Info Sehat

Meski Cuma Tergores, Obati Luka Cakar Kucing dengan Tepat agar Terhindar dari Infeksi

March 18, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kucing adalah salah satu hewan yang banyak dijadikan peliharaan. Bermain dengan kucing bisa menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan. 

Tetapi, di saat yang bersamaan mungkin saja kamu akan mengalami cakaran kucing yang tidak disengaja. Apa yang harus dilakukan saat tercakar kucing hingga menimbulkan luka? 

Baca Juga: Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular: Hal-hal yang Perlu Dilakukan dan Dihindari

Hal yang perlu diperhatikan saat dicakar kucing

Dr. Patrick Mahaney seorang dokter hewan holistik di Los Angeles, mengatakan, cakaran kucing umumnya lebih tajam daripada cakar anjing. Lebih cenderung menyebabkan trauma yang signifikan. 

Semakin besar trauma, semakin besar potensi pembengkakan, perdarahan dan kemungkinan infeksi pada luka. Oleh sebab itu, setelah tercakar, segera periksa kondisi luka, pertimbangkan kedalaman luka, untuk memutuskan butuh atau tidaknya bantuan medis yang mendesak. 

Jika luka dianggap termasuk ringan, segera obati dengan langkah-langkah yang tepat. Jangan menyepelekan luka yang terlihat kecil, karena bagaimanapun tetap memiliki risiko terjadinya infeksi.

Cara mengobati dan mengatasi luka cakaran kucing

  • Jika cakaran tidak dalam, segera cuci luka dengan sabun dan air
  • Apabila luka berdarah, untuk menghentikan dan membersihkan darah, tekan luka menggunakan kain kasa bersih dan kering
  • Tahap berikutnya, segera oleskan krim antibiotik yang dijual bebas
  • Tutup luka dengan plester steril sampai sembuh. 

Meski tampaknya mudah, tetapi langkah-langkah tersebut perlu dilakukan dengan tepat untuk mencegah infeksi. Beberapa catatan juga perlu diperhatikan, seperti:

  • Jika luka cakaran mengeluarkan darah dan tak berhenti meski sudah ditekan dengan kasa, sebaiknya segera cari bantuan medis.
  • Luka cakar dapat meninggalkan bekas dan rentan terhadap infeksi, karenanya jika tercakar di area wajah atau bagian lain yang sensitif, sebaiknya lakukan perawatan segera demi menghindari kemungkinan bekas luka.
  • Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, lebih berisiko tinggi terkena infeksi saat mengalami cakaran kucing.

Hal yang perlu diperhatikan selama proses penyembuhan luka cakar kucing

Jika luka cakar cukup dalam, selama proses penyembuhan kamu juga perlu memerhatikan tanda-tanda infeksi. Tanda infeksi bisa terlihat di sekitar luka, seperti:

  • Kemerahan luka meningkat
  • Sekitar luka cakar terasa hangat
  • Luka terlihat bengkak
  • Nyeri saat ditekan
  • Nyeri saat bergerak
  • Adanya nanah.

Selain itu, tubuh juga mungkin menunjukkan gejala infeksi secara umum, di antaranya:

  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri
  • Kelelahan
  • Kelenjar getah bening membengkak.

Jika dicakar kucing liar

Pada dasarnya cara mengatasi dan mengobati luka cakar tetap sama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Tapi karena kamu tidak mengetahui kondisi kucing liar tersebut, sebaiknya kamu bertemu dokter dan berkonsultasi. 

Kemungkinan dokter akan memberikan suntikan antibodi dan vaksin sebagai tindakan pencegahan rabies. Selain itu, jika kamu belum memperbarui suntik tetanus dalam waktu 10 tahun terakhir, dokter mungkin akan merekomendasikan suntikan tetanus tambahan. 

Baca Juga: Sebabkan Ruam hingga Melepuh, Ini Efek Digigit Tomcat yang Perlu Kamu Ketahui!

Risiko dari cakaran kucing

Seringkali cakaran kucing hanya berupa luka gores ringan yang dapat sembuh dalam beberapa hari. Tetapi bisa saja terjadi masalah lain, karena cakaran kucing bisa menimbulkan penyakit yang disebut cat scratch disease (CSD). 

CSD terjadi karena kucing yang mencakarmu terinfeksi bakteri Bartonella henselae. Lewat cakarannya dapat menyebarkan infeksi bakteri tersebut. Bukan cuma lewat cakaran, gigitan juga bisa menyebabkan infeksi. 

Atau, saat air liur kucing menyentuh luka terbuka, juga bisa membawa bakteri masuk ke dalam tubuh. Jika mengalami CSD, kamu akan menunjukkan gejala seperti:

  • Lepuhan di sekitar cakaran atau gigitan kucing
  • Kelenjar getah bening bengkak di sekitar luka
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Pegal-pegal

Walau jarang terjadi, orang yang mengalami CSD juga mungkin menunjukkan gejala seperti:

  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit punggung
  • Panas dingin
  • Sakit perut
  • Nyeri sendi
  • Ruam
  • Demam berkepanjangan.

Gejala-gejala ini, khususnya lepuhan di kulit muncul setelah 3 hingga 10 hari terpapar infeksi. Baru kemudian diikuti gejala lainnya. Kelenjar getah bening yang membengkak biasanya baru akan terlihat di antara satu hingga tiga minggu setelah terpapar. 

Jika kamu baru saja dicakar kucing, hingga menyebabkan luka terbuka segera rawat sesuai dengan tahapan yang sudah dijelaskan. Jika dalam tiga hari muncul lepuh dan tanda CSD lain, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. 

Biasanya dokter akan memberikan antibiotik seperti azitromisin untuk mengatasinya. Beberapa antibiotik lain seperti siproflokasin, rifampisidin, tetrasiklin dan trimethoprim-sulfamethoxazole juga mungkin diberikan. 

Demikian cara mengatasi dan mengobati luka cakar kucing. Jika tercakar kucing kesayangan, langsung obati dan jangan anggap remeh, ya. Punya pertanyaan lebih lanjut? 

Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healtline, diakses 18 Maret 2021
Cat Scratch Fever
PetMd, diakses 18 Maret 2021
How to Treat Cat Scratches at Home
WebMd, diakses 18 Maret 2021
Cat Scratch Fever
Cleveland Clinic, diakses 18 Maret 2021
What you should do for a cat bite or scratch?

    register-docotr