Covid-19

“Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Halal”, Yuk Cek Kandungannya!

January 13, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Indonesia resmi memulai vaksinasi COVID-19 hari ini, Rabu (13/1), salah satu penerimanya adalah Presiden Joko Widodo. Langkah meyakinkan ini diambil seiring dengan sudah dinyatakannya vaksin COVID-19 ini halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Vaksin buatan Sinovac, sebuah perusahaan biofarmasi asal Tiongkok ini dinamakan CoronaVac. MUI mengeluarkan fatwa halal setelah melakukan kajian, termasuk mengunjungi fasilitas pembuatan vaksin di Tiongkok.

Baca Juga: Vaksin COVID-19 Sinovac Sudah Tiba, Bagaimana Prosedur Mendapatkannya?

Proses fatwa halal vaksin Sinovac

Keputusan MUI memberikan fatwa halal vaksin Sinovac ini diambil melalui sidang tertutup komisi fatwa MUI pada Jumat (8/1). Dilansir Republika, sidang komisi fatwa MUI ini dilakukan setelah mendengar laporan dari dua orang auditor yang melakukan audit langsung ke Tiongkok.

Dua orang auditor tersebut merupakan perwakilan LPPOM MUI dengan kualifikasi saintis dan perwakilan komisi fatwa yang memiliki keahlian di bidang hukum Islam. 

Meskipun sudah dinyatakan halal dan suci, fatwa MUI ini dikatakan belum final karena masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan, kualitas dan kemanjurannya. Ketua MUI bidang Fatwa KH Asrorun Ni’am Sholeh menyebut akan terus memantau perkembangan.

“Fatwa utuh akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek kemanan untuk digunakan, maka fatwa akan melihat,” ucap dia dalam laman tersebut.

Alasan vaksin Sinovac halal dan kandungannya

Dalam penetapan kehalalan produk obat atau vaksin, akan sangat tergantung dari kandungan media yang digunakan untuk memproduksinya. Dalam hal ini MUI memantau apakah kandungan vaksin Sinovac berasal dari bahan yang najis atau tidak.

Mengutip isi fatwa MUI nomor 02 tahun 2021, berikut ini adalah keterangan proses produksi dan kandungan bahan yang menjadi pertimbangan halal CoronaVac:

  • Vaksin diproduksi dengan platform virus yang dimatikan
  • Fasilitas produksi hanya digunakan untuk produksi vaksin Covid-19
  • Produksi vaksin mencakup tahapan penumbuhan Vero Cell (sel inang bagi virus), penumbuhan virus, inaktifasi virus, pemurnian (purifikasi), formulasi dan pengemasan.
  • Sel vero merupakan sel diploid yang digunakan sebagai inang virus. Sel ini diperoleh dari ginjal kera Hijau Afrika (African Green Monkey) dari hasil penelitian pada 1960an dan terbukti aman untuk berfungsi sebagai inang virus dan telah disetujui WHO.
  • Media pertumbuhan Vero Cell dibuat dari bahan kimia, serum darah sapi dan produk mikrobial. Produk mikrobial yang digunakan berasal dari mikroba yang ditumbuhkan pada media yang terbuat dari bahan nabati, bahan kimia dan bahan mineral.
  • Terdapat penggunaan tripsin dan beberapa enzim lainnya dalam tahap produksi dan pemurnian. Enzim yang digunakan ini merupakan produk mikrobial di mana mikroba ditumbuhkan pada media yang terbuat dari bahan nabati, bahan kimia dan bahan mineral.
  • Tidak ada penggunaan bahan turunan babi ataupun bahan yang berasal dari bagian tubuh manusia pada seluruh tahapan proses produksi.
  • Dalam penyiapan media untuk produksi pada skala 1.200 liter ditambahkan air murni sebanyak 1.076 liter. Selain itu, pada tahapan formulasi, juga ditambahkan air murni sebanyak 930-940 liter per 1.000 liter hasil formulasi vaksin.
  • Kemasan primer produk yang digunakan terbuat dari kaca dan karet.

Baca Juga: Fakta di Balik Hoax Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Alat Kelamin

Kesimpulan kehalalan vaksin COVID-19 Sinovac

Masih dalam dokumen fatwa tersebut, berikut ini adalah kesimpulan rapat Komisi Fatwa MUI tentang kehalalan vaksin Sinovac:

  • Vaksin Covid-19 produk Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT Bio Farma (Persero) dalam proses produksinya:
  1. Tidak memanfaatkan (intifa’) babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya
  2. Tidak memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz’minal insan)
  3. Bersentuhan dengan batang najis mutawassithah, sehingga dihukumi mutanajjis, tetapi sudah dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar’i (tathhir syar’i)
  4. Menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin covid-19.
  • Peralatan dan pensucian dalam proses produksi vaksin di PT Bio Farma (Persero) dipandang telah memenuhi ketentuan pencucian secara syar’i (tathhir syar’i)

Demikianlah penjelasan tentang kehalalan vaksin Sinovac yang menjadi andalan Indonesia dalam memerangi penularan COVID-19. Namun demikian, jangan lupa pencegahan dasar 3M, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, diakses 13 Januari 2021. Berita Terkini
  2. Republika Online, diakses 13 Januari 2021. MUI Fatwakan Vaksin Covid-19 Sinovac China Halal
  3. MUI, diakses 13 Januari 2021. MUI Terbitkan Fatwa Covid-19 Sinovac, Ini Redaksi Lengkapnya
  4. Republika Online, diakses 13 Januari 2021, Presiden Jokowi Memberikan Contoh Mau Divaksin Covid-19

 

    register-docotr