Kamus Penyakit

Moms Ingat, 3 Hal Ini Jangan Dilakukan saat Anak Demam

April 23, 2020 | Santi Andriani | dr. Fransiscus Sugiharto
feature image

Ditulis oleh: dr. Fransiscus Sugiharto

Demam adalah kenaikan sementara suhu tubuh, seringkali karena suatu penyakit. Demam adalah tanda bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi di tubuh kamu. 

Bagi orang dewasa, demam mungkin tidak nyaman, tetapi biasanya tidak berbahaya kecuali jika mencapai 103 F (39,4 C) atau lebih tinggi. Sementara untuk bayi dan balita, suhu yang sedikit lebih tinggi dapat mengindikasikan infeksi serius.

Demam biasanya hilang dalam beberapa hari. Sejumlah obat bebas dapat menurunkan demam, tetapi terkadang lebih baik tidak diobati. Demam tampaknya memainkan peran penting dalam membantu tubuh kamu melawan sejumlah infeksi.

Baca Juga: Tips Mengatasi Bibir Kering saat Puasa

Tanda dan gejala demam pada anak

jangan dilakukan saat anak demam
kenali tanda dan gejala demam pada anak. Foto: https://www.shutterstock.com/

Buah hati mengalami demam ketika suhu tubuhnya naik di atas kisaran normal. Apa yang normal untuk kamu mungkin sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari suhu normal rata-rata 98,6 F (37 C), bergantung pada apa yang menyebabkan demam.

Tanda dan gejala demam tambahan mungkin termasuk: berkeringat, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan selera makan, sifat lekas marah, dehidrasi, kelemahan umum.

Mitos yang banyak muncul, ingat jangan dilakukan saat anak demam 

Ada banyak mitos yang berkembang di masyarakat tentang demam yang harus diwaspadai, antara lain:

1. Anak demam berarti bertambah pintar

jangan dilakukan saat anak demam
Hanya mitos, anak demam berarti mau pintar. Foto: https://www.shutterstock.com/

Demam merupakan pertanda ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh, terkait mitos bahwa anak demam berarti akan tambah kepintarannya misalnya bisa berjalan, berbicara dan lain lain adalah tidak benar. 

Sedangkan untuk anak yang tumbuh gigi memang bisa menimbulkan demam, akan tetapi sangat jarang yang melebihi 38 C. 

2.  Mengoleskan bawang merah, hanya mitos jangan dilakukan saat anak demam

Bawang merah mempunyai efek menghangatkan dan berguna untuk membantu mengatasi perut kembung, akan tetapi tidak efektif menurunkan demam. Perlu diingat bawang merah juga bisa menimbulkan iritasi pada kulit.

Baca Juga: Minum Obat Jadi Merah-Merah di Badan, Apa yang Salah?

3. Kompres es atau air dingin untuk menurunkan demam

jangan dilakukan saat anak demam
mengompres dengan air dingin, jangan dilakukan saat anak demam. Foto: https://www.healthline.com/

Kompres air dingin memang benar akan menurunkan suhu dengan cepat akan tetapi tindakan ini berbahaya karena penurunan suhu yang cepat akan bisa memicu kejang. Kedua, air dingin menyebabkan anak menjadi menggigil karena suhu klit yang tinggi terpapar dengan benda yang bersuhu dingin.

Tindakan yang benar adalah dengan memberikan kompres hangat dimana pembuluh darah akan mengalami vasodilatasi dan memberikan sinyal ke hipotalamus untuk menurunkan suhu tubuh.

Tips untuk merawat anak demam, sebisa mungkin mencari tahu penyebab demam, memberikan kompres hangat, memberikan obat demam sesuai dosis yang dianjurkan.

register-docotr