Kamus Obat

Mebendazole

March 18, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mebendazole (mebendazol) merupakan agen antelmintik spektrum luas dari kelompok benzimidazole. Obat ini telah banyak beredar di beberapa negara sejak disetujui untuk penggunaan medis pada 1971.

Kini, mebendazole telah masuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berikut informasi selengkapnya mengenai mebendazole, manfaat, dosis, cara minum, serta risiko efek sampingnya.

Untuk apa obat mebendazole?

Mebendazole adalah golongan obat antiinfeksi untuk mengobati sejumlah infeksi parasit dan infeksi cacing. Biasanya diberikan untuk mengobati askariasis, penyakit cacing kremi, cacing tambang, cacing guinea, penyakit hidatidosa, giardia, dan lain-lain.

Mebendazole telah tersedia sebagai obat generik yang bisa kamu dapatkan di beberapa apotek. Kamu bisa menggunakan sediaan per oral ini dengan diminum.

Apa fungsi dan manfaat obat mebendazole?

Mebendazole berfungsi sebagai agen antelmintik yang bekerja dengan mengganggu pembentukan mikrotubulus cacing sehingga menyebabkan penipisan glukosa cacing. Dengan demikian, obat dapat menghambat produksi telur dan mematikan cacing dalam usus.

Sifat tersebut membuat mebendazol banyak dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan berikut:

Penyakit cacing

Mebendazole merupakan salah satu obat yang direkomendasikan karena cukup efektif mengatasi nematoda dan cacing parasit. Obat ini dapat diberikan untuk mengatasi penyakit cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, atau cacing kremi.

Mebendazole juga dapat mencegah pembentukan trikinosis sebelum menyebar ke jaringan di luar saluran pencernaan. Biasanya obat ini hanya bisa digunakan untuk mengatasi cacing dan nematoda di saluran pencernaan.

Pemberian obat di luar saluran pencernaan biasanya tidak direkomendasikan karena obat ini sulit diserap ke dalam aliran darah. Umumnya obat diberikan untuk kategori penyakit cacing ringan hingga sedang.

Mebendazole bekerja membunuh parasit dalam waktu relatif lambat. Maka beberapa parasit mungkin dapat pindah keluar dari sistem pencernaan, terutama pada kasus penyakit cacing berat. Hal ini dapat menyebabkan radang usus buntu, masalah saluran empedu, atau perforasi usus.

Untuk menghindari hal tersebut, maka apabila kamu memiliki penyakit cacing berat, maka pemberian piperazin lebih disarankan. Piperazin dapat diberikan sebagai obat terapi utama sebelum beralih ke obat mebendazole.

Namun, mebendazole dan sintesis benzimidazole lainnya diketahui aktif melawan tahap larva dan dewasa dari nematoda, termasuk cacing gelang dan cacing cambuk. Obat ini dapat membunuh parasit walaupun secara perlahan dan membutuhkan waktu beberapa hari.

Merek dan harga obat mebendazole

Di Indonesia, obat ini telah beredar dengan beberapa merek terdaftar dan mungkin kamu memerlukan resep dokter untuk bisa mendapatkannya. Beberapa merek obat mebendazole yang telah beredar adalah Gavox, Vermox 500, Trivexan, dan Indo Obat Cacing.

Beberapa informasi mengenai merek obat mengandung mebendazole beserta harganya bisa kamu lihat berikut ini:

  • Vermox 500mg tablet. Sediaan tablet kunyah untuk obat cacing pada anak dan dewasa yang diproduksi oleh Janssen. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp22.976/strip.
  • Vermoran 500mg tablet. Sediaan tablet untuk obat cacing anak dan dewasa yang bisa kamu dapatkan dengan harga berkisar Rp8.645-Rp11.000/strip.
  • Trivexan Syrup 15mL. Sediaan sirup setiap 5mL mengandung 150mg atau 100mg mebendazole. Obat ini diproduksi oleh Mecosin Indonesia dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp25.277/botol.

Bagaimana cara minum obat mebendazole?

Baca dan ikuti petunjuk penggunaan dan dosis yang telah tertera di label kemasan obat atau yang telah diarahkan oleh dokter. Jangan minum obat lebih banyak, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang direkomendasikan.

Beberapa merek obat tersedia sebagai tablet kunyah sehingga kamu harus menguyahnya lebih dahulu sebelum ditelan. Kamu juga dapat menghancurkan dan mencampurkan obat dengan makanan.

Minum obat sesuai dosis penuh yang telah ditentukan. Jangan menghentikan pengobatan hingga dosis habis meskipun kamu merasa sudah sembuh. Berhenti minum obat saat dosis masih tersisa dapat menyebabkan resistensi terhadap mebendazole.

Untuk hasil yang maksimal, minum obat secara teratur setiap hari. Jika lupa minum, segera minum obat apabila waktu minum berikutnya masih lama. Lewati dosis apabila telah tiba waktu minum selanjutnya dan minum obat kembali dalam dosis normal.

Disarankan supaya kamu sering-sering mencuci tangan dan kuku, terutama sebelum makan atau setelah menggunakan kamar mandi.

Jika infeksi tidak sembuh dalam 3 minggu, kamu mungkin memerlukan perawatan tambahan. Konsultasikan hal ini lebih lanjut dengan dokter mengenai dosis yang tepat untuk diminum.

Untuk mencegah infeksi berulang, ikuti instruksi dokter mengenai pola hidup higienis dan menjaga kebersihan. Anggota keluarga kamu mungkin juga perlu diobati dengan obat cacing, terutama untuk infeksi cacing kremi karena dapat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain.

Setelah digunakan, simpan obat mebendazole pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari.

Berapa dosis obat mebendazole?

Dosis dewasa

Dosis untuk mengobati enterobiasis: 100mg diminum sebagai dosis tunggal. Dosis dapat diulang jika perlu selama 2 hingga 3 minggu setelah pengobatan awal.

Dosis untuk askariasis, infeksi cacing tambang, dan trikuriasis: 100mg diminum dua kali sehari selama 3 hari berturut-turut atau 500mg sebagai dosis tunggal.

Dosis anak

Dosis untuk anak usia di atas dua tahun dapat diberikan dosis sama dengan dosis dewasa.

Apakah mebendazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan mebendazole dalam golongan obat kategori kehamilan C.

Studi penelitian telah menunjukkan bahwa obat ini dapat menyebabkan reaksi merugikan pada janin (teratogenik). Namun, penggunaan obat dapat diberikan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dari risikonya.

Selain itu, mebendazole juga telah diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Apa efek samping obat mebendazole yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan hubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut apabila muncul reaksi efek samping berikut setelah kamu mengonsumsi obat ini:

  • Gejala reaksi alergi, misalnya gatal-gatal, sulit bernapas, wajah, pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda-tanda supresi sumsum tulang, ditandai dengan gejala kelemahan mendadak, nyeri, demam, menggigil, sakit tenggorokan, sariawan, gusi merah atau bengkak, kesulitan menelan, mudah memar atau berdarah.
  • Reaksi hipersensitivitas yang parah, seperti bengkak di wajah atau lidah, muncul luka di sekitar mata, hidung, mulut, atau alat kelamin, ruam kulit yang menyebar dan menyebabkan kulit melepuh serta mengelupas.

Efek samping umum yang mungkin terjadi setelah penggunaan mebendazole, antara lain:

Peringatan dan perhatian

Jangan minum obat ini apabila kamu memiliki riwayat alergi dengan mebendazole sebelumnya. Obat ini juga sebaiknya tidak diberikan untuk anak usia di bawah dua tahun.

Beritahu dokter sebelum minum mebendazole apabila kamu sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui bayi.

Beritahu dokter mengenai riwayat penyakit tertentu yang pernah kamu miliki, terutama penyakit hati.

Obat ini bisa menyebabkan tingkat sel darah putih dalam tubuh menurun. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengonsumsi mebendazole, terutama pengobatan untuk jangka panjang.

Kamu mungkin perlu melakukan tes darah secara teratur untuk memeriksa respons tubuh terhadap mebendazole apabila menjalani pengobatan jangka panjang. Dokter akan memberi tahu kamu mengenai jadwal pemeriksaan yang harus kamu lakukan.

Sebaiknya kamu terapkan hidup bersih yang baik untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi kembali. Cuci tangan setiap sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Drugsite Trust, diakses pada 26 Februari 2021, Mebendazole Monograph

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 26 Februari 2021, Mebendazole | C16H13N3O3 – PubChem

WebMD, diakses pada 26 Februari 2021, Mebendazole Oral: Uses, Side Effects, Interactions

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 26 Februari 2021, Mebendazole – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 26 Februari 2021, MEBENDAZOL | PIO Nas

    register-docotr