Kesehatan Seksual

Penis Terlalu Sensitif? Ini Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya

April 29, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Memiliki sensitivitas terhadap penis adalah hal yang normal. Tetapi jika penis terlalu sensitif juga dapat memengaruhi kehidupan seksual.

Ya, bagi sebagian pria sensitivitas penis yang berlebihan juga dapat menyebabkan ejakulasi dini. Lalu apa penyebab penis terlalu sensitif, ya?

Penyebab penis terlalu sensitif

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan penis terlalu sensitif, yaitu: 

Fimosis dan parafimosis

Fimosis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika kulup tidak dapat menarik sepenuhnya kembali dari sekitar ujung penis. Karena itu, penis bisa menjadi sangat sensitif dan nyeri dengan gesekan ekstra.

Beberapa orang mungkin juga mengalami parafimosis. Ini terjadi ketika seseorang menarik kulup di belakang kepala penis, justru jadi terasa tersangkut.

Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan bengkak. Penyebab umum kulup mengetat yaitu peradangan, trauma, atau infeksi.

Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis. Kondisi ini relatif umum, mempengaruhi kira-kira 3–11 persen pria selama hidup mereka dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter. Penyebab umumnya yaitu terjadi infeksi, kondisi kulit, atau iritasi.

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan nyeri atau penis menjadi lebih sensitif. Rasa sakit atau kepekaan mungkin lebih kuat saat orang tersebut buang air kecil atau ejakulasi karena peradangan di uretra.

Menurut sebuah artikel 2020 yang dilansir laman Medical News Today, infeksi saluran kemih biasanya jarang terjadi pada pria yang disunat.

Beberapa penelitian mencatat bahwa pada pria, peradangan di uretra mungkin juga disebabkan oleh penyempitan aliran ke uretra, seperti dari prostat yang meradang. 

Mengalami cedera

Cedera dan trauma pada penis juga dapat menyebabkan sensitivitas meningkat. Kondisi ini terjadi bisa diakibatkan seks atau masturbasi yang kasar, cedera olahraga, atau trauma lainnya.

Cedera dapat menyebabkan gejala lain, seperti peradangan, kemerahan, dan bengkak. Trauma langsung dapat menyebabkan memar dan beberapa orang mungkin merasa sulit buang air kecil atau ereksi.

Dalam beberapa kasus, cedera dapat menyebabkan berkurangnya sensitivitas pada penis atau sensasi kesemutan. Gejala dapat hilang saat cedera sembuh, meskipun gejala dapat berlangsung lebih lama pada kasus yang parah.

Cara mengatasi penis yang terlalu sensitif 

Cara mengatasi untuk penis sensitif akan bergantung sepenuhnya pada penyebab yang mendasarinya.

Penyebab sederhana seperti infeksi mungkin memerlukan antibiotik, obat antijamur atau antiprotozoa untuk membersihkan infeksi. Dilansir Nature, di Inggris ditekankan pentingnya menjaga kebersihan penis dengan membersihkan menggunakan air hangat secara rutin.

Dalam kasus fimosis dan parafimosis, dokter mungkin merekomendasikan krim steroid untuk membantu meregangkan kulup di luar kepala penis.

Namun pada kasus lain, dokter juga dapat membuat sayatan yang dikenal sebagai ‘celah punggung’ untuk memperlebar kulup dan menghindari kepekaan dan rasa sakit.

Sensitivitas dari cedera akan memudar saat cedera sembuh, meskipun dalam beberapa kasus, orang tersebut mungkin memerlukan perawatan tambahan.

Perawatan sensitivitas penis dan ejakulasi dini

Menurut Urology Care Foundation, penderita ejakulasi dini dapat mengurangi sensitivitas pada penis mereka untuk melakukan aktivitas seksual dengan menggunakan semprotan desensitisasi, pelumas, atau salep .

Kondisi ini dapat membantu menunda ejakulasi dan menurunkan sensitivitas pada penis. Namun efeknya bersifat sementara.

Orang yang berjuang dengan sensitivitas kronis mungkin ingin mempertimbangkan metode psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif (CBT).

Ini dapat membantu seseorang mengatasi hambatan mental seputar seks atau bahkan mengembangkan pola untuk mengontrol efek hipersensitivitas.

Dalam kasus ejakulasi dini yang lebih menantang, beberapa dokter umumnya akan merekomendasikan penggunaan off-label dari serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dosis rendah, yang merupakan antidepresan oral.

Sebuah studi yang diunggah ke International Brazilian Journal of Urology menyatakan bahwa banyak obat SSRI yang tersedia dan secara efektif mengobati ejakulasi dini tanpa komplikasi serius.

Baca juga: Pria Wajib Tahu, Ini Berbagai Cara Agar Tidak Ejakulasi Dini

Kapan harus periksa ke dokter? 

Bicaralah dengan dokter atau ahli urologi jika sensitivitas penis memengaruhi kehidupan sehari-hari atau berdampak pada aktivitas seksual. Terutama jika kondisi ini sampai memicu ejakulasi dini.

Saat berbicara dengan dokter, ajukan pertanyaan dan diskusikan gejala yang dialami secara terbuka. Mengetahui semua yang kamu alami dan rasakan dapat membantu dokter membuat rencana perawatan yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2019) diakses pada 28 April 2021. What Causes Penis Sensitivity?
  2. Medicalnewstoday.com (2020) diakses pada 28 April 2021. What to know about penis sensitivity
  3. Nature.com (2017) diakses pada 28 April 2021. Significance of penile hypersensitivity in premature ejaculation
  4. Urologyhealth.org (2020) diakses pada 28 April 2021. Premature Ejaculation
  5. Ncbi.nlm.nih.gov (2019) diakses pada 28 April 2021. Which of available selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) is more effective in treatment of premature ejaculation? A randomized clinical trial
    register-docotr