Puasa

Yuk Dicoba! Ini 3 Resep Minuman Segar dan Sehat untuk Buka Puasa

April 15, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Setelah seharian menjalankan puasa, memang paling nikmat minum minuman yang menyegarkan. Yuk, simak rekomendasi resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa berikut!

Selama berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Bisa lewat urine, keringat yang keluar saat gerah, atau bahkan saat kamu bernapas.

Menurut British Nutrition Foundation, mayoritas orang mengalami dehidrasi level rendah saat berpuasa. Ini bisa mengakibatkan kelelahan, pusing, hingga sulit untuk konsentrasi.

Akan tetapi gejala tersebut tidaklah membahayakan bagi kesehatan. Maka dari itu saat berbuka puasa, kita disarankan mengonsumsi minuman yang bisa kembalikan cairan tubuh.

Minuman yang harus dihindari saat berbuka puasa

Sebelum kita beralih ke resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa, terlebih dahulu kita bahas mengenai minuman apa yang seharusnya kamu hindari, yuk.

Berikut beberapa minuman yang sebaiknya kamu hindari saat berbuka puasa:

1. Teh dan kopi

Hindari minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Sebab kandungan kafein justru bisa menyebabkan hilangnya cairan tubuh.

Saat minuman ini dikonsumsi berlebihan, kamu akan merasa haus terus-terusan. Apalagi jika kamu mengonsumsinya dengan tambahan gula. 

Makanan atau minuman dengan kandungan gula tinggi akan sangat cepat dicerna, hingga kemudian membuat kamu lebih cepat merasa haus dan lapar.

2. Minuman bersoda

Selain kopi dan teh, kamu juga disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman bersoda untuk buka puasa.

Minuman bersoda bisa menyebabkan masalah di sistem pencernaan kamu lho. Kamu juga akan ‘merasa kenyang’ padahal belum makan apa-apa.

Resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa

Untuk mengawali buka puasa, kamu sangat disarankan untuk minum air putih terlebih dahulu. Minumlah secara perlahan, sedikit-demi sedikit.

Hindari langsung minum air es. Dilansir Emirates 247, minum air es untuk buka puasa justru bisa sebabkan kontraksi pada aliran darah.

Bukannya merasa hilang dahaga, kamu justru berisiko untuk mengalami masalah pencernaan. Jadi ingat untuk selalu mengawali buka puasa dengan air putih dengan suhu normal.

Setelah itu, baru kamu bisa mulai makan dan minum minuman lain. Berikut 3 resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa:

1.  Infused water, resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa paling sederhana

Rekomendasi pertama adalah infused water, minuman menyegarkan yang terbuat dari air yang dicampur dengan potongan buah-buahan.

Kamu bisa membuat infused water dari campuran buah seperti lemon, semangka, beri-berian, kiwi, dan lain-lain.

Selain itu kamu juga bisa menambahkan bahan lain seperti timun dan daun mint. Kandungan nutrisi dalam buah bisa mengganti nutrisi yang hilang selama puasa.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Siapkan buah-buahan yang ingin kamu buat infused water
  • Sebotol air putih
  • Madu jika kamu ingin sedikit tambahan rasa manis

Cara membuat:

  • Potong buah dengan ukuran kecil-kecil
  • Setelah itu masukan potongan buah ke dalam botol berisi air
  • Simpan botol infused water tersebut di dalam kulkas

Kamu bisa menyiapkan infused water ini saat waktu sahur atau siang hari. Agar nutrisi dan citarasa buah sudah bercampur dengan air.

Jika kamu ingin sedikit rasa manis, disarankan untuk menambahkan madu murni. Pastikan untuk menghindari penggunaan gula pasir karena tidak terlalu direkomendasikan.

2. Kurma dan susu, resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa khas Ramadhan

Kurma memang buah yang sangat khas dengan bulan Ramadhan. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW merekomendasikan buah ini untuk dimasukkan ke menu selama Ramadhan.

Selain dikonsumsi dalam keadaan utuh, kamu juga bisa mengonsumsi kurma dengan cara lain. Salah satunya adalah dengan menjadikannya minuman.

Dilansir Boldsky, campuran kurma dan susu bisa mengembalikan energi yang hilang dan juga menyeimbangkan level gula darah yang menurun selama berpuasa.

Caranya adalah dengan merendam beberapa kurma kering ke dalam segelas air selama 12 jam. Kamu bisa siapkan minuman ini malam hari sebelum tidur.

Selain itu kamu juga bisa mengolahnya menjadi jus, lho. Berikut cara mengolah kurma menjadi jus yang segar dan menyehatkan.

Bahan yang dibutuhkan :

  • 600 ml, bisa air biasa atau air dingin
  • 6 sendok makan madu
  • 2 sendok makan susu kental manis
  • Kurma sesuai selera

Cara membuat :

  • Pertama, kamu harus memisahkan daging buah dan biji kurma
  • Setelah itu, masukkan kurma dan semua bahan di atas ke dalam blender
  • Blender hingga semua bahan tersebut tercampur rata dan halus.

Konsumsi minuman selama buka puasa dapat mendapatkan kembali energi setelah seharian berpuasa. Namun, pastikan untuk mengonsumsi secara cukup dan tidak berlebihan agar terhindar dari masalah kesehatan yang mungkin terjadi.

3. Resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa dengan mint lemonade

Jika kamu mencari minuman yang menyegarkan, coba untuk membuat mint lemonade. Bahannya cukup lemon dan juga daun mint.

Segelas mint lemonade mengandung vitamin C dan juga serat yang tinggi. Oleh karena itu, minuman ini ampuh untuk mengembalikan energi kamu yang hilang selama puasa.

Bahan yang dibutuhkan : 

  • 1 buah lemon
  • Segelas air
  • Beberapa daun mint

Cara membuat :

  • Peras terlebih dahulu lemon hingga terkumpul air sari lemonnya
  • Setelah itu masukkan air, perasan lemon, dan juga daun mint ke dalam blender
  • Blend hingga semua bahan tercampur

Itu dia rekomendasi resep minuman segar dan sehat untuk buka puasa yang menyehatkan. Pilihlah minuman sehat untuk berbuka yang tepat agar manfaat puasa bisa didapatkan.

Apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari berpuasa?

Manfaat puasa bisa diperoleh jika mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat. Memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh selama sahur dan buka puasa juga dapat meningkatkan manfaat.

Puasa memang telah menjadi tren yang banyak diikuti oleh para pelaku diet. Nah, ada pula beberapa manfaat utama puasa yang mungkin bisa kamu dapatkan, antara lain sebagai berikut:

Mengontrol gula darah dan mengurangi resistensi insulin

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kontrol gula darah, yang sangat berguna untuk orang dengan risiko diabetes. Faktanya, penelitian pada 10 orang dengan diabetes tipe 2 secara signifikan menurunkan kadar gula darah.

Sementara itu, ulasan lain menemukan bahwa puasa sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin.

Penurunan resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh sehingga memungkinkannya untuk mengangkut glukosa dari aluran darah ke sel dengan lebih efisien.

Ditambah dengan potensi efek penurunan gula darah dari puasa, ini dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil. Perlu diingat bahwa beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat memengaruhi kadar gula darah secara berbeda untuk pria dan wanita.

Mempromosikan kesehatan yang lebih baik dengan memerangi peradangan

Meskipun peradangan akut adalah proses kekebalan normal yang digunakan untuk membantu melawan infeksi, namun peradangan kronis bisa mengakibatkan konsekuensi serius bagi kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa peradangan mungkin terlibat dalam perkembangan kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthritis.

Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan tingkat peradangan dan membantu meningkatkan kesehatan.

Dalam studi kecil menemukan bahwa ketika orang berpuasa selama 12 jam sehari selama satu bulan, secara signifikan menurunkan tingkat penanda peradangan.

Terlebih lagi, satu penelitian pada hewan menemukan bahwa efek puasa dapat bermanfaat dalam pengobatan multiple sclerosis, yakni kondisi peradangan kronis.

Dapat meningkatkan kesehatan jantung

Risiko penyakit jantung bisa dikurangi dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, termasuk berpuasa. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa memasukkan puasa ke dalam rutinitas mungkin sangat bermanfaat dalam hal kesehatan jantung.

Satu studi kecil mengungkapkan bahwa 8 pekan puasa bergantian hari dapat mengurangi kadar kolesterol LDL atau jahat dan trigliserida darah masing-masing sebesar 25 persen dan 32 persen.

Studi lain pada 110 orang dewasa gemuk menunjukkan bahwa puasa selama 3 pekan di bahwa pengawasan medis secara signifikan menurunkan tekanan darah, kadar trigliserida darah, dan kolesterol jahat dalam tubuh.

Tak hanya itu, satu penelitian pada 4.629 orang mengaitkan puasa dengan risiko penyakit arteri koroner yang lebih rendah, serta risiko diabetes di mana merupakan faktor utama penyakit jantung.

Meningkatkan fungsi otak dan mencegah gangguan neurodegeneratif

Meskipun sebagian besar penelitian pada hewan masih terbatas, namun beberapa studi telah menemukan bahwa puasa dapat memiliki efek yang kuat pada kesehatan otak.

Satu studi pada tikus menunjukkan bahwa berlatih puasa intermiten selama 11 bulan meningkatkan fungsi otak dan struktur otak.

Penelitian pada hewan lain telah melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan produksi sel saraf untuk membantu peningkatan fungsi kognitif.

Karena puasa dapat membantu meredakan peradangan, maka bermanfaat juga untuk mencegah gangguan neurodegeneratif. Secara khusus, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa dapat melindungi dan meningkatkan hasil dari kondisi, seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Menurunkan berat badan dengan membatasi asupan kalori

Secara teoritis, berpantang dari makanan atau minuman akan menurunkan asupan kalori secara keseluruhan yang dapat menyebabkan peningkatan penurunan berat badan seiring waktu.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa puasa jangka pendek dapat membantu peningkatan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin sehingga penurunan berat badan terjadi.

Faktanya, satu ulasan menunjukkan bahwa puasa sepanjang hari dapat mengurangi berat badan hingga 9 persen dan secara signifikan mengurangi lemak tubuh selama 12 hingga 24 minggu.

Meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan dan kekuatan otot

Hormon pertumbuhan manusia atau HGH adalah sejenis hormon protein yang penting bagi banyak aspek kesehatan pada tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa hormon ini terlibat dalam pertumbuhan, metabolisme, penurunan berat badan, dan kekuatan otot.

Selain itu, beberapa penelitian juga menemukan bahwa puasa secara alami dapat meningkatkan kadar HGH. Satu studi pada 11 orang dewasa sehat menunjukkan jika puasa selama 24 jam secara signifikan meningkatkan kadar HGH.

Studi kecil lainnya pada sembilan pria menemukan bahwa puasa hanya selama dua hari menyebabkan peningkatan 5 kali lipat dalam tingkat produksi HGH. Selain itu, puasa dapat membantu mempertahankan kadar gula darah dan insulin yang stabil sepanjang hari.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

British Nutrition Foundation. Diakses pada 22 April 2020. A healthy Ramadan.

Boldsky. Diakses pada 22 April 2020. Healthy Drinks For Iftar That Will Help Prevent Dizziness & Energize You.

Emirates 24/7. Diakses pada 22 April 2020. Guide to healthy fasting: Drinks to avoid during Ramadan.

Healthline (2018), diakses 15 April 2021. 8 Health Benefits of Fasting, Backed by Science

    register-docotr