Kesehatan Mental

Manfaat Bermain Puzzle: Bisa Redakan Stres hingga Cegah Demensia

December 1, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Permainan puzzle ternyata dapat dinikmati oleh segala usia. Bukan hanya anak-anak, puzzle juga bisa dimainkan oleh orang dewasa hingga lanjut usia. Bermain puzzle telah lama dipercaya dapat memicu kesehatan otak. 

Selain itu, bermain puzzle juga diyakini dapat menurunkan risiko demensia dan memberikan sederet manfaat lain untuk kesehatan. Lantas benarkah begitu? Begini penjelasannya. 

Jenis dan manfaat puzzle

Pada dasarnya puzzle adalah permainan teka-teki. Ada banyak jenis puzzle yang bisa kamu mainkan untuk mengasah otak.

Mulai dari jigsaw puzzle (teka-teki gambar), puzzle mekanik, puzzle matematika, puzzle logika, puzzle trivia, teka-teki silang hingga sudoku pun masuk sebagai kategori permainan puzzle. 

Memecahkan teka-teki dalam permainan puzzle merupakan kegiatan yang dapat menstimulasi kerja otak. Puzzle dapat membuat kamu aktif secara mental dan memberi tantangan bagi otak untuk memecahkan masalah.

Permainan ini pun bisa dilakukan sendiri atau bersama orang lain tanpa perlu menggunakan perangkat elektronik. 

Baca juga: Suka Nonton The Queen’s Gambit? Ini Manfaat Bermain Catur bagi Otak dan Kesehatan Mental

Lalu, apa kata penelitian soal manfaat puzzle?

Beberapa penelitian terkait manfaat permainan puzzle pada orang dewasa sudah pernah dilakukan. Melalui penelitian, puzzle ditemukan punya beberapa manfaat meliputi:

Berpotensi menurunkan risiko demensia

Sebuah penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang lanjut usia menemukan bahwa bermain puzzle dapat berperan memperlambat penurunan memori hingga 2,54 tahun bila dibandingkan dengan orang yang tidak pernah melakukannya. 

Meski begitu, puzzle tidak bisa dikatakan dapat mencegah demensia 100 persen. Hanya saja orang yang sering melatih otaknya dengan bermain puzzle akan memiliki ketajaman otak yang lebih tinggi. Para peneliti pun masih memperdebatkan manfaat puzzle yang satu ini. 

Melatih kekuatan otak 

Layaknya otot, otak juga perlu dilatih kekuatannya agar dapat berfungsi dengan seimbang. Latihan ini penting karena keseimbangan otak dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

Namun, bermain puzzle dapat memperkuat jaringan otak yang kemudian melatih kekuatan otak. Puzzle dapat melibatkan seluruh area otak untuk bekerja dan meningkatkan kemampuan kognitif. 

Meningkatkan kemampuan kognitif

Puzzle juga menuntut berbagai kemampuan kognitif termasuk persepsi visual. Ketika bermain puzzle, otak akan dituntut untuk mengidentifikasi objek, pola, dan garis. 

Otak juga akan dilatih untuk mengatur rotasi agar sesuai dengan potongan, menyortir potongan puzzle, hingga membuat strategi untuk memecahkan puzzle.

Konsep permainan tersebut akan melatih fleksibilitas kognitif, kecepatan kognitif, hingga memori sementara (working memory) dan memori jangka panjang. 

Meredakan stres

Di samping itu, menurut penelitian, permainan puzzle juga berpotensi untuk membantu mengatasi stres dan mengatur emosi. 

Ketika bermain puzzle, kamu butuh fokus serta perhatian penuh sehingga memungkinkan kamu untuk keluar dari perasaan stres. 

Puzzle juga dapat berfungsi untuk meningkatkan suasana hati karena kamu dilibatkan dalam permainan menyenangkan serta dapat merasa lega setelah menyelesaikannya. 

Meningkatkan keseimbangan otak

Melalui penelitian lain yang diterbitkan dalam International Journal of Geriatric Psychiatry, orang yang rutin bermain puzzle juga ditemukan memiliki kemampuan lebih untuk mengerjakan pekerjaan yang melibatkan perhatian, penalaran, dan memori. 

Bahkan para peneliti juga menghitung bahwa orang-orang yang rutin bermain puzzle, khususnya jenis puzzle kata memiliki fungsi otak yang setara dengan orang yang berusia sepuluh tahun lebih muda dari usia aslinya. 

Baca juga: Yum… Intip 7 Makanan untuk Meningkatkan Kinerja Otak Orang Dewasa

Tips menjaga kesehatan otak

Seiring dengan bertambahnya usia, kamu pasti khawatir akan kehilangan kemampuan otak. Selain dengan bermain puzzle, kamu juga bisa melakukan beberapa cara lain untuk memelihara kesehatan otak.

Dilansir dari Alzheimer’s Association, berikut adalah kebiasaan yang harus diterapkan untuk memelihara kemampuan otak:

  • Olahraga
  • Biasakan membaca buku
  • Berhenti merokok
  • Makan makanan sehat
  • Biasakan tidur cukup
  • Membatasi minuman beralkohol
  • Rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah 
  • Bila memiliki penyakit diabetes, pastikan untuk minum obat dan menjalankan diet

Puzzle memang berpotensi dapat membantu kamu memelihara kesehatan otak tapi tidak menjadi satu-satunya jalan untuk merawat otak. Masih banyak hal lain yang perlu kamu seimbangkan untuk menjaga kesehatan otak sebelum usia semakin menua.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  • Fissler, P., Küster, O. C., Laptinskaya, D., Loy, L. S., von Arnim, C., & Kolassa, I. T. (2018). Jigsaw Puzzling Taps Multiple Cognitive Abilities and Is a Potential Protective Factor for Cognitive Aging. Frontiers in aging neuroscience, 10, 299. https://doi.org/10.3389/fnagi.2018.00299
  • Fissler, P., Küster, O. C., Loy, L. S., Laptinskaya, D., Rosenfelder, M. J., von Arnim, C., & Kolassa, I. T. (2017). Jigsaw Puzzles As Cognitive Enrichment (PACE) – the effect of solving jigsaw puzzles on global visuospatial cognition in adults 50 years of age and older: study protocol for a randomized controlled trial. Trials, 18(1), 415. https://doi.org/10.1186/s13063-017-2151-9
  • University of Exeter. (2019, May 16). Regular crosswords and number puzzles linked to sharper brain in later life. ScienceDaily. Retrieved November 29, 2020 from www.sciencedaily.com/releases/2019/05/190516082349.htm
  • Alz.org. Diakses pada 30 November 2020. 10 Ways to Love Your Brain
  • Nhs.uk. (2018). Diakses pada 30 November 2020.Puzzle-solving ‘doesn’t slow mental decline in older people’
  • Healthline. (2017). Diakses pada 30 November 2020.Brain Health: Puzzles Can Help
    Berita Terkait
    register-docotr