkah Stres Menyebabkan Vertigo? Simak 6 Fakta Menarik Mengenai Hal Ini

1. Stres

Dilansir dari Medicalnewstoday, siklus menstruasi sangat bisa dipengaruhi oleh tingkat stres.

Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi siklus menstruasi, misalnya, membuat haid lebih lama, lebih pendek, atau bahkan terlewat.

Menghindari situasi yang menyebabkan stres seperti dengan berolahraga secara teratur dan cukup tidur, dapat membantu kamu mempertahankan siklus menstruasi secara teratur.

2. Perimenopause

Perimenopause adalah masa peralihan dari usia produktif ke usia nonproduktif. Di waktu peralihan ini, menstruasi bisa menjadi lebih berat, lebih sering, atau bahkan lebih jarang.

3. Berat badan turun drastis

Penurunan berat badan yang signifikan atau olahraga terlalu intens, dapat menyebabkan wanita telat datang bulan.

Ini karena rasio lemak tubuh yang terlalu rendah akan membuat kadar hormon reproduksi berkurang, lalu membuat proses ovulasi dan menstruasi tidak bisa terjadi.

Seorang wanita yang melewatkan satu atau beberapa periode menstruasi setelah kehilangan sejumlah besar berat badan, harus segera berkonsultasi dengan dokter.

4. Obesitas

Obesitas akan memengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan penurunan kesuburan yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur.

Dilansir dari Verywellhealth, indeks massa tubuh (IMT) yang sangat tinggi juga dikaitkan dengan menstruasi yang terlewat.

Hal ini bisa diatasi dengan melakukan penurunan berat badan, sehingga wanita yang mengalami obesitas dapat mengembalikan siklus menstruasinya menjadi normal.

Baca juga: Setelah Tahu Bahayanya, Kamu Yakin Masih Mau Merokok?

5. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS), adalah kondisi yang menyebabkan tubuh wanita memproduksi lebih banyak hormon androgen pria.

Kista ini terbentuk di ovarium akibat ketidakseimbangan hormon, dan membuat ovulasi tidak teratur atau menghentikannya sama sekali.

Perawatan untuk PCOS berfokus untuk meredakan gejala. Dokter mungkin meresepkan alat kontrasepsi atau obat lain untuk membantu mengatur siklus menstruasimu.

6. Pemakaian alat kontrasepsi

Kamu mungkin mengalami perubahan dalam siklus haid saat menggunakan atau menghentikan pemakaian alat kontrasepsi tertentu.

Misalnya untuk pemakaian pil KB, diperlukan waktu hingga enam bulan agar siklus haid dapat kembali datang teratur, jika kamu menghentikan penggunaannya.

Jenis kontrasepsi lain seperti implan, atau suntik hormon, juga dapat menyebabkan menstruasi terlewat.

7. Penyakit kronis

Meski terbilang jarang terjadi, penyakit kronis seperti diabetes juga dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Ini karena perubahan gula darah yang tidak terkontrol akan berpengaruh pada produksi kadar hormon di dalam tubuh, dan menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur.

8. Masalah tiroid

Dilansir dari Healthline, kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif juga bisa menjadi penyebab menstruasi yang terlewat.

Tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh, sehingga kadar hormon juga dapat terpengaruh.

Masalah tiroid biasanya dapat diobati dengan pengobatan. Setelah perawatan, haid kemungkinan akan kembali normal.

Kapan harus waspada dan pergi ke dokter?

Jika kamu melewatkan satu periode menstruasi, cobalah untuk tidak terlalu panik. Banyak wanita mengalami hal ini tanpa disertai masalah kesehatan yang serius.

Namun, jika kamu mengalaminya dengan disertai gejala berikut ini, maka kamu memerlukan perhatian medis dengan segera.

  1. Perdarahan yang luar biasa berat
  2. Demam
  3. Memiliki hasil tes kehamilan positif
  4. Mengalami penurunan atau kenaikan berat badan signifikan
  5. Merasakan stres dalam waktu yang cukup lama
  6. Sakit parah
  7. Mual dan muntah
  8. Perdarahan yang berlangsung lebih dari tujuh hari
  9. Perdarahan setelah memasuki menopause dan tidak menstruasi selama setahun

Menstruasi yang terlambat kadang merupakan kejadian normal. Namun jika kamu cemas karena sering mengalaminya, tak ada salahnya untuk membuat catatan tertulis tentang hal ini.

Tuliskan rincian termasuk tanggal mulai, berakhir, dan daftar gejala yang menyertainya.

Ini akan membantu dokter membuat diagnosis dengan tepat, dan mendiskusikan pilihan perawatan yang harus kamu ambil.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Eight possible causes of a late period, https://www.medicalnewstoday.com/articles/318317#When-to-see-your-doctor diakses pada 22 Februari 2021

Missed or Irregular Periods, https://www.uofmhealth.org/health-library/mispd diakses pada 22 Februari 2021

Why Is My Period Late: 8 Possible Reasons, https://www.healthline.com/health/womens-health/why-is-my-period-late#see-your-doctor diakses pada 22 Februari 2021

10 Reasons for a Missed Period, https://www.verywellhealth.com/reasons-you-missed-your-period-2757503 diakses pada 22 Februari 2021

    register-docotr