Kesehatan Anak

Ini Lho Tips Memilih Pasta Gigi untuk Anak Usia Dini, Moms Perlu Tahu!

February 23, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Menyikat atau membersihkan gigi si Kecil harus dimulai sejak dini lho Moms. Bahkan saat gigi pertamanya baru tumbuh.

Ini bermanfaat untuk mencegah kerusakan gigi di masa mendatang. Tapi, apakah bayi dan anak-anak boleh menggunakan pasta gigi yang sama dengan orang dewasa?

Nah, berikut adalah panduan memilih pasta gigi untuk anak serta beberapa tips kesehatan merawat gigi si Kecil.

Kapan anak harus mulai membersihkan gigi?

Moms harus mulai membersihkan gigi si Kecil saat usia 6 bulan. Membersihkan dan menyikat gigi dapat menghilangkan plak (penumpukan pada gigi) yang menyebabkan kerusakan gigi.

Gunakan waslap bersih dan lembap, kain kasa, atau sikat jari untuk membersihkan gigi pertama dan bagian depan lidah dengan lembut, setelah makan dan sebelum tidur.

Menyikat gigi si Kecil harus dilakukan dengan lembut dan tidak lebih dari tiga baris bulu. Buang sikat gigi yang telah menjadi kasar di bagian tepinya atau berusia lebih dari dua hingga empat bulan, karena bakteri mulut dapat mulai menumpuk.

Baca Juga : Mengajari Anak Sikat Gigi, Kapan Waktu yang Tepat dan Bagaimana Caranya?

Kapan anak boleh menggunakan pasta gigi?

Pada usia 18 bulan, mulailah menggunakan pasta gigi rendah fluoride seukuran kacang polong untuk menyikat gigi anak. Dorong anak untuk meludahkan pasta gigi setelah menyikat, tetapi tidak dibilas.

Bimbing anak tentang teknik menyikat yang tepat untuk mencegah gigi berlubang di usia muda. Seperti yang disebutkan sebelumnya, si Kecil dapat beralih ke pasta gigi berfluoride setelah mereka dapat meludah setelah menyikat.

Terlepas dari usia, semua anak harus menyikat gigi dua kali sehari dan flossing satu kali sehari. Ini mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan jaringan gusi.

Pastikan anak mengunjungi dokter gigi secara teratur setidaknya setiap enam bulan untuk memantau pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan mulut secara keseluruhan.

Baca Juga : Faktor-faktor Penyebab Gigi Hitam dan Cara Tepat Menghilangkannya

Tips memilih pasta gigi yang aman untuk anak

Sebelum gigi bayi tumbuh, Moms bisa membantu menghilangkan bakteri dengan menyeka mulutnya dengan kain lembut.

Setelah gigi pertamanya tumbuh, Moms bisa mulai menggunakan pasta gigi. Berikut tips memilih pasta gigi yang aman untuk anak.

1. Perhatikan kandungan fluoride

Terlalu banyak fluorida dapat menyebabkan fluorosis (bintik-bintik berubah warna pada gigi). Pasta gigi untuk orang dewasa dan anak-anak memiliki kandungan fluoride yang berbeda-beda. 

Moms perlu melihat kemasan pasta gigi untuk memeriksa jumlah fluoride yang dikandungnya. Kebanyakan pasta gigi biasa mengandung 1000-1500 ppm fluorida. 

Anak-anak hingga 0-2 tahun cenderung menelan pasta gigi mereka, dan ini berbahaya karena menelan fluoride dapat menyebabkan penyakit.

Oleh karena itu, pilihlah selalu pasta gigi yang didesain untuk anak-anak dan memiliki kandungan fluoride tidak lebih dari 1000 ppm.

2. Hindari sodium lauryl sulphate (SLS)

Bahan yang sangat umum dalam pasta gigi adalah sodium lauryl sulfate (SLS), yang terkadang juga terdaftar sebagai sodium laureth sulfate. 

Ini adalah deterjen kuat yang telah dibuktikan dalam beberapa penelitian dapat meningkatkan risiko sariawan. 

Paparan SLS pada gusi dalam bentuk pasta gigi dapat menyebabkan iritasi. Dan bagi mereka yang menderita sariawan, ini bisa memperburuk gejalanya. Untuk alasan ini, sebaiknya hindari SLS dalam pasta gigi.

3. Pilih rasa yang anak sukai

Mint adalah rasa paling populer untuk produk pasta gigi di seluruh dunia. Namun, untuk anak-anak, mereka lebih menyukai rasa buah seperti stroberi atau jeruk.

Faktanya, banyak anak yang tidak suka menyikat gigi karena tidak menyukai rasa pasta gigi biasa. Meskipun demikian, Moms mungkin harus mencoba beberapa pasta gigi dengan rasa untuk menemukan rasa yang disukai si Kecil.

Karakter kartun lucu pada kemasan juga dapat mendorong anak untuk menikmati rutinitas menyikat gigi dan mempromosikan kebersihan mulut yang baik.

4. Jangan lupa cek logo keamanan produk

Untuk memastikan keamanan lengkap suatu produk, selalu periksa apakah produk tersebut memiliki sertifikasi pemerintah atau tidak.

Contohnya sertifikasi dari BPOM atau halal dari MUI. Jika Moms memiliki kekhawatiran tentang pasta gigi, segera konsultasikan dengan dokter gigi terdekat ya.

Baca Juga : Si Kecil Malas Sikat Gigi, Waspadai Karies Gigi pada Anak

Apakah pasta gigi berfluoride aman untuk anak-anak?

Fluoride adalah mineral yang ditemukan secara alami di air, tanah, dan udara. Hampir semua air mengandung sejumlah fluoride, tetapi kadar fluoride dapat bervariasi tergantung dari mana air berasal.

Fluoride juga ditambahkan ke dalam pasta gigi karena dapat membantu mencegah kerusakan gigi. Selain itu, juga membuat seluruh gigi lebih tahan terhadap kerusakan. Dan ini membantu proses remineralisasi, yang membantu memperbaiki kerusakan.

Secara umum, fluoride aman untuk anak-anak. Fluoride dapat menjadi berbahaya jika tertelan. Sebab kelebihan penggunaan fluoride bisa sebabkan penyakit.

Gigi berlubang adalah penyakit paling umum pada anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia. Fluoride adalah salah satu cara terbaik dan teraman untuk mencegah gigi berlubang bagi anak-anak dan orang dewasa. 

Tips aman menggunakan pasta gigi berfluoride untuk anak

Agar anak mau menggosok giginya, gunakan pasta gigi berfluoride yang disukai anak dan yang terasa enak di mulutnya ya Moms.

Melansir What to Expect, aturan baru American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluoride dimulai dari gigi pertama bayi, sehingga tak perlu menunggu hingga usia 2 tahun.

Namun penggunaan pasta gigi berfluoride untuk anak harus dengan dosis tepat. Berikut adalah pedoman penggunaan pasta gigi berfluoride untuk anak-anak:

  • Untuk bayi hingga usia 3 tahun: gunakan seukuran biji-bijian atau beras
  • Anak-anak usia 3 tahun ke atas: gunakan seukuran kacang polong
  • Jika anak tidak dapat meludah: minta anak memiringkan mulutnya ke bawah agar pasta gigi dapat menetes ke wastafel, cangkir, atau kain lap. Karena fluoride dalam pasta gigi dimaksudkan untuk menjadi swishes tetapi tidak untuk ditelan.

Pastikan untuk membantu atau mengawasi anak saat menyikat gigi. Jangan khawatir jika bayi menelan pasta gigi tersebut (karena ia hampir pasti akan menelannya) sebab dalam jumlah kecil tidak akan menimbulkan kerusakan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan anak? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

What to Expect. Diakses pada 22 Februari 2021. Brushing Baby’s Teeth

Healthy Children. Diakses pada 22 Februari 2021. Toothbrushing Tips for Young Children

Stanford Children’s Health. Diakses pada 22 Februari 2021. Fluoride and Children

Stanford Children’s Health. Diakses pada 22 Februari 2021. Brushing and Toothpaste for Children

Healthline. Diakses pada 22 Februari 2021. Should You Be Worried About Fluoride Toothpaste?

Mouth Healthy. Diakses pada 22 Februari 2021. A Mom’s Guide to Fluoride

ICPA. Diakses pada 22 Februari 2021. HOW TO SELECT THE RIGHT TOOTHPASTE FOR YOUR CHILDREN 

GC Holistic Dental Care. Diakses pada 22 Februari 2021. Find out the 7 toothpaste ingredients you should avoid

    register-docotr