Kamus Penyakit

Awas, Kelamaan Kerja Depan Komputer Sebabkan Sakit Punggung Belakang

April 23, 2020 | Santi Andriani | dr. Ghifara Huda
no-image

Ditulis oleh: dr. Ghifara Huda

Sakit punggung belakang atau low back pain adalah nyeri pinggang karena terlalu tegangnya otot dan ligamen. Sakit punggung belakang merupakan masalah kesehatan yang sangat umum terjadi pada seluruh dunia. 

Baca Juga: Ingin Punya Kulit Sehat dan Cerah saat Berpuasa? Simak Tipsnya Yuk!

Sakit punggung belakang termasuk 10 besar penyakit global

Menurut studi yang dilakukan WHO, penyakit ini merupakan 10 besar penyakit beban global (Global Burden Disease) yang sering terjadi dan merupakan penyakit yang berpotensi menyebabkan gangguan yang lebih berat.

Selain itu, berdampak pula pada aspek sosial ekonomi yakni kehilangan pekerjaan. 

Studi yang dilakukan oleh Global Burden Disease (GBD) menunjukkan bahwa low back pain termasuk 10 besar penyakit beban tinggi dan cedera (high burden disease and injuries), di mana angka rata-rata disabilitas akibat penyakit ini bisa melebihi HIV, kecelakaan lalu lintas, tuberkulosis, kanker paru-paru, penyakit paru menahun (COPD).

Angka kejadian low back pain pada negara industri adalah sekira 60%–70% pertahun. Berikut faktanya:

1. Inggris Raya: Lebih dari 100 juta pekerja kehilangan pekerjaan per tahunnya akibat low back pain.

2. Amerika Serikat: 149 juta pekerja kehilangan pekerjaan disebabkan low back pain.

3. Sekira 818.000 kasus low back pain menyebabkan kecacatan/kelumpuhan/disabilitas.

Pencetus dan gejala low back pain

sakit punggung belakang
Penyebab low back pain bisa dari berbagai faktor, misalnya posisi duduk yang salah saat bekerja. Foto:

Penyebab low back pain adalah karena hal sebagai berikut:

– Pola kebiasaan individu (kebiasaan duduk, berdiri, memakai high heels) serta penyakit seperti  Facet Joint Syndrome, penuaan, riwayat trauma. 

Kebanyakan penderita low back pain adalah para pekerja yang berjam-jam duduk di depan komputer dengan posisi yang salah sehingga mencederai otot pinggang

– Ibu rumah tangga yang melakukan aktivitas sehari-hari seperti mencuci dan membersihkan rumah dengan posisi badan yang rentan membuat otot pinggang menjadi terlalu tegang semisal terlalu membungkuk. 

Apabila posisi terlalu membungkuk ini dilakukan dalam jangka waktu lama, secara tidak sadar akan melukai tulang belakang dan otot tulang belakang sehingga dapat terjadi low back pain. 

Gejala yang ditimbulkan low back pain adalah nyeri pinggang, pegal-pegal area pinggang, rasa kesemutan di pinggang menjalar ke kaki, bahkan bisa sampai mati rasa area pinggang sampai kaki.

Baca Juga: Moms Ingat, 3 Hal Ini Jangan Dilakukan saat Anak Demam

Posisi duduk bisa mencegah sakit punggung belakang

sakit punggung belakang
Terapkan posisi duduk yang benar untuk mencegah sakit punggu belakang. Foto:https://www.shutterstock.com/

Hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya low back pain adalah:

1. Pola hidup yang benar (posisi duduk, posisi berdiri, mengangkat barang, membersihkan rumah, dll).

2. Menjaga berat badan tetap ideal karena jika seseorang menderita obesitas, orang tersebut akan lebih rentan terkena low back pain.

3. Olahraga secara teratur dapat meminimalisasi terjadinya low back pain karena dapat melemaskan otot sehingga otot tidak terlalu tegang dan mudah cedera.

Konsultasikan kondisi kesehatan kamu di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya!

Reference

Shirai, Y.: Low back pain—Clinical comprehension and prevention of the high incidence. ” Low back pain—Clinical comprehension and prevention of the high incidence.” Low back pain—Clinical comprehension and prevention of the high incidence (1998): 610-618.

Puntumetakul, R., Yodchaisarn, W., Emasithi, A., Keawduangdee, P., Chatchawan, U., Yamauchi, J., Press, D., 2015. Prevalence And Individual Risk Factors Associated With Clinical Lumbar Instability In Rice Farmers With Low Back Pain. Patient Prefer. Adherence 9, 1–7. doi:10.2147/PPA.S73412

    Berita Terkait
    register-docotr