Kanker Lain

Tergiur Manfaat Biji Aprikot untuk Mengobati Kanker? Kenali Dulu Bahaya dan Risikonya

February 23, 2021 | Richaldo Hariandja
feature image

Banyak bahan alami yang digadang-gadang bisa diandalkan untuk mengatasi kanker, termasuk biji aprikot. Untuk yang satu ini, kamu harus hati-hati, karena ada reaksi berbahaya biji ini di dalam tubuh, lho!

Apa itu biji aprikot?

Biji aprikot mirip dengan almond berukuran kecil. Saat masih segar, biji ini berwarna putih, lalu akan menjadi kecokelatan saat sudah dikeringkan.

Situs kesehatan MedicalNewsToday menyebut orang-orang di Mesir mencampurkan biji ketumbar, garam dan biji aprikot untuk membuat snack yang bernama ‘dokka’.

Beberapa produsen menggunakan biji aprikot untuk produksi kosmetik, obat dan minyak. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kandungan protein, serat dan minyak di dalam biji ini.

Sebuah penelitian di India menyebut orang di negara itu kerap menggunakan minyak biji aprikot untuk pijat. Hal ini disebabkan kepercayaan yang beredar kalau biji ini dapat mengurangi sakit dan nyeri.

Nutrisi biji aprikot

Aprikot memiliki properti dan kegunaan yang mirip dengan almond. Dalam sebuah penelitian di Journal of Food Science and Technology disebutkan kandungan biji aprikot sebagai berikut:

  • 45-50 persen minyak
  • 25 persen protein
  • 8 persen karbohidrat
  • 5 persen serat

Aprikot pun kaya akan lemak yang menyehatkan dan membantu untuk menurunkan kolesterol jahat. Biji aprikot sendiri mengandung asam lemak penting (omega-6 dan omega-3). Kandungan ini sangat baik bagi jantung, kesehatan mental dan aspek kesehatan lainnya.

Bisakah biji aprikot melawan kanker?

Biji aprikot pun mengandung komponen kimia amygdalin. Komponen ini telah banyak dikaitkan dengan kemampuannya dalam melawan kanker. Bahkan, dilansir US National Cancer Institute, terdapat obat paten amygdalin yang dinamakan Laetrile.

Tidak hanya Laetrile, situs kesehatan Healthline menyebut banyak ragam amygdalin yang mengaku bisa memberikan manfaat dalam melawan kanker. Namun demikian, tidak ada kajian ilmiah yang tepercaya yang bisa membuktikan manfaat yang digadang-gadang ini.

Teori yang berkembang menyebut kalau amygdalin akan diubah menjadi sianida di dalam tubuh dan senyawa ini bekerja untuk menghancurkan sel kanker di dalam tubuh. Senyawa ini pun disebut bisa mencegah pertumbuhan tumor.

Hal yang mesti kamu waspadai

Konversi amygdalin menjadi sianida menjadi salah satu hal yang mesti kamu waspadai. Hal ini disebut situs kesehatan Healthline sebagai hal yang berbahaya.

Dalam laman tersebut dikatakan kalau US Food and Drug Administration (FDA) bahkan memberi catatan mengenai hubungan antara biji aprikot dengan keracunan sianida. 

Banyak kasus yang menunjukkan konsumsi biji aprikot dalam dosis tinggi  berujung pada munculnya gejala muntah-muntah hebat, masalah pernapasan, pusing hingga pingsan.

FDA sendiri bahkan tidak mengizinkan amygdalin atau Laetrile sebagai bentuk pengobatan kanker. 

Apa kata penelitian?

Bahaya amygdalin disebutkan dalam tinjauan pada 2015. Para peneliti menyebut konsumsi amygdalin dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan keracunan sehingga segala bentuk Laetrile dikategorikan berbahaya.

Dalam penelitian tersebut para peneliti mengatakan keseimbangan antara manfaat dan bahaya amygdalin atau Laetrile sebagai obat kanker sangat negatif atau tidak menguntungkan.

Meskipun demikian, sebuah penelitian dalam jurnal Life Science menemukan dosis 10 miligram per milimeter amygdalin menunjukkan aktivitas antitumor yang signifikan. Para peneliti menguji manfaat ini terhadap pertumbuhan sel kanker prostat.

Tidak direkomendasikan

Banyak penelitian dan tinjauan yang menolak anggapan bahwa biji aprikot bisa jadi pengobatan antikanker. 

Bahkan, dalam tinjauan terhadap 36 laporan penggunaan Laetrile untuk melawan kanker tidak berhasil menemukan data klinis yang bisa memperkuat manfaat antikanker Laetrile.

Para peneliti menyebut dari studi kasus yang mereka lakukan tidak bukti kuat efektivitas Laetrile dalam melawan kanker.

Jadi apa yang harus dipercaya?

Situs kesehatan Healthline menyebut meskipun banyak kepercayaan yang berkembang tentang manfaat antikanker biji aprikot, tapi hingga saat ini tidak ada penelitian tepercaya yang dapat membuktikan kesuksesan pengobatan kanker tersebut.

Oleh karena itu, kamu jangan mudah terhasut oleh pengobatan kanker yang tidak terbukti efektif, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 23 Februari 2021. Apricot Seeds for Cancer: Effective or Not?
  2. MedicalNewsToday, diakses 23 Februari 2021. Apricot seeds: Cancer treatment or health risk?
  3. US National Cancer Institute, diakses 23 Februari 2021. Laetrile/Amygdalin (PDQ®)–Patient Version
  4. US FDA, diakses 23 Februari 2021. Import Alert 62-01
  5. ResearchGate, diakses 23 Februari 2021. (PDF) Extraction of apricot kernel oil in cold desert Ladakh, India
  6. Cochrane Library, diakses 23 Februari 2021. Laetrile treatment for cancer – Milazzo, S – 2015
  7. Science Direct, diakses 23 februari 2021. Amygdalin delays cell cycle progression and blocks growth of prostate cancer cells in vitro
  8. National Library of Medicine, diakses 23 Februari 2021. Utilization of wild apricot kernel press cake for extraction of protein isolate
  9. Springer Link, diakses 23 Februari 2021. Laetrile for cancer: a systematic review of the clinical evidence
    register-docotr