Puasa

Ini 5 Tanda Kamu Sebaiknya segera Membatalkan Puasa

April 18, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Puasa di bulan Ramadan merupakan sebuah kewajiban untuk umat Muslim. Namun, agama juga punya aturan soal siapa yang boleh tidak berpuasa.

Seperti contohnya orang yang sedang sakit, ibu hamil, serta ibu menyusui. Golongan ini boleh tidak puasa atau membatalkan puasa saat merasa tidak mampu.

Akan tetapi, selain aturan agama, ada juga beberapa kondisi fisik yang bisa jadi tanda kalau tubuh kamu mungkin sudah tidak kuat puasa dan harus segera membatalkannya.

Jangan paksakan kalau tidak mampu

Selama berpuasa, kamu mungkin merasa sedikit lelah, lapar, dan mudah tersinggung. Tetapi jika kamu mulai merasa tidak enak badan, kamu sebaiknya segera membatalkan berpuasa.

Jika kamu jatuh sakit atau mengkhawatirkan kesehatan, pastikan kamu segera berhenti berpuasa.

Beberapa tanda bahwa kamu harus menghentikan puasa dan mencari pertolongan medis termasuk kelelahan atau kelemahan yang menghalangi kamu untuk melakukan tugas sehari-hari, serta perasaan sakit dan tidak nyaman yang tidak terduga

Ini tanda tubuh kamu sudah tidak kuat puasa

Jika kamu mengalami beberapa kondisi atau tanda di bawah ini, ada baiknya untuk mempertimbangkan untuk membatalkan puasa.

1. Mual, pusing, dan sakit kepala

Puasa dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi rendah, yang pada kenyataannya dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk mual, sakit kepala, dan pusing.

Mual biasanya terjadi karena kamu terlalu dehidrasi. Entah elektrolit sudah sangat habis atau konsentrasi badan keton (sumber bahan bakar yang dihasilkan oleh pembakaran lemak) dalam darah menjadi terlalu tinggi.

Dalam kebanyakan kasus, pusing akan hilang setelah beberapa menit dan kamu hanya perlu menyesuaikan diri. Namun, dalam beberapa situasi hal itu juga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran.

Jika hal ini mulai menjadi masalah, mungkin ada baiknya kamu istirahat lalu berbaring dan meninggikan kaki untuk membantu darah masuk kembali ke otak. Apabila gejalanya tak kunjung membaik, ada baiknya pertimbangkan untuk membatalkan puasa.

2. Sakit perut

Rasa lapar tidak sama dengan sakit perut. Kamu mungkin merasa tidak nyaman dan sedikit sakit saat lapar tetapi sakit perut sebenarnya adalah sesuatu yang berbeda.

Saat berpuasa, kadar asam akan mulai naik karena tidak ada makanan yang harus dipecah dan kamu berada dalam fase ketosis yang lebih dalam. Hal ini dapat menyebabkan naiknya asam lambung, mulas, sakit perut, maag, dan merusak dinding usus.

Jika sakit perut semakin menjadi, pertimbangkan untuk membatalkan puasa segera. Tapi jangan langsung berbuka dengan makanan padat ya, coba memulai dengan kaldu atau sup terlebih dahulu.

3. Brain fog dan kesulitan berkonsentrasi

Penyimpanan energi yang rendah yang disebabkan oleh puasa dapat menjadi penyebab keseluruhan perasaan lesu, kelelahan yang berlebihan, dan kurangnya vitalitas.

Hal ini dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, yang dapat berdampak pada kualitas kerja dan tingkat aktivitas sehari-hari kamu secara umum.

Secara umum, pusing dan sakit kepala juga disebabkan oleh krisis energi di otak. Kamu mengalami hipoglikemik dan dengan demikian mulai kehilangan kesadaran. 

4. Sakit tenggorokan

Terkadang kamu mungkin juga mengalami sakit tenggorokan. Ini mungkin infeksi atau hanya flu biasa, tetapi bisa juga gejala adanya gangguan di kelenjar tiroid kamu.

Puasa memberikan tekanan energi tinggi pada tiroid, yang dapat bermanifestasi sebagai rasa sakit atau ketidaknyamanan di tenggorokan. Ini adalah respons tubuh terhadap kelangkaan nutrisi dengan mengatur fungsi tiroid untuk menjaga otot dan lemak.

Dalam jangka pendek, ini bukan masalah besar, tetapi jika terus berlangsung selama berhari-hari, kamu mungkin ingin mengurangi puasa atau hanya makan makanan yang meningkatkan fungsi tiroid seperti makanan laut, protein, dan karbohidrat.

5. Kelaparan kronis

Rasa lapar adalah hal yang lumrah saat kita berpuasa karena meningkatnya ghrelin, hormon kelaparan. Merasa lapar berarti tubuh kamu mengalami defisit energi dan tidak dapat mengakses lemak tubuh yang tersimpan.

Jika rasa laparnya menjadi parah di mana kamu mengalami rasa lapar kronis yang menyakitkan selama berjam-jam tanpa ada gejala membaik, ada baiknya kamu mempertimbangkan untuk membatalkan puasa.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada 17 April 2021. How to Fast Safely: 10 Helpful Tips

Stylecraze. Diakses pada 17 April 2021. Symptoms That Indicate You Need To Stop Fasting + How To Fast Properly

Siim Land. Diakses pada 17 April 2021. 5 Signs You Should Break a Fast

Bed Threads. Diakses pada 17 April 2021. 5 Major Signs You Need a Break From Intermittent Fasting, According to a Dietitian

The Fasting Methods. Diakses pada 17 April 2021. Fasting Basics: When to Stop Your Fast

    register-docotr