Puasa

Inilah 7 Buah yang Cocok dan Sehat untuk Berbuka Puasa

April 23, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Buah-buahan segar adalah salah satu pilihan berbuka puasa yang menyehatkan. Selain sehat, buah-buahan juga menyegarkan.

Namun saat berpuasa, ada tips mengonsumsi buah-buahan untuk kamu agar bisa mendapatkan manfaat buah secara maksimal.

Pilihlah buah segar

Sudah jadi rahasia umum kalau buah adalah makanan pokok bagi setiap diet sehat dan beberapa buah lebih bergizi daripada yang lain.

Untuk berbuka puasa, mengonsumsi buah-buahan utuh atau raw fruit adalah pilihan terbaik. Namun, kamu juga bisa mengolahnya menjadi jus segar atau smoothies.

Tapi, jika kamu ingin mengolah buah-buahan, pastikan kamu tidak menambahkan gula ya. Karena justru bisa menaikkan kadar gula dalam darah dan buruk bagi kesehatan.

Baca Juga : Setelah Berbuka Puasa, Kapan Waktu yang Tepat untuk Makan Besar?

Jenis buah yang cocok dan aman dikonsumsi saat berbuka puasa

Berikut beberapa jenis buah-buahan yang cocok dan bisa kamu masukkan ke dalam menu berbuka puasa:

1. Kurma dan buah kering lainnya

Kurma memang buah yang sangat khas dengan bulan Ramadan dan bahkan sangat dianjurkan sebagai menu sahur serta berbuka sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Nyatanya, kurma memang merupakan salah satu jenis buah kering yang kaya akan nutrisi. Kurma menyediakan gula alami untuk energi, memberikan mineral seperti kalium, tembaga, dan mangan serta merupakan sumber serat.

Kurma juga merupakan sumber karbohidrat dan mikronutrien yang baik, sebab satu buah kurma mengandung 5,3 gram karbohidrat.

Selain kurma kamu juga bisa mencoba buah-buahan kering lainnya seperti aprikot, buah ara, kismis atau plum, yang juga menyediakan serat dan nutrisi baik untuk tubuh.

2. Semangka

Saat berpuasa kita akan kehilangan cukup banyak cairan. Nah buah semangka sendiri mengandung 91 persen air, jadi sangat cocok dikonsumsi saat berbuka.

Jus buah dan buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka ini juga mudah dicerna. Jadi tidak akan membuat perut “kaget” saat berbuka.

Selain saat berbuka, semangka juga bisa dimasukan ke menu sahur lho. Kandungan air dalam semangka bisa bantu cukupi asupan air saat puasa.

3. Alpukat

Alpukat juga bisa menjadi pilihan buah untuk berbuka. Buah alpukat bisa membuat kamu kenyang lebih lama dan punya kandungan nutrisi yang bagus.

Mulai dari Vitamin (B, C, E, dan K), folat, magnesium, kalium, dan tembaga. Alpukat juga kaya serat dan lemak yang larut dalam air, meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan lain setelah berpuasa.

4. Pisang

Pisang kaya akan karbohidrat sehat yang baik untuk mengeluarkan tubuh kamu dari fase ketosis dengan cara yang benar. Buah pisang bisa mengembalikan energi yang hilang saat puasa.

Selain itu pisang juga kaya serat, beberapa di antaranya adalah butirat yang mungkin benar-benar baik untuk bakteri usus. Pisang mengandung beberapa vitamin dan mineral seperti kalium, vitamin B6 dan vitamin C.

5. Pepaya

Pepaya juga cocok dan aman untuk dikonsumsi untuk berbuka puasa. Selain teksturnya yang lembut, buah ini juga mengandung enzim pencernaan yang dikenal sebagai papain.

Enzim ini dapat membantu meredakan sakit tenggorokan, meningkatkan pencernaan, menyembuhkan luka dan mengurangi nyeri otot.

6. Nanas

Buah nanas memiliki kandungan vitamin C, mangan, vitamin B6, serat, zat besi, riboflavin, folat, tiamin, kalium, magnesium dan asam pantotenat. 

Mengonsumsi nanas saat berbuka puasa dapat membantu memperlancar pencernaan, mengurangi peradangan, dan meredakan gejala radang sendi.

7. Buah tinggi kandungan air

Saat berbuka puasa, kamu harus memastikan tubuh mendapat cukup asupan cairan untuk mengganti cairan yang hilang.

Nah kamu bisa mendapatkannya dari buah-buahan yang memiliki kadar air tinggi. Di antaranya:

  • Stroberi
  • Semangka
  • Blewah
  • Mentimun
  • Timun Jepang
  • Paprika
  • Tomat

Buah dan makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa

Saat memulai berbuka puasa, sebaiknya kamu jangan langsung mengonsumsi buah-buahan jenis sitrus dan buah asam lainnya. Karena mereka mungkin terlalu asam untuk perut kamu.

Secara umum, kamu harus menghindari gorengan dan makanan olahan yang tinggi lemak atau gula. Daripada menggoreng, disarankan untuk menggunakan metode memasak lain, seperti mengukus, memasak dengan saus, menumis sedikit minyak, dan memanggang.

Hindari terlalu banyak makanan manis saat berbuka puasa. Permen yang biasa dimakan selama Ramadan mengandung sirup gula dalam jumlah besar.

Makanan manis yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah buah yang mengandung air, seperti semangka atau melon dan buah musiman lainnya, seperti peach dan nectarine.

Makanlah secara perlahan, dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Makan besar menyebabkan mulas dan ketidaknyamanan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

WHO. Diakses pada 23 April 2021. Eat healthy throughout all your life

Healthline. Diakses pada 23 April 2021. Practical Tips to Safely Fast During Ramadan

British Nutrition Foundation. Diakses pada 23 April 2021. A healthy Ramadan

Live Strong. Diakses pada 23 April 2021. What Are the Best Foods to Eat After Breaking a Fast?

Intermittent Dieter. Diakses pada 23 April 2021. 11 Best Foods to Break a Fast

NDTV. Diakses pada 23 April 2021. Intermittent Fasting: Break Your Fast With These 5 Weight Loss-Friendly Foods In Intermittent Fasting

Mental Food Chain. How to Break a Fast: 10 Best Foods (Intermittent & Prolonged)

    register-docotr