Puasa

Sebelum Ramadan Tiba, Yuk Cari Tahu Tips Puasa Sehat untuk Anak!

May 2, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Moms, apakah sudah saatnya mengajarkan si kecil berpuasa? Jika ini adalah tahun pertama anak mencoba berpuasa, sepertinya Moms perlu beberapa tips puasa sehat untuk anak.

Selama berpuasa tentunya orang tua ingin si Kecil tetap terjaga kesehatannya. Jadi, apa saja yang perlu diketahui agar anak tetap sehat selama menjalani puasa di Ramadan kali ini?

Apa saja manfaat puasa bagi anak?

Selain anak jadi terbiasa akan puasa yang merupakan kewajiban di bulan Ramadhan, tubuh mereka pun akan menjadi lebih sehat di bulan puasa.

Anak menjadi lebih sehat

Desy Dewi Saraswati, Sp. A, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebut puasa dapat membuat tubuh anak menjadi lebih sehat. Hal ini karena mereka belajar untuk mengatur waktu makan mereka.

“Selain itu puasa dapat mengurangi racun-racun di dalam tubuh anak sembari mengajarkan mereka tentang kesabaran, kontrol diri, membantu sesama dan mendorong semangat sosial yang tinggi,” kata dia.

Belajar disiplin

Selain itu, puasa juga dapat menjadi ajang untuk mengajarkan disiplin kepada anak. Pasalnya, mereka akan belajar bagaimana mengatur waktu tidur untuk mempersiapkan diri makan sahur dan juga istirahat agar puasa mereka lancar di hari berikutnya.

Anak-anak kerap sulit bangun sahur, tapi hal ini biasanya terjadi di awal bulan puasa saja. Kesukaran ini akan menghilang seiring terbiasanya mereka mengikuti jadwal puasa.

Tips puasa sehat untuk anak

Sebelum mengajak si kecil berpuasa, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan. Mulai dari menjelang puasa dimulai, mengatur menu makanan, hingga aktivitas si Kecil saat sedang puasa.

Selengkapnya, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Persiapan sebelum berpuasa dimulai

Berpuasa di bulan Ramadan diwajibkan untuk Muslim yang sudah dewasa atau melewati masa pubertas. Biasanya masa puber terjadi di antara usia 8 hingga 13 tahun pada anak perempuan. Untuk anak laki-laki terjadi pada usia mulai 9 hingga 15 tahun.

Karena itu, jika anak belum mencapai masa puber, tidak diwajibkan untuk menjalani puasa penuh. Namun, dengan mengajak anak puasa sejak dini, bisa sekaligus mengajarinya agar nantinya sudah terbiasa.

Jangan paksa anak

Jika ini adalah puasa pertama si Kecil, orang tua perlu mempersiapkan mental anak. Salah satunya dengan menjelaskan tentang puasa sebagai salah satu perintah agama. Dengan pengertian tersebut, akan membuat anak berusaha menjalani puasa dengan keyakinan dan keteguhan hati.

Orang tua juga jangan berharap anak yang masih kecil untuk berpuasa penuh di bulan Ramadhan. Sebaliknya, biarkanlah anak yang masih kecil ini untuk berpuasa setengah hari saja.

Membiarkannya ikut berpuasa, walaupun setengah hari membuat anak lebih percaya diri. Mereka akan merasa lebih dilibatkan, tapi tidak terlalu tertekan untuk mengikuti puasa.

Sementara anak yang lebih besar dapat meningkatkan durasi puasa mereka sehingga tubuh mereka akan lebih terbiasa dan menyesuaikan diri nantinya di usia dewasa.

Jangan bandingkan dengan anak lain

Jangan paksa anak hanya karena kamu melihat anak lain yang seumuran sudah siap. Membanding-bandingkan anak dengan anak lain atau pengalaman kamu ketika seumuran dengan si Kecil adalah hal yang membuatnya tertekan.

Kemungkinan anak justru menjadi malas untuk belajar puasa dan menganggap upayanya sia-sia belaka, Moms.

Puasa adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa. Dalam hal ini bukan hanya tidak makan dan minum saja, karena puasa mewajibkan agar pikiran dan mental siap serta tertuju secara spiritual.

Di usianya, anak sedang aktif dan mungkin mereka tidak akan terlalu mengerti makna spiritual. Oleh karena itu jangan dipaksa, karena bisa saja ketika dewasa mereka akan menganggap puasa sebagai beban bagi mereka.

Berikan hadiah jika perlu

Kamu bisa menyemangati si Kecil untuk puasa dengan memberikan hadiah ketika mereka bisa melewati hari-hari puasanya dengan baik.

Mungkin pada awalnya kamu memberikan waktu 8 jam saja untuk anak berpuasa dan menaikkan durasinya seiring waktu berjalan. Catatlah perkembangannya dan berikan hadiah atau penghargaan khusus atas pencapaian si Kecil.

Tapi ingat, batasi pemberian hadiah sewajarnya saja ya, Moms. Jangan sampai anak justru kelewat batas meminta hadiah atau justru jadi terbiasa melakukan puasa karena hadiah semata.

Tetap sampaikan apa saja makna berpuasa dengan tulus di bulan Ramadhan. Termasuk pengharapan mendapatkan pahala dan menanamkan nilai-nilai positif pada diri anak.

Menyiapkan makanan bernutrisi

Makanan sahur sebaiknya mengandung protein tinggi. Karena makanan jenis ini akan lebih lama dicerna dan akan membuat merasa kenyang lebih lama.

Makanan berprotein tinggi juga akan membantu menstabilkan kadar gula darah yang sangat penting selama menjalani berpuasa

Makanan yang termasuk dalam kategori ini yaitu: telur, daging ayam, daging sapi, ataupun ikan. Selain itu juga dilengkapi dengan makanan berkarbohidrat kompleks seperti ubi, kentang atau beras merah.

Jangan lupa juga makanan berserat, yang bisa diambil dari buah-buahan seperti pisang, apel atau pir, atau sayuran seperti wortel dan bayam.

Perhatikan asupan cairan untuk anak

Kebutuhan cairan tubuh berbeda-beda. Tergantung pada beberapa hal, salah satunya adalah faktor usia.

Moms bisa mulai mencari cara agar kebutuhan si kecil tetap terpenuhi. Karena cairan ini bisa berasal dari berbagai sumber selain air putih, seperti dari susu atau jus buah.

Tips sehat lain untuk puasa anak 

Beberapa hal ini perlu kamu perhatikan ketika mengajak anak untuk berpuasa:

  • Karena sahur adalah bagian terpenting dari puasa, terutama buat anak, maka cobalah penuhi kebutuhan nutrisi mereka dengan makanan kaya serat seperti cereal, gandum utuh, legume, buah dan sayur
  • Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan protein mereka dengan daging tanpa lemak, telur dan produk olahan susu supaya anak bisa tetap kenyang dalam waktu yang lama
  • Jauhkan anak dari makanan asin untuk mengurangi risiko harus, jangan terlalu banyak berolahraga dan minum banyak cairan ketika sedang berbuka atau sahur untuk menjaga tingkat hidrasi mereka
  • Hindari makan berlebihan hanya karena ingin menggantikan kalori yang hilang. Makan berlebih hanya akan menghasilkan masalah pencernaan, kembung dan tidak nyaman
  • Jika memang ingin mengembalikan kalori yang hilang, lebih baik makannya dibagi menjadi beberapa bagian dengan jeda supaya tidak terlalu banyak dalam sekali makan
  • Hindari minuman bersoda, makanan pedas dan kering untuk menghindari masalah pencernaan
  • Kamu bisa memberikan makanan olahan susu rendah lemak seperti yoghurt dan keju. Kedua makanan ini baik untuk pencernaan anak kala puasa

Ubah pola makan anak

Sebelum bulan puasa, sebaiknya kamu melakukan perubahan pola makan berikut supaya anak terbiasa:

  • Biasakan anak untuk makan dalam porsi kecil sepanjang hari. Hal ini untuk mengontrol dorongan makan mereka agar saat puasa bisa terkendali
  • Saat Ramadhan mendekat, coba potong salah satu jadwal makan anak. Hal ini agar pikiran, tubuh dan nafsu makan anak dapat terbiasa dengan periode puasa yang semakin dekat
  • Pangkas asupan garam dan gula secara bertahap. Karena dua substansi ini adalah biang keladi rasa haus dan lapar

Mengatur kegiatan anak selama waktu berpuasa

Puasa di Indonesia berlangsung sekitar 10 sampai 12 jam per harinya. Dalam keadaan puasa itu, banyak manfaat yang bisa diperoleh tubuh. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa puasa dapat digunakan sebagai salah satu cara memelihara kondisi tubuh agat tetap fit.

Namun bagaimana jika si kecil yang belum terbiasa dengan puasa mulai terganggu dengan rasa laparnya?

1. Kurangi kegiatan fisik berlebih

Biasanya sejak pagi anak akan disibukkan dengan kegiatan belajar atau ada juga yang melakukan kegiatan lainnya.

Jika setelah itu anak terbiasa mengisi waktu dengan bermain bola atau kegiatan fisik lainnya, bisa diganti dengan membaca buku atau menonton acara anak di dalam rumah.

Kegiatan fisik berlebih baik dihindari agar anak tak kelelahan dan menghindari terjadinya dehidrasi.

2. Ajak anak membantu menyiapkan sajian berbuka puasa

Menjelang waktu berbuka, anak-anak akan mulai terganggu dengan rasa lapar. Salah satu cara mengalihkan perhatiannya adalah dengan mengajaknya membantu menyiapkan makanan berbuka puasa.

Misalkan saja membuat puding yang dikombinasikan dengan kurma. Sambil memasak, Moms bisa menjelaskan kebaikan kurma untuk kesehatan tubuh.

Kurma baik dikonsumsi karena mengandung beberapa vitamin dan mineral. Kurma juga mengandung serat, antioksidan dan berkalori tinggi. Serat yang terdapat pada kurma juga dapat mengontrol kadar gula dalam darah.

Perhatikan makanan yang perlu dihindari

Tips puasa sehat untuk anak yang terakhir ini tak kalah penting. Orang tua perlu memerhatikan makanan apa saja yang dianjurkan dan yang tidak.

Jika makanan yang dianjurkan adalah makanan yang memenuhi nutrisinya dengan bergizi seimbang, maka perlu mengetahui yang perlu dihindari.

Apa saja makanan tersebut? Salah satunya, makanan pedas. Tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan keasaman lambung. Ini bisa mengganggu kesehatan anak selama berpuasa.

Selain itu, jika memungkinkan hindari minuman bersoda. Daripada minuman bersoda, lebih baik membuatkan jus buah untuk anak. Selain lebih sehat jus buah membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Hindari juga anak makan berlebih. Sebab kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan juga kembung.

Amati keluhan pada anak jika ada

Saat belajar puasa, anak seringkali akan melewati proses adaptasi. Tidak selalu berjalan lancar, ada kemungkinan anak merasa kesulitan. Nah, supaya ia bisa melewati fase belajar ini dengan lancar, jangan lupa berikan dukungan.

Salah satu tips puasa sehat untuk anak lainnya yakni mendengarkan keluhan yang anak sampaikan. Sebisa mungkin cari solusinya bersama. Misalnya jika cuaca sedang panas dan anak mengeluh kehausan, Moms bisa mengajaknya mandi agar lebih sejuk.

Hindari memarahinya atau melarangnya mengeluh, sebab ini justru dapat membuatnya tak mau belajar puasa di kemudian hari. Ingatlah bahwa anak masih butuh waktu untuk beradaptasi agar terbiasa menjalani ibadah puasa, Moms.

Mengabaikan perasaan anak juga malah dapat membuatnya semakin tertekan, akhirnya berujung pada sulit untuk melewati puasanya di bulan Ramadhan ini.

Nah, itu tadi beberapa tips puasa sehat untuk anak yang bisa dicoba untuk bulan Ramadan kali ini. Yuk, jalani ibadah bersama si Kecil dengan sehat dan juga menyenangkan!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Idai.or.id diakses 21 April 2020 Mempersiapkan Anak Berpuasa
  2. Kidshealth.org diakses 21 April 2020 All About Puberty
  3. Thestar.com.my diakses 21 April 2020 Healthy Fasting for Children
  4. Thejakartapost.com, diakses 02 Mei 2021. Children’s guide to fasting during Ramadhan – Parents
  5. Antaranews.com, diakses 02 Mei 2021. Fasting disciplines children, helps them lead healthy life
  6. Baylor College Medicine, diakses 02 Mei 2021. How to care for the fasting child
    register-docotr