Kesehatan Mental

Tidak Sama, Ini 5 Perbedaan Antara Selfishness dan Self-care

March 18, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa banyak di antara kita kesulitan untuk mendahulukan kepentingan diri sendiri daripada orang lain. Bahkan tak jarang, pertanyaan apakah kamu egois saat sesekali mementingkan dirimu sendiri, terus menghantui pikiran.

Padahal saat ini istilah self-care semakin mudah ditemui di mana-mana. Sedikit banyak hal tersebut harusnya menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep self-care itu sendiri.

Tapi mengapa masih ada yang beranggapan kalau self-care itu sama dengan selfishness?

Baca juga: Social Media Detox Kian Populer, Ini 4 Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Apa itu self-care dan selfishness?

Dewasa ini self-care bisa kamu temukan dalam berbagai produk di kehidupan sehari-hari. Mulai dari skincare, jenis olahraga tertentu seperti yoga, sampai menu makanan.

Dilansir NCBI, self -are sendiri dapat diartikan sebagai setiap perilaku yang dimulai dari diri sendiri, dengan tujuan untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan hidup yang baik.

Sementara selfishness atau egois, sering kali diartikan sebagai tindakan melayani diri sendiri, atau hanya memikirkan kesenangan pribadi.

Perbedaan self-care dan selfishness

Pertama-tama, kamu harus sadar bahwa sebagai manusia kamu hanya memiliki sumber daya terbatas untuk melakukan berbagai hal. Jadi menjaga diri sendiri sebenarnya bukanlah masalah keegoisan.

Faktanya self-care dan selfishness memang memiliki perbedaan yang cukup jelas. Beberapa di antaranya adalah:

1. Self-care memiliki manfaat yang luas

Ketika kamu meluangkan waktu untuk istirahat dan melakukan hal-hal yang membantu memulihkan energimu. Kamu akan jauh lebih sehat di semua lini, termasuk dalam hubungan asmara, pertemanan, sampai pekerjaan.

Sebuah studi tahun 2000 menyebutkan bahwa orang dewasa di atas 65 tahun yang mempraktikkan self-care, menunjukkan tanda-tanda peningkatan kesehatan dan penurunan pengeluaran biaya pengobatan ke rumah sakit.

Di sisi lain perilaku egois lebih condong kepada sikap tidak peduli pada orang lain. Jadi ini tidak akan menghasilkan efek baik pada orang lain, karena fokusmu hanya tertuju pada kepentingan pribadi.

2. Self-care tidak dilakukan untuk menyakiti orang lain

Menjadi egois berarti ada keinginan untuk mengambil sesuatu dari orang lain, dan ini seringkali merugikan mereka.

Namun self-care adalah tentang mengisi kembali sumber daya kamu, tanpa mengganggu atau menghabiskan sumber daya orang lain.

3. Self-care membuatmu merasa cukup

Self-care akan membuat kamu terbiasa menunjukkan cinta pada diri sendiri tanpa merasa bersalah. Otomatis kamu pun akan tahu bagaimana mencukupi kebutuhan diri sendiri.

Sebaliknya, keegoisan berakar pada rasa tidak aman yang tidak terucapkan sehingga akan membuat kamu selalu merasa tidak cukup.

Dengan self-care, kamu akan tahu bahwa kamu cukup, selama kamu menjadikan diri kamu sendiri sebagai prioritas.

4. Selfishness menghalangi kamu memberi pada orang lain

Menjadi egois akan membuatmu memiliki sikap ‘aku-dulu’ atau ‘aku-saja’. Ini berasal dari fokus pada kebutuhan diri sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain sama sekali.

Sementara itu self-care akan membuat kamu tahu kapan waktu yang tepat untuk dirimu sendiri, dan kapan kamu bisa mencurahkan energimu untuk mengurusi keperluan orang lain.

Baca juga: Ketika Memutuskan untuk Bunuh Diri, Ini Terjadi pada Otak Manusia!

5. Self-care membantu mengeluarkan potensi terbaik dari dirimu

Kapan kali terakhir kamu melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain, tapi justru berakhir dengan perasaan tidak bahagia?

Misalnya menerima undangan ke acara yang tidak kamu sukai, hanya untuk berakhir dengan menjadi penggerutu. Atau tetap mengerjakan tugas kantor di saat kamu sudah jelas-jelas merasa pusing.

Seseorang yang melakukan self-care akan tahu bagaimana melakukan upaya terbaik untuk menjalani kehidupannya. Jadi ia akan tahu bagaimana cara menghadapi situasi yang tidak ideal tanpa harus mengorbankan diri sendiri.

Sementara itu orang yang egois akan cenderung mengesampingkan kepentingan dirinya hanya untuk diakui orang lain.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 

Exploring the meaning and practice of self-care among palliative care nurses and doctors: a qualitative study, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5907186/ diakses pada 17 Maret 2021

Is self-care selfish? Is taking care of yourself critical or conceited?, https://rcchicago.org/self-care/#:~:text=Being%20selfish%20means%20there’s%20a,physical%20and%20emotional%20well%2Dbeing. diakses pada 17 Maret 2021

Sometimes Self-Care Is Selfish — and That’s OK, https://www.healthline.com/health/when-to-be-selfish-self-care#Redefining-what-it-actually-means-to-be-selfish diakses pada 17 Maret 2021

6 important differences between self-care and selfishness, https://hellogiggles.com/lifestyle/health-fitness/important-differences-self-care-selfishness/ diakses pada 17 Maret 2021

 

    register-docotr