Info Sehat

Serba-serbi Epidemic Typhus, Penyakit yang Ditularkan Oleh Kutu

December 1, 2020 | Richaldo Hariandja
no-image

Epidemic typhus merupakan salah satu tipe tifus yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii, itu sebabnya penyakit ini juga disebut dengan penyakit rickettsia. Salah satu agen pembawa bakteri ini adalah kutu.

Penyakit tifus epidemi ini bukanlah penyakit yang umum. Meskipun demikian, situs kesehatan MSD Manual menyebut kalau kondisi ini mematikan kalau tidak diatasi dengan baik.

Bagaimana penyebaran epidemic typhus?

Penyakit ini disebarkan oleh kutu yang berada di tubuh manusia. Kutu tersebut terinfeksi tifus epidemi karena memakan darah dari orang yang sudah terlebih dahulu menderita penyakit ini. 

Selanjutnya kutu yang terinfeksi ini akan menyebarkan ke orang lain ketika dia berpindah dan mensekresi bakteri R. prowazekii sambil makan dari orang kedua. Orang ini nantinya bisa terinfeksi ketika menggaruk kotoran yang bisa masuk ke luka hasil gigitan kutu tersebut.

Gejala dan tanda tifus epidemi

Setelah bakteri melewati masa inkubasi selama 7-14 hari, kamu akan mengalami demam, sakit kepala hingga lesu secara tiba-tiba. Dalam beberapa hari suhu tubuh akan meningkat hingga 40 derajat celsius dan mengurang saat pagi selama 2 minggu.

Sakit kepala yang kamu rasakan akan menjadi semakin intens sementara makula yang berukuran kecil dan berwarna merah muda akan muncul di hari ke-4 hingga hari ke-6. Makula ini akan dengan cepat menutupi tubuh, biasanya terletak di ketiak dan tubuh bagian atas.

Selanjutnya makula ini akan menjadi ruam yang gelap dan dalam kasus berat akan menyebabkan perdarahan.

Kemungkinan komplikasi

Beberapa orang bisa tetap terinfeksi bakteri ini (sekalipun tanpa gejala), selama beberapa tahun setelah sakit. Dalam kondisi yang langka, penyakit ini dapat kambuh dalam waktu beberapa bulan atau tahun setelah sakit yang pertama kali.

Ketika penyakit ini kambuh, maka dinamakan penyakit Brill-Zinsser. Penyakit ini biasanya muncul ketika sistem imun mereka sedang lemah karena obat-obatan, usia atau penyakit lain yang sedang diderita.

Gejala dari penyakit ini hampir sama dengan infeksi asli R. prowazekii, tapi biasanya lebih ringan dari penyakit awalnya.

Diagnosis tifus epidemi

Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes berupa:

  • Tes klinis
  • Biopsi terhadap ruam yang timbul untuk mendeteksi adanya organisme di dalamnya.
  • Tes serologi
  • Tes polymerase chain reaction (PCR)

Diagnosis akan kuat mengarah pada tifus apabila kamu ternyata memiliki kemungkinan paparan terhadap kutu yang terinfeksi dari orang atau wilayah yang memiliki kejadian penyakit ini.

Cara mengatasi tifus epidemi

Untuk mengatasi tifus epidemi, biasanya dibutuhkan obat doxycycline 200 mg yang diminum secara oral sekali. Lalu diikuti dengan dosis 100 mg dua kali sehari pada orang dewasa sampai kondisinya membaik.

Kondisi kamu dikatakan membaik kalau demam kamu turun selama 24 hingga 48 jam dan telah menjalani perawatan selama minimal 7 hari. 

Selain itu, chloramphenicol 500 mg yang dikonsumsi secara oral atau intravena empat kali sehari selama 7 hari adalah pilihan pengobatan yang lain. 

Dalam kasus yang berat, penyakit ini bisa menyebabkan permeabilitas kapiler. Sehingga penderitanya harus diberikan cairan melalui vena untuk menjaga tekanan darah dan mencegah edema paru dan otak yang buruk.

Pencegahan

Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah tifus epidemi. Oleh karena itu, kamu harus mengurangi risiko paparan kutu yang yang terinfeksi R. prowazekii dengan menghindari area yang banyak orangnya.

Jika kamu harus berada di lokasi yang penuh sesak dengan manusia. Maka cobalah terapkan langkah berikut:

  • Mandilah dengan rutin dan ganti pakaian bersih setidaknya sekali dalam sepekan
  • Jangan berbagi pakaian dengan orang lain, apalagi yang sudah terinfeksi penyakit ini
  • Cucilah baju yang terpapar kutu yang terinfeksi setidaknya sekali dalam sepekan

Demikianlah penjelasan mengenai tifus epidemi yang juga disebut sebagai penyakit rickettsia karena sama-sama berasal dari paparan bakteri Rickettsia prowazekii. Selalu jaga kondisi kesehatan kamu dan hindari paparan kutu penyebar penyakit ini, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. MSD Manual, diakses 25 November 2020. Epidemic Typhus
  2. WHO, diakses 25 November 2020. Typhus fever (Epidemic louse-borne typhus)
  3. CDC, diakses 25 November 2020. Rickettsial Diseases (Including Spotted Fever & Typhus Fever Rickettsioses, Scrub Typhus, Anaplasmosis, and Ehrlichioses)
  4. CDC, diakses 25 November 2020. Epidemic Typhus
  5. Healthline, diakses 25 November 2020. Typhus
    Berita Terkait
    register-docotr