Kamus Obat

Miliki Fungsi Berbeda, Ini 10 Golongan Antibiotik yang Perlu Kamu Tahu

March 5, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Untuk mengobati infeksi bakteri, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik. Meski demikian, antibiotik merupakan golongan obat beragam. Oleh karenanya, fungsi yang dimiliki oleh masing-masing golongan antibiotik pun berbeda.

Nah, agar kamu lebih memahami golongan antibiotik, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu antibiotik?

Antibiotik adalah obat yang dapat melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik dapat membantu menghentikan perkembangan bakteri atau menghancurkan bakteri.

Perlu kamu tahu bahwa sebelum bakteri berkembang biak dan menimbulkan gejala, sistem kekebalan dapat membantu membunuh bakteri. Sel darah putih atau leukosit dapat menyerang bakteri berbahaya, jika gejala muncul sistem kekebalan dapat mengatasi serta melawan infeksi.

Akan tetapi, terkadang jumlah bakteri berbahaya dapat berlebihan, sehingga sistem kekebalan tidak mampu untuk melawan semua bakteri. Nah, pada kasus ini antibiotik dapat membantu.

Bagaimana cara antibiotik bekerja?

Terdapat beberapa jenis antibiotik. Jenis antibiotik tersebut dapat bekerja melalui salah satu dari dua cara berikut ini.

  • Antibiotik bakterisida, seperti penicillin dapat membantu membunuh bakteri dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri ataupun isi selnya
  • Antibiotik bakteriostatik, ini dapat membantu menghentikan bakteri berkembang biak

Apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan golongan antibiotik dan contohnya?

Ada beberapa bakteri yang hidup di dalam tubuh dan tidak berbahaya. Namun tetap saja, bakteri dapat menginfeksi hampir semua organ. Antibiotik dapat membantu untuk menangani infeksi bakteri.

Dikutip dari Web MD, adapun beberapa jenis infeksi yang dapat diobati dengan antibiotik di antaranya adalah:

  • Beberapa infeksi telinga dan sinus
  • Infeksi gigi
  • Infeksi kulit
  • Meningitis (pembengkakan pada otak dan sumsum tulang belakang)
  • Strep throat
  • Infeksi kandung kemih dan ginjal
  • Pneumonia akibat bakteri
  • Batuk rejan

Perlu dicatat bahwa hanya infeksi bakteri yang dapat ditangani oleh antibiotik. Pilek, flu, dan beberapa infeksi bronkitis, sakit tenggorokan tertentu, dan flu perut disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak efektif untuk melawan infeksi virus.

Beberapa jenis antibiotik dapat bekerja pada berbagai jenis bakteri, ini dikenal sebagai “broad-spectrum” atau spektrum luas. Sedangkan, sebagian lainnya hanya menargetkan bakteri tertentu saja, ini dikenal dengan “narrow-spectrum” atau spektrum sempit.

Mengenal golongan antibiotik

Ada berbagai macam antibiotik yang tesedia dalam berbagai merek berbeda. Antibiotik biasanya digolongkan berdasarkan cara kerjanya. Yang perlu diketahui adalah, setiap jenis antibiotik hanya bekerja melawan jenis bakteri atau parasit tertentu.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah penggolongan antibiotik yang perlu kamu tahu.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Alasan Penting Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan

1. Penicillin

Golongan antibiotik dan contohnya yang pertama adalah penicillin. Penicilin adalah salah satu jenis antibiotik turunan Penicilium fungi. Antibiotik jenis ini biasanya menjadi pilihan pertama dokter untuk mengobati beberapa penyakit yang di sebabkan oleh bakteri.

Penicillin bekerja dengan cara mencegah ikatan silang rantai asam amino di dinding sel bakteri. Ini tidak memengaruhi bakteri yang sudah ada sebelumnya, tetapi sel bakteri yang baru diproduksi dapat memiliki dinding sel yang lemah sehingga mudah pecah.

Beberapa contoh penicillin termasuk:

  • Amoxicillin
  • Ampicillin
  • Penicillin G
  • Penicillin V

2. Tetracycline

Penggolongan antibiotik yang kedua adalah tetracycline. Tetracycline adalah golongan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme rentan seperti bakteri gram positif dan negatif, klamidia, mikoplasmata, protozoa, serta riketsia.

Tetracycline bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dalam RNA mikroba, yakni molekul penting yang bertindak sebagai pembawa pesan DNA.

Obat ini merupakan jenis antibiotik bakteriostatik, yang dapat berarti mencegah bakteri berkembang biak.

Jenis antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi seperti infeksi pernapasan, kulit, dan kelamin. Tak hanya itu, tetracycline juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang tidak biasa, seperti penyakit Lyme, malaria, antraks, atau bahkan kolera.

Beberapa contoh tetracycline termasuk:

  • Doxycycline
  • Minocycline
  • Tetracycline

3. Chepalosporin

Selanjutnya, golongan antibiotik yang perlu kamu ketahui yakni chepalosporin. Chepalosporin bersifat bakterisidia (membunuh bakteri) dan bekerja dengan cara yang mirip penicillin.

Obat ini bekerja dengan cara mengikat dan memblokir aktivitas enzim yang bertanggung jawab untuk membuat peptidoglikan, yakni komponen penting dari dinding sel bakteri.

Chepalosporin disebut sebagai antibiotik spektrum luas (broad-spectrum) karena efektif melawan berbagai jenis bakteri.

Antibiotik golongan ini dapat membantu untuk mengobati berbagai infeksi, seperti radang tenggorokan, infeksi kulit, hingga infeksi serius seperti meningitis.

Beberapa contoh chepalosporin termasuk:

  • Cefixime
  • Cefpodoxime
  • Cefuroxime
  • Cephalexin

Baca juga: Obat Ceftriaxone: Kenali Manfaat, Dosis serta Efek Samping Penggunaannya

4. Quinolon

Quinolone atau yang juga dikenal sebagai fluoroquinolone merupakan golongan antibiotik aktif untuk melawan bakteri. Antibiotik ini dapat mengobati berbagai infeksi, termasuk infeksi mata, pneumonia, infeksi kulit, sinus, sendi, saluran kencing atau ginekologi dll.

Dikutip dari drugs.com, quinolon dapat memengaruhi fungsi dua enzim yang diproduksi oleh bakteri, sehingga tidak dapat memperbaiki DNA atau membantu pembuatan DNA bakteri.

Beberapa contoh quinolone termasuk:

  • Ciprofloxacin
  • Levofloxacin
  • Moxifloxacin

5. Lincomycin

Golongan antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang parah di mana seseorang tidak bisa mengonsumsi antibiotik penicillin. Lincomycin tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti pilek atau flu.

Beberapa contoh lincomycin termasuk:

  • Lincomycin
  • Clindamycin

6. Makrolid

Penggolongan antibiotik selanjutnya yang perlu kamu tahu adalah makrolid. Makrolid adalah antibiotik dengan spektrum aktivitas yang luas yang dapat melawan banyak bakteri gram positif.

Makrolid bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dalam bakteri. Pada dasarnya obat ini bersifat bakteriostatik namun dapat menjadi bakterisida pada tingkat konsentrasi tinggi atau tergantung pada jenis mikroorganisme.

Makrolid dapat digunakan secara luas untuk mengobati infeksi ringan hingga sedang, seperti infeksi saluran pernapasan, telinga, kulit, dan infeksi menular seksual. Jenis ini sangat berguna bagi orang yang alergi terhadap beta-laktam.

Beberapa contoh makrolid termasuk:

  • Azithromycin
  • Clarithromycin
  • Erythromycin

7. Sulfonamide

Sulfonamide (sulfonamida) merupakan golongan antibiotik yang secara teknis tidak membunuh bakteri seperti antibiotik lainnya. Golongan ini bersifat bakteriostatik, yang berperan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Sulfonamide sangat baik digunakan sebagai perawatan topikal untuk mengobati luka bakar dan infeksi vagina maupun mata serta mengobati infeksi saluran kemih dan diare.

Beberapa contoh sulfonamide termasuk:

  • Sulfacetamide
  • Sulfadiazine
  • Sulfamethoxazole-Trimethoprim

8. Glycopeptide

Antibiotik golongan ini adalah jenis antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dinding sel bakteri dengan cara menghambat sintetis peptidoglikan.

Antibiotik jenis ini biasanya digunakan untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri MRSA, Streptococcus, atau Enterococcus. Beberapa penyakit yang dapat diobati di antaranya adalah endokarditis, pneumonia, hingga infeksi kulit yang parah.

Beberapa contoh glycopeptide termasuk:

  • Dalbavancin
  • Oritavancin
  • Teicoplanin
  • Telavancin

9. Aminoglikosida

Aminoglikosida merupakan jenis antibiotik yang digunakan dalam pengobatan infeksi basil gram negatif aerobik. Meskipun demikian, golongan ini juga efektif dalam melawan bakteri lain seperti Staphylococci dan Mycobacterium tuberculosis.

Antibiotik jenis ini kurang efektif jika dikonsumsi dengan mulut, oleh karenanya aminoglikosida seringkali diberikan dalam bentuk injeksi oleh tenaga kesehatan.

Beberapa contoh aminoglikosida termasuk:

  • Tobramycin
  • Gentamicin
  • Paromomycin
  • Amikacin
  • Neomycin
  • Plazomicin

10. Carbapenem

Penggolongan antibiotik antibiotik dan contohnya yang perlu kamu ketahui selanjutnya adalah carbapenem. Golongan ini bekerja dengan cara menghambat sintetis dinding sel dan mengganggu pembentukan dinding sel.

Beberapa penyakit yang dapat diobati oleh antibiotik ini di antaranya adalah infekssi yang sedang sampai yang membahayakan jiwa.

Beberapa contoh carbapenem termasuk:

  • Doripenem
  • Iminepenem
  • Meropenem
  • Ertapenem

Adakah efek samping dari antibiotik?

Melansir laman Medical News Today, beberapa efek samping dari antibiotik di antaranya adalah:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Timbulnya ruam
  • Sakit perut

Sedangkan, efek samping yang kurang umum yakni:

  • Pembentukan batu ginjal
  • Pembekuan darah
  • Sensitivitas terhadap sinar matahari

Maka dari itu, agar terhindar dari efek samping tersebut janganlah konsumsi antibiotik secara sembarangan. Sebaikya, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan antibiotik.

Dokter akan memberikan petunjuk mengenai dosis dan cara mengonsumsinya dengan tepat untuk menghindari efek samping antibiotik.

Resistensi antibiotik

Antibiotik dapat membantu mengatasi infeksi bakteri jika digunakan dengan tepat dan hati-hati. Namun, penggunaan secara berlebihan terhadap antibiotik dapat menyebabkan resistensi bakteri. Sebab, bakteri dapat beradaptasi dari waktu ke waktu.

Hal tersebut dapat menyebabkan bakteri berubah sehingga antibiotik tidak dapat lagi bekerja secara efektif pada bakteri. Maka dari itu, penggunaan antibiotik secara tepat perlu untuk diperhatikan, misalnya saja dengan cara:

  • Selalu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter
  • Jangan konsumsi antibiotik untuk menangani infeksi virus
  • Konsumsi antibiotik hanya jika diresepkan oleh dokter
  • Selalu ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter
  • Jangan melewatkan dosis

Interaksi antibiotik

Jika kamu sedang mengonsumsi antibiotik, sebaiknya janganlah mengonsumsi obat lain atau pengobatan herbal tanpa berbicara terlebih dahulu pada dokter. Sebab, obat-obatan tertentu mungkin saja dapat berinteraksi dengan antibiotik.

Bagaimana cara tepat menggunakan antibiotik?

Antibiotik dapat dikonsumsi dengan cara diminum, diberikan dalam bentuk suntikan, atau dengan mengoleskannya secara langsung ke bagian tubuh yang terinfeksi.

Kebanyakan antibiotik dapat mulai melawan infeksi dalam beberapa jam. Oleh karena itu, sebaiknya selesaikan seluruh pengobatan untuk mencegah terjadinya infeksi kembali.

Hal tersebut dikarenakan menghentikan pengobatan lebih cepat dapat meningkatkan risiko bakteri menjadi lebih kebal dalam pengobatan di masa mendatang. Tak hanya itu, ikuti selalu instruksi dokter dengan benar agar obat menjadi efektif.

Hindari produk susu saat mengonsumsi tetracyclines, karena dapat mengganggu penyerapan obat.

Adakah alergi dari antibiotik?

Sebagian orang mungkin saja tidak cocok dengan pengobatan antibiotik. Beberapa orang mungkin saja mengalami reaksi alergi terhadap antibiotik, terutama penicillin.

Reaksi alergi yang dapat ditimbulkan di antaranya adalah ruam, pembengkakan pada wajah, hingga kesulitan bernapas. Seseorang yang memiliki alergi terhadap antibiotik harus memberi tahu dokter ataupun apoteker.

Selain itu, seseorang yang memiliki kondisi terkait dengan fungsi hati atau ginjal juga harus berhati-hati ketika menggunakan antibiotik. Sebab, kondisi tersebut dapat memengaruhi jenis antibiotik yang dapat digunakan serta dosis yang akan diterima.

Di sisi lain, ibu hamil atau ibu menyusui juga harus berbicara terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi antibiotik.

Itulah informasi mengenai golongan antibiotik yang perlu kamu tahu. Antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan. Maka dari itu, pastikan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter ya.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar golongan antibiotik dan contohnya atau masing-masing kegunaan dari antibiotik, kamu juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Drugs.com (2019). Diakses pada 02 September 2020. Antibiotics Guide

Drugs.com. Diakses pada 02 September 2020. Carbapenems

Drugs.com. Diakses pada 02 September 2020. Aminoglycosides 

Drugs.com. Diakses pada 02 September 2020. Glycopeptide Antibiotics 

Drugs.com. Diakses pada 02 September 2020. Lincomycin Derivatives 

Drugs.com (2018). Diakses pada 02 September 2020. Chepalosporins 

Drugs.com (2018). Diakses pada 02 September 2020. Tetracyclines 

Drugs.com (2018). Diakses pada 02 September 2020. Penicillins 

Drugs.com. Diakses pada 05 Maret 2021. Macrolides

Drugs.com (2018). Diakses pada 05 Maret 2021. Quinolones 

Medical News Today (2019). Diakses pada 05 Maret 2021. What to know about antibiotics 

Webmd (2019). Diakses pada 05 Maret 2021. What Are Antibiotics? 

 

    register-docotr