Kesehatan Pria

Waspada! Ini 3 Penyakit Prostat yang Rentan Menyerang Pria

March 13, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyakit prostat kerap kali menyerang pria dan jika dibiarkan cukup berbahaya. Apa saja penyakit prostat yang rentan menyerang pria?

Perlu diketahui, kelenjar prostat merupakan organ sistem reproduksi pria seukuran kenari yang ditemukan di dasar kandung kemih. Kelenjar ini memiliki risiko terkena tiga bentuk penyakit yang paling umum.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit prostat yang sering diderita pria, yuk simak penjelasannya berikut!

Baca juga: 5 Penyebab Kanker Penis yang Sering Diabaikan Kaum Pria, Apa Saja?

Apa itu prostat?

Dilansir Better Health, kelenjar prostat adalah organ reproduksi pria yang menghasilkan cairan untuk memberi ‘makan’ dan melindungi sel sperma. Tabung tipis yang memungkinkan urine dan air mani keluar dari penis atau uretra mengalir melalui kelenjar prostat.

Cairan alkali yang diproduksi oleh kelenjar prostat dapat membantu menyehatkan sperma. Perlu dipahami pula, prostat mengalami dua kali percepatan pertumbuhan utama.

Untuk pertumbuhan pertama, umumnya dipicu oleh hormon seks yang dibuat oleh testis selama masa pubertas. Hal ini mendorong prostat mencapai berat rata-rata 20 gram.

Sementara itu, percepatan pertumbuhan kedua dimulai saat pria berusia 30 tahunan.

Jenis penyakit prostat yang rentan menyerang pria

Seorang pria mungkin bisa mengalami satu atau lebih dari penyakit prostat. Tiga bentuk penyakit prostat yang paling umum adalah peradangan atau prostatitis, pembesaran prostat non-kanker atau benign prostatic hyperplasia, dan kanker prostat.

Radang prostat atau prostatitis

Prostatitis dapat menyerang pria dari segala usia, namun lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda atau berusia antara 30 dan 50 tahun. Jenis prostatitis yang bisa menyerang seorang pria muda, yakni:

  • Prostatitis bakteri, yaitu infeksi bakteri akut atau kronis
  • Prostatitis non-bakteri, yaitu prostat yang meradang, dikenal juga sebagai sindrom nyeri panggul kronis

Dalam kebanyakan kasus, penyebab prostatitis tidak diketahui secara pasti. Namun, umumnya prostatitis bakteri dapat merespons dengan baik obat antibiotik yang masuk ke prostat.

Sementara prostatitis non-bakteri merupakan bentuk peradangan prostat yang paling umum dan lebih sulit untuk ditangani. Tanda atau gejala prostatitis dapat muncul perlahan atau datang dengan cepat.

Gejala yang terkait dengan prostatitis dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala umum prostatitis, di antaranya sulit buang air kecil, darah dalam urine, nyeri pangkal paha, serta ejakulasi yang menyakitkan.

Benign prostatic hyperplasia atau BPH

Pembesaran prostat non-kanker atau BPH lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia pria. Jenis penyakit prostat satu ini tidak mengancam jiwa, tetapi secara signifikan dapat memengaruhi kualitas hidup seorang pria. Gejala BPH yang umum dirasakan meliputi:

  • Kesulitan untuk buang air kecil
  • Dorongan untuk buang air kecil bahkan saat kandung kemih kosong
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Aliran urine yang lemah atau terputus-putus
  • Rasa pengosongan yang tidak tuntas saat buang air kecil

Pria dengan BPH akan mengalami penyempitan uretra dan menyebabkan adanya tekanan pada dasar kandung kemih. Hal tersebut berisiko mengakibatkan obstruksi atau penyumbatan pada aliran urine.

Hambatan biasanya muncul sebagai gejala saluran kemih bagian bawah, yang terkadang mengakibatkan urine tetap berada di kandung kemih saat seharusnya dikeluarkan. Jika hal ini terjadi secara tiba-tiba, maka disebut sebagai retensi urine akut.

Retensi urine akut sangat menyakitkan dan biasanya dapat diredakan sementara dengan memasukkan tabung khusus atau kateter untuk mengeluarkan urine.

Untuk retensi kronis atau berkelanjutan lebih jarang terjadi, namun dapat menyebabkan penumpukan urine yang berisiko merusak fungsi ginjal.

Kanker prostat

Kanker prostat pada tahap awal mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Namun seiring perkembangannya, gejala sering muncul.

Beberapa gejala kanker prostat, meliputi sering buang air kecil terutama di malam hari, sulit mulai buang air kecil, darah dalam urine, dan sering nyeri di pinggul.

Sebagian besar kasus kanker prostat adalah jenis kanker yang disebut adenokarsinoma. Ini merupakan kanker yang tumbuh di jaringan kelenjar, seperti kelenjar prostat. Kanker prostat juga dikategorikan berdasarkan seberapa cepat pertumbuhannya, yakni:

  • Agresif atau tumbuh dengan cepat
  • Tidak agresif atau tumbuh lambat

Untuk kanker prostat non-agresif, tumor tidak tumbuh atau tumbuh sangat sedikit seiring waktu. Sementara kanker prostat yang agresif, biasanya tumor dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke area lain di tubuh seperti tulang.

Baca juga: Kebotakan Dini: Penyebab Umum dan Cara Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Better Health, diakses 12 Maret 2021. Prostate disease
  2. Webmd (2019), diakses 12 Maret 2021. Types of Prostate Disease
  3. Healthline (2019), diakses 12 Maret 2021. Everything You Want to Know About Prostate Cancer
  4. MedicineNet (2019), diakses 12 Maret 2021. Prostatitis (Inflammation of the Prostate Gland)
    register-docotr