Kesehatan Pria

Nyeri di Testis Bisa Jadi Tanda Penyakit Tertentu, Lho! Kenali Penyebabnya di Sini!

December 1, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Nyeri di testis bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga cedera. Dalam beberapa kasus, kondisi ini memerlukan penanganan medis dengan segera.

Testis sendiri merupakan organ reproduksi yang bentuknya menyerupai telur dan terletak di skrotum. Terkadang sebelum nyeri muncul di testis, biasanya kamu akan merasakan nyeri di perut atau selangkangan. Untuk itu, kamu harus kenal penyebab dan gejala nyeri di testis.

Baca Juga: Jangan Abaikan Nyeri pada Skrotum, Bisa Jadi Kamu Mengalami Torsio Testis

Penyebab nyeri di testis sekaligus bisa jadi indikasi adanya penyakit

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri di testis:

Epididimitis

Epididimitis adalah infeksi yang terjadi di epididimis, syang merupakan organ tempat sperma matang sebelum keluar dari tubuh. Beberapa gejala dari penyakit ini pada testis adalah:

  • Nyeri yang meningkat secara perlahan
  • Skrotum yang terasa panas ketika disentuh
  • Pembengkakan.

Penyebab dari epididimitis adalah penyakit menular seksual seperti chlamydia dan gonore. Selain itu, epididimitis juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih. 

Biasanya dokter akan menggunakan antibiotik untuk mengatasi penyakit ini.

Epididimitis bisa jadi tanda ketika testis kamu nyeri. Foto: Harvard Health.

Hernia

Hernia merupakan kondisi yang terjadi ketika sebuah jaringan menekan dan menembus bagian otot abdomen yang lemah. Jenis hernia yang dapat menembus hingga skrotum adalah hernia inguinalis dan penyakit ini bisa menyebabkan nyeri serta pembengkakan testis.

Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya dokter hanya akan menekan jaringan yang menembus skrotum tersebut kembali ke asalnya. Apabila cara ini tidak efektif, maka kamu memerlukan operasi untuk mengatasi hernia ini.

Batu ginjal

Biasanya batu ginjal dapat menimbulkan nyeri yang bisa merembet ke testis. Nyeri yang menjalar ini disebut juga dengan nyeri rujukan atau referred pain, di mana penyebabnya terletak bukan dari lokasi nyeri tersebut.

Beberapa gejala yang dikaitkan dengan batu ginjal adalah sebagai berikut:

  • Urine yang berwarna darah
  • Sensasi terbakar ketika kamu kencing
  • Mual-mual
  • Nyeri di bagian atas penis
  • Nyeri yang terasa tajam dan membuat kram di bagian punggung hingga pangkal paha
  • Sering buang air kecil
  • Muntah-muntah.

Terkadang dokter akan meminta kamu menunggu batu ginjal ini lewat dan keluar dengan sendirinya. Akan tetapi, kalau kamu mulai merasakan gejala infeksi seperti demam atau ada cairan yang keluar dari penis, maka segeralah cari pertolongan medis.

Penanganan yang bisa kamu dapatkan biasanya berupa operasi untuk mengangkat batu ginjal tersebut atau terapi shock-wave lithotripsy yang menggunakan gelombang getaran untuk memecahkan batu ginjal.

Orchitis

Penyakit ini merupakan infeksi dan inflamasi yang terjadi di testis. Orchitis biasanya terjadi karena kamu tidak mengatasi epididimitis.

Beberapa gejala dari penyakit ini adalah:

  • Pegal-pegal
  • Demam
  • Mual-mual
  • Nyeri di testis
  • Salah satu atau kedua testis menjadi bengkak
  • Muntah-muntah.

Kamu harus segera mencari pertolongan medis ketika epididimitis sudah menjadi orchitis. Terkadang nyeri yang kamu alami akan terasa sangat sakit dan bisa menyerupai penyakit testicular torsion atau torsio testis yang membutuhkan penanganan medis dengan segera.

Penanganan orchitis tergantung dari penyebabnya. Kalau disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Jika disebabkan oleh virus, maka kamu perlu beberapa penanganan tambahan seperti pereda nyeri, istirahat yang cukup serta elevasi skrotum.

Torsio testis

Testicular torsion atau torsio testis merupakan kondisi medis yang terjadi ketika testis terpelintir di sekitar spermatic cord yang merupakan saluran pembawa sperma dari testis ke uretra.

Kondisi ini umumnya terjadi pada pria muda yang berada di bawah usia 25 tahun. Gejala dari torsio testis adalah sebagai berikut:

  • Mual-mual
  • Skrotum menjadi kemerahan atau agak gelap
  • Nyeri yang tiba-tiba dan terasa sangat sakit di salah satu sisi skrotum
  • Pembengkakan skrotum
  • Muntah-muntah.

Nyeri yang terjadi karena penyakit ini tidak selamanya tiba-tiba, lho. Karena beberapa orang justru merasakan nyerinya lama-kelamaan menjadi sangat sakit dalam waktu beberapa hari.

Penanganan penyakit ini dilakukan dengan cara operasi untuk membetulkan kondisi testis. Jika tidak efektif, maka testis yang bermasalah itu perlu diangkat. Tapi jangan khawatir, karena pengangkatan salah satu testis tidak akan memengaruhi fertilitas kamu.

Kondisi testis terpelintir yang bisa membuat testis nyeri. Foto: Atlantic Urology.

Baca Juga: Hati-hati! Benturan pada Testis Bisa Pengaruhi Kesuburan, Bagaimana Mengobatinya?

Benturan

Pukulan atau benturan yang tidak sengaja mendarat di testis dapat menyebabkan nyeri, bengkak serta ruam di daerah ini. Testis juga bisa menjadi pecah atau terjadi penumpukan darah di testis (hematocele).

Jika kamu mengalami kondisi ini, maka kamu harus segera mencari pertolongan medis untuk mengatasinya.

Demikianlah berbagai penyebab testis nyeri dan penyakit-penyakit yang terkait. Selalu jaga kondisi kenali gejala dari kondisi ini, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. MedicalNewsToday, diakses 01 Desember 2020. What causes pain in the testicles?
  2. Healthline, diakses 01 Desember 2020. What Causes Testicle Pain and How to Treat It
    register-docotr