Kesehatan Pria

Benarkah Penis Bengkok Bisa Diluruskan Kembali? Berikut Prosedur Medisnya!

March 18, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Biasanya, penis akan melengkung ke kiri atau kanan saat sedang ereksi. Tapi jika lengkungan tersebut terlalu tajam hingga menyebabkanmu kesakitan atau kesulitan penetrasi, bisa jadi itu adalah kondisi penis bengkok.

Pertanyaannya, apakah keadaan tersebut berbahaya? Serta, mungkinkah penis bengkok bisa diluruskan kembali? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kondisi penis bengkok

Penis bengkok adalah salah satu gejala dari Peyronie’s disease. Kondisi tersebut seringnya menyerang pria di atas 40 tahun, meski yang berusia di bawah itu juga bisa mengalami hal yang sama.

Mengutip NHS UK, hingga kini, penyebab dari penyakit tersebut belum diketahui. Kemungkinan, penis bengkok terjadi akibat cedera saat ereksi dan berhubungan seks. Meski, banyak kasus ditemukan tanpa adanya penyebab yang jelas. Peyronie’s disease juga bisa dipicu oleh faktor keturunan.

Apakah penis bengkok itu normal?

Biasanya penis sedikit melengkung, tetapi jika penis bengkok dan terasa sakit saat ereksi, ada kemungkinan kamu menderita penyakit Peyronie seperti dilansir dari laman Healthline.

Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Dan bahkan sering kali disebabkan oleh cedera traumatis. Jika khawatir kamu menderita Peyronie’s, temui dokter untuk mendapatkan peawatan atau tindakan yang tepat. 

Baca juga: Apakah Ukuran Penis Kamu Normal? Yuk, Kenali Bentuk dan Teksturnya

Gejala yang harus diwaspadai

Jika disebabkan oleh faktor keturunan, Peyronie’s disease biasanya terdeteksi sejak dini. Tapi jika dipicu oleh hal lain, misalnya cedera ketika ereksi atau penetrasi, kondisinya tentu lain lagi.

Beberapa gejala dari penyakit tersebut yang perlu kamu waspadai di antaranya adalah:

  • Batang penis menebal dan muncul benjolan mengeras berupa plak
  • Lengkungan tajam membentuk kurva, biasanya mengarah ke atas
  • Muncul nyeri pada penis ketika sedang ereksi
  • Ereksi yang tiba-tiba hilang dan sulit untuk memulainya lagi
  • Penis tampak lebih pendek.

Pada kasus yang parah, lengkungan penis bisa membuat hubungan seks menjadi sulit dan terasa menyakitkan. Jika tak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada sejumlah komplikasi, salah satunya adalah disfungsi ereksi.

Penis bengkok diluruskan kembali, mungkinkah?

Dilansir dari Egydio Medical Center, penis bengkok masih mungkin untuk diluruskan kembali. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan metode bedah dan non-bedah.

Cara meluruskan penis yang bengkok

Prosedur bedah

Prosedur bedah meluruskan penis bengkok. Sumber foto: RACGP.org

Operasi adalah jalan satu-satunya yang bisa ditempuh jika Peyronie’s disease berkembang terlalu parah. Tapi, biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk menunggu setidaknya 12 bulan lebih dulu, sebelum mempertimbangkan operasi.

Sebab, pada banyak kasus, Peyronie’s disease dapat membaik tanpa pengobatan, meski membutuhkan waktu cukup lama hingga berbulan-bulan.

Prosedur bedah untuk meluruskan kembali penis bengkok terdiri dari beberapa aspek, yaitu:

  • Memotong atau menghilangkan plak (benjolan) pada penis dan menempelkan sebagian kulit atau pembuluh darah vena
  • Menanamkan alat atau suatu bahan (implan) untuk meluruskan penis
  • Menghilangkan area penis yang lokasinya berlawanan dengan plak untuk memperbaiki struktur penis agar kembali lurus. Cara ini dapat memperpendek ukuran penis.

Baca juga: Aktivitas Seks yang Agresif Bisa Bikin Penis Patah? Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Prosedur non-bedah

Seperti yang telah disebutkan, banyak pria yang mengalami penis bengkok tidak membutuhkan perawatan khusus atau bahkan operasi. Jika tidak muncul rasa sakit atau nyeri di penis ketika sedang ereksi atau berhubungan seks, seharusnya tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Meski, pada sebagian pria, bentuk penis akan memengaruhi aspek visualnya dan berdampak pada libido atau hasrat dalam melakukan aktivitas seksual. Sehingga, tak sedikit pria yang memutuskan menempuh cara tertentu untuk meluruskan kembali alat vitalnya.

Ada beberapa cara non-bedah yang bisa dilakukan untuk meluruskan kembali penis bengkok, yaitu:

1. Metode litotripsi

Cara meluruskan kembali penis bengkok yang satu ini memanfaatkan gelombang kejut. Hanya saja, hingga kini, belum ada penelitian yang bisa menjamin efektivitas metode litotripsi.

2. Pompa penis

Bukan memberikan dorongan udara layaknya pompa pada umumnya, alat ini digunakan untuk menyedot dan menciptakan ruang hampa. Penis akan dimasukkan ke suatu tabung lebih dulu.

Lalu, tabung tersebut disambungkan ke pompa manual atau listrik untuk mengosongkan udara. Tujuannya, agar penis meregang.

Namun, teknik ini dinilai bisa membahayakan dan menimbulkan komplikasi. Daya isap pompa yang cukup kuat dikhawatirkan bisa menyebabkan trauma pada penis atau bahkan memicu pembentukan lengkungan baru.

3. Obat medis

Obat-obatan medis seperti steroid dianggap cukup efektif untuk mencegah bertambah parahnya penis bengkok. Namun, cara ini mungkin hanya efektif jika penis belum terlalu bengkok. Jika Peyronie’s disease sudah berkembang parah, konsumsi obat-obatan biasanya tak cukup membantu.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang cara untuk meluruskan kembali penis yang bengkok, baik menggunakan prosedur bedah maupun non-bedah. Sebagai langkah antisipasi, perhatikan setiap gejala yang muncul agar kondisinya tak semakin parah, ya.

Cara menjaga agar penis tetap sehat

Menurut Mayo Clinic, kamu dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi kesehatan penis dengan melakukan hal ini:

Bertanggung jawab secara seksual

Gunakan kondom atau pertahankan hubungan monogami dengan pasangan yang telah dites dan bebas dari infeksi menular seksual.

Dapatkan vaksinasi

Jika kamu berusia 26 tahun atau lebih muda, pertimbangkan vaksin human papillomavirus (HPV) untuk membantu mencegah kanker yang terkait dengan virus.

Kemudian juga pastikan kamu tetap aktif secara fisik. Aktivitas fisik sedang dapat secara signifikan mengurangi risiko disfungsi ereksi.

Buatlah pilihan yang sehat

Menjaga berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi risiko pengembangan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan faktor risiko lain untuk disfungsi ereksi.

Praktikkan kebersihan yang baik

Jika tidak disunat, bersihkan bagian bawah kulup secara teratur dengan sabun dan air. Pastikan untuk mengembalikan kulup ke posisi normal setelah berhubungan seks.

Perhatikan kesehatan mental 

Cari pengobatan untuk depresi, kecemasan, atau kondisi kesehatan mental lainnya.

Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

Jika kamu aktif merokok, sangat disarankan untuk berhenti. Dan apabila memilih untuk minum alkohol, lakukan dalam jumlah sedang.

Untuk orang dewasa yang sehat, itu berarti satu gelas sehari, dan dua gelas sehari untuk pria usia 65 tahun atau lebih muda.

Kondisi seperti apa yang memengaruhi kesehatan dan fungsi penis?

Seperti dilansir dari laman Mayo Clinic, masalah yang berkaitan dengan fungsi seksual, aktivitas seksualitas, dan kesehatan penis antara lain:

Disfungsi ereksi

Ketidakmampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan seks.

Masalah ejakulasi

Termasuk ketidakmampuan untuk ejakulasi, ejakulasi dini, ejakulasi tertunda, ejakulasi yang menyakitkan, ejakulasi berkurang atau ejakulasi retrograde, saat air mani masuk ke kandung kemih bukannya keluar melalui penis.

Anorgasmia

Ketidakmampuan untuk mencapai orgasme meskipun ada rangsangan yang memadai.

Infeksi menular seksual

Termasuk kutil kelamin, gonore, klamidia, sifilis, dan herpes genital yang dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari penis, dan luka atau lecet pada penis atau di area genital. 

Infeksi jamur

Dapat menyebabkan radang kepala penis (balanitis), ruam kemerahan, bercak putih pada penis, gatal atau perih, dan keluarnya cairan berwarna putih.

Penyakit peyronie

Suatu kondisi kronis yang melibatkan perkembangan jaringan parut abnormal di dalam penis, seringkali mengakibatkan ereksi bengkok atau menyakitkan.

Fraktur penis

Pecah saat ereksi jaringan fibrosa, seperti tubel di penis, biasanya disebabkan oleh penis yang ereksi dengan kuat menghantam panggul wanita saat berhubungan seks.

Priapisme

Ereksi yang terus-menerus dan biasanya menyakitkan yang tidak disebabkan oleh rangsangan atau gairah seksual.

Phimosis

Ini merupakan suatu kondisi di mana kulup penis yang tidak disunat tidak dapat ditarik dari kepala penis, menyebabkan nyeri saat buang air kecil dan ereksi.

Paraphimosis

Suatu kondisi di mana kulup tidak dapat dikembalikan ke posisi normalnya setelah ditarik, menyebabkan pembengkakan penis yang menyakitkan dan gangguan aliran darah.

Kanker penis

Kemungkinan dimulai sebagai lepuh pada kulup, kepala atau batang penis dan kemudian menjadi pertumbuhan seperti kutil yang mengeluarkan nanah encer.

Faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan penis 

Tingkat hormon

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, seperti tingkat testosteron yang rendah. Kadar testosteron rendah dapat disebabkan oleh sejumlah faktor berbeda, yang akan kita bahas di artikel ini.

Usia

Seiring bertambahnya usia, kamu cenderung mengalami disfungsi seksual. Kondisi ini terjadi karena kadar testosteron secara alami akan menurun seiring waktu.

Kondisi kesehatan

Tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan kondisi neurologis tertentu dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Kondisi psikologis seperti kecemasan dan depresi juga dapat memperburuk.

Seks

Apabila ingin berhubungan seks tanpa kondom, pastikan kamu dan pasangan menjalani tes secara teratur, atau tetap menjalin hubungan monogami dengan seseorang.

Jika tidak, menggunakan kondom dengan benar, setiap kali berhubungan seks adalah satu-satunya cara untuk mengurangi risiko.

Seks yang kasar juga bisa membahayakan penis. Misalnya, menarik kulup secara tiba-tiba dapat merobeknya. Menekuk penis yang ereksi secara tidak sengaja dapat menyebabkan patah tulang penis yang traumatis.

Pengobatan

Beberapa bentuk pengobatan dapat meningkatkan kemungkinan disfungsi ereksi. Bicaralah dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan lain jika menurut kamu obat yang dikonsumsi menyebabkan disfungsi seksual lainnya.

Kebersihan

Mempraktikkan kebersihan yang baik sangat penting untuk kesehatan. Sering-seringlah mencuci area penis dan selangkangan agar tetap bersih.

Kebersihan yang buruk dapat menyebabkan penumpukan smegma, zat berminyak, bau, dan iritasi yang diketahui terjadi di bawah kulup.

Jika smegma menumpuk, dapat menyebabkan peradangan pada kulit di sekitarnya. Ini bisa menjadi tidak nyaman dan bisa menjadi penyebab balanitis, suatu kondisi di mana kepala penis menjadi merah dan meradang.

Bahkan dengan penis yang disunat, kebersihan yang kurang dari ideal dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan penis, termasuk balanitis.

Cara tepat membersihkan penis 

Menurut Healthline, kamu bisa mencuci area kemaluan dengan air hangat dan sabun secara lembut tanpa pewangi. Jangan menggunakan sabun yang keras atau menggosok area tersebut terlalu keras, karena kulit sensitif di area tersebut dapat mengalami iritasi.

Berikut ini beberapa hal yang kamu lakukan untuk tetap menjaga kebersihan penis:

  • Cuci gundukan kemaluan dan kulit di sekitar pangkal penis, serta kulit di antara paha dan gundukan kemaluan
  • Cuci batang penis
  • Jika memiliki kulup, tarik perlahan ke belakang dan cuci. Ini membantu mencegah penumpukan smegma, yang dapat menyebabkan kondisi seperti balanitis
  • Cuci skrotum dan kulit di sekitarnya
  • Cuci perineum yaitu bagian kulit di antara skrotum dan anus
  • Cuci di dekat anus dan di antara pipi bokong

Sangat disarankan untuk mencuci penis setiap kali mandi. Saat mandi, periksa kulit di sekitar selangkangan untuk mengetahui gejala penyakit-penyakit menular seksual seperti:

  • Debit yang tidak biasa
  • Ruam
  • Lecet
  • Kutil

Jangan pernah ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 18 November 2020, Peyronie’s disease.
  2. NHS UK, diakses 18 November 2020, Is it normal to have a curved penis?
  3. Egydio Medical Center, diakses 18 November 2020, How To Straighten A Bent Penis – Peyronie Or Congenital Curvature?
  4. Mayo Clinic, diakses 18 Maret 2021. Penis health: Identify and prevent problems
  5. Healthline, diakses 18 Maret 2021. Everything You Need to Know About Penis Health

    register-docotr