Info Sehat

Waspada, Cakaran dan Gigitan Kucing Bisa Menyebabkan Infeksi!

April 29, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pada saat bermain dengan kucing, tak jarang cakaran atau gigitan dari kucing tidak bisa dihindari. Ketika ini terjadi, penting bagi kamu untuk segera melakukan pertolongan pertama.

Alasannya, cakaran atau gigitan kucing yang tidak segera diobati bisa menyebabkan infeksi yang dikenal sebagai cat scratch disease.

Lantas, apa gejala yang bisa ditimbulkan dari cat scratch disease? Apa saja langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam melakukan pertolongan pertama saat tercakar kucing? Yuk, simak selengkapnya di sini.

Baca juga: Meski Cuma Tergores, Obati Luka Cakar Kucing dengan Tepat agar Terhindar dari Infeksi

Mengenal tentang cat scratch disease

Cat scratch disease (CSD) atau yang juga dikenal sebagai cat scratch fever serta Bartonellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae.

Infeksi bakteri tersebut tidak selalu menyebabkan kucing sakit. Namun, cakaran atau gigitan dari kucing yang terinfeksi bisa menimbulkan gejala pada manusia.

Kemungkinan kucing dapat tertular bakteri dari kutu yang terinfeksi. Kucing juga dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan kucing lain yang sudah terinfeksi.  

Dalam kasus yang jarang terjadi, manusia dapat teinfeksi langsung oleh bakteri dari kutu. Infeksi dapat menyebar pada manusia melalui gigitan atau cakaran kucing yang terinfeksi.

Tak hanya itu, penyakit ini juga bisa terjadi akibat air liur dari kucing yang terinfeksi masuk ke dalam luka terbuka. Bisa juga akibat dari menyentuh bagian putih dari mata kucing.

Apa gejala dari CSD?

Gejala dapat muncul dalam kurun waktu beberapa hari setelah cakaran atau gigitan kucing terjadi. Adapun beberapa gejala yang bisa ditimbulkan oleh kondisi ini di antaranya adalah:

  • Benjolan atau lepuhan di area gigitan atau cakaran
  • Kemerahan dengan lesi yang bisa disertai nanah pada area yang terkena
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area yang terkena gigitan atau cakaran
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri badan

Sementara itu, gejala lain yang juga bisa ditimbulkan, meliputi:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit tenggorokan

Pada anak-anak, pembengkakan kelenjar getah bening merupakan gejala utama dari penyakit ini. Kelenjar getah bening yang membengkak dapat sembuh dalam kurun waktu 2-4 bulan.

Bagaimana pengobatan terhadap CSD?

Pada beberapa kasus, CSD tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Antibiotik sendiri biasanya digunakan untuk mengobati kondisi yang berlangsung lebih serius. Namun, antibiotik harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter.

Azithromycin adalah obat antibiotik yang dapat membantu untuk meredakan pembengkakan kelenjar getah bening. Antibiotik lainnya yang seringkali digunakan untuk menangani kondisi ini di antaranya adalah ciprofloxacin, rifampin, hingga tertracyline.

Baca juga: Miliki Fungsi Berbeda, Ini 10 Golongan Antibiotik yang Perlu Kamu Tahu

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Pada beberapa kasus, CSD memerlukan penanganan dokter dengan segera. Sebaiknya, segeralah hubungi dokter jika muncul gejala seperti:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa nyeri
  • Luka yang tidak kunjung membaik setelah beberapa waktu
  • Kemerahan di sekitar luka yang meluas
  • Demam yang terjadi beberapa hari setelah gigitan atau cakaran kucing terjadi

Penting juga bagi kamu untuk segera menghubungi dokter jika mengalami rasa nyeri yang meningkat pada kelenjar getah bening, demam tinggi, malaise, serta munculnya gejala lain.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), meskipun jarang terjadi CSD dapat menimbulkan komplikasi serius yang memengaruhi otak, mata, jantung, atau organ lainnya. Komplikasi ini memerlukan perawatan intensif.

Pertolongan pertama saat tercakar kucing

Upaya pertolongan pertama saat tercakar kucing perlu diperhatikan. Ini dilakukan untuk mencegah infeksi yang terjadi akibat cakaran kucing.

Nah, berikut ini adalah langkah-langkah pertolongan pertama saat tercakar kucing:

  • Jika luka cakaran tidak dalam, segeralah bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir. Jangan biarkan kucing menjilat luka
  • Jika luka mengeluarkan darah, untuk menghentikan perdarahan yang berlangsung, tekan luka secara perlahan dengan kain kasa kering dan bersih, hingga darah berhenti
  • Oleskan salep atau krim antibiotik, kemudian balut luka dengan menggunakan kain kasa steril
  • Apabila darah pada luka tidak kunjung berhenti, sebaiknya dapatkan bantuan medis dengan segera
  • Pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko untuk terkena infeksi. Maka dari itu, pertolongan medis harus dilakukan dengan segera

Itulah beberapa informasi mengenai cat scratch disease dan pertolongan pertama saat tercakar kucing. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2017). Diakses pada 28 April 2021. How to Treat Cat Scratches at Home 

Kids Health (2018). Diakses pada 28 April 2021. Bites and Scratches

Kids Health (2014). Diakses pada 28 April 2021. Cat Scratch Disease 

Healthline (2019). Diakses pada 28 April 2021. Cat Scratch Fever 

Medline Plus (2020). Diakses pada 28 April 2021. Cat Scratch Disease 

PetMD (2017). Diakses pada 28 April 2021. How to Treat Cat Scratches at Home 

    register-docotr