Puasa

Serba-Serbi yang Perlu Diperhatikan saat Si Kecil Beribadah Puasa

April 23, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Jika si Kecil ingin berpuasa Ramadan ini, mereka akan melakukannya dalam keadaan yang jauh berbeda dengan Ramadan sebelumnya.

Selain karena pandemi, pembatasan pergerakan juga sedikit banyak juga membuat kegiatan anak-anak di bulan suci ini menjadi terganggu.

Agar ibadah puasa anak berjalan lancar, yuk, baca dulu serba-serbinya di bawah ini.

Baca juga: Sedang Program Menggemukkan Badan tapi Harus Puasa, Ini 4 Tipsnya

Respons tubuh saat berpuasa

Saat berpuasa, tubuh orang dewasa dan anak-anak sama-sama tidak memiliki akses seperti biasa terhadap glukosa. Kondisi tersebut akan memaksa sel untuk menggunakan cara dan bahan lain untuk menghasilkan energi.

Akibatnya, tubuh memulai glukoneogenesis, proses alami menghasilkan gula sendiri. Hati kemudian membantu proses ini dengan mengubah bahan non-karbohidrat seperti laktat, asam amino, dan lemak menjadi energi glukosa.

Karena tubuh kita menghemat energi selama puasa, laju metabolisme basal kita (jumlah energi yang dibakar tubuh kita saat istirahat) menjadi lebih efisien, sehingga menurunkan detak jantung dan tekanan darah kita.

Efek puasa pada anak-anak

Dilansir dari Baylor College of Medicine, anak-anak punya risiko khusus yang timbul saat berpuasa. Ini karena ukuran organnya yang lebih kecil, adanya kebutuhan metabolisme yang lebih besar, dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi saat perlu makan atau minum.

Seorang anak juga membutuhkan lebih banyak cairan dan sumber energi untuk menjaga kesehatan tubuhnya, terutama untuk perkembangan otak. Jika tidak diberi kalori, maka glukosa yang merupakan sumber energi utama otak akan habis.

Pengurangan energi ini dapat mengakibatkan berbagai perubahan perilaku dari emosi singkat hingga komplikasi serius seperti kelelahan. Anak-anak telah terbukti mengalami penurunan fungsi kognitif bahkan dengan puasa singkat.

Jika anak-anak berpuasa, orangtua hendaknya tidak menuntut mereka berpuasa sehari penuh. Biarkan si Kecil meningkatkan durasi puasanya secara bertahap, untuk membantu tubuhnya menyesuaikan diri.

Manfaat puasa bagi organ tubuh si Kecil

Pada dasarnya penelitian yang khusus membahas manfaat puasa bagi organ tubuh anak masih belum ditemukan. Namun, sama halnya dengan orang dewasa, pada waktu berpuasa, metabolisme tubuh anak jadi cenderung melambat, tetapi lebih efisien.

Ini membuat insulin yang berguna untuk memasukkan gula yang dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi menjadi lebih sensitif.

Puasa juga terbukti dapat menurunkan tingkat stres oksidatif dan inflamasi yang akan mencederai sel dalam tubuh sehingga secara tidak langsung turut mencegah terjadinya kanker, meningkatkan kerja sistem imun, serta mencegah terjadinya penuaan dini.

Selain itu, puasa sangat baik digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak dalam mengendalikan diri dan disiplin.

Baca juga: Merasa Lemas saat Puasa? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Hal-hal yang perlu dilakukan saat si Kecil puasa

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan saat orangtua menemani anak yang berpuasa agar puasanya berjalan lancar:

Ajak anak makan sahur

Makan sahur adalah bagian penting dari puasa, terutama untuk anak-anak. Mereka dianjurkan makan sahur dengan menu sereal gandum utuh, biji-bijian, buah dan sayuran agar tubuhnya memiliki bahan bakar yang tahan lama sampai saat berbuka tiba.

Sajikan makanan kaya protein

Beberapa produk susu seperti yogurt, dan keju, memiliki kandungan lemak lebih rendah sehingga akan membantu anak merasa kenyang untuk waktu lebih lama. Hal yang sama juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan seperti polong, lentil, dan sejenisnya.

Hal yang perlu dihindari selama si Kecil berpuasa

Berikut adalah beberapa hal yang tidak dianjurkan untuk anak-anak saat berpuasa, karena kurang baik bagi tubuhnya:

Jangan makan makanan tinggi gula

Hindari makanan tinggi gula, karena akan meningkatkan keinginan mereka untuk makan dan memberikan sedikit nutrisi.

Anak-anak juga harus menjauhi makanan asin untuk mengurangi risiko haus, menghindari olahraga dengan intensitas tinggi, dan minum banyak cairan selama jam non-puasa agar tetap terhidrasi.

Jangan makan berlebihan

Hindari memaksa anak makan berlebihan untuk mengimbangi penurunan kalori. Makan berlebihan hanya akan menyebabkan gangguan pencernaan, kembung dan ketidaknyamanan. Akan lebih baik bagi anak-anak untuk makan sesuai porsinya untuk mencegah gangguan kesehatan tersebut.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Baylor College of Medicine, diakses pada 22 April 2021

Boulder Medical Center, diakses pada 22 April 2021

Friday magazine, diakses pada 22 April 2021

    register-docotr