Kamus Penyakit

Jangan Sepelekan! Ketahui Penyebab Kista dan Kenali Gejalanya Sedini Mungkin

September 19, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Kista adalah benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, dan zat padat seperti rambut dan bisa terjadi karena penyebab yang beragam.

Kista merupakan salah satu penyakit yang cukup membahayakan. Penyakit ini harus ditangani sedini mungkin agar tidak berbahaya. Yuk, pahami lebih dalam mengenai penyebab kista!

Jenis-jenis kista dan penyebab

Kista dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja. Ada berbagai penyebab kista ini muncul. Berikut jenis-jenis kista dan juga faktor penyebab kemunculannya:

1. Kista Epidermoid

Epidermoid ditandai dengan benjolan kecil, keras, berwarna kuning kecoklatan, dan berisi cairan kental berbau.

Benjolan tersebut tumbuh di bawah kulit secara perlahan dan bersifat jinak. Epidermoid dapat tumbuh di kepala, leher, wajah, punggung, dan area kelamin.

Penyebab kista epidermoid adalah penumpukan keratin (protein pembentuk rambut, kulit dan kuku) di bawah kulit. Bila terinfeksi, kista dapat memerah, membengkak dan terasa nyeri.

2. Kista baker

Ini merupakan benjolan berisi cairan yang terbentuk di belakang lutut. Benjolan ini dapat menimbulkan nyeri saat menekuk atau meluruskan tungkai, serta menyebabkan gerakan penderitanya menjadi terbatas.

Penyebab kista baker adalah penumpukan cairan sendi (sinovial) di belakang lutut.

3. Kista ganglion

Benjolan ini berisi cairan di sepanjang tendon (jaringan penghubung otot dan tulang), dan persendian.

Benjolan umumnya tumbuh di lengan dan pergelangan tangan, tetapi dapat juga tumbuh di kaki dan pergelangan kaki.

Penyebab kista ganglion adalah penumpukan cairan, akibat osteoartritis serta cedera di tendon atau persendian.

4. Kalazion

Benjolan atau pembengkakan yang terjadi di kelopak mata dan kelopak mata atas, kelopak mata bawah, maupun keduanya. Kalazion juga dapat terjadi pada salah satu mata maupun kedua mata.

Kalazion disebabkan oleh penyumbatan pada kelenjar meibom atau kelenjar minyak di kelopak mata.

5. Kista ovarium atau kista rahim

Benjolan yang berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium (indung telur). Pada umumnya, kista ovarium tidak menimbulkan gejala apapun, bahkan dapat hilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati.

Kista ovarium umumnya terkait dengan siklus menstruasi. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, kista ovarium dapat muncul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal.

Meski tumbuhnya tidak tepat di dalam rahim, namun karena masih terkait dengan area rahim maka kista ini juga akrab dengan sebutan kista rahim.

6. Kista payudara

benjolan berisi cairan, yang bisa berbentuk bulat atau lonjong. Wanita dapat memiliki satu kista atau lebih, pada satu atau kedua payudara. Benjolan umumnya lunak, kadang juga dapat berbentuk padat. 

Kista payudara disebabkan penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

7. Kista pilonidal

Benjolan di bagian atas belahan bokong. Benjolan ini umumnya berisi rambut dan kotoran, dan menimbulkan nyeri. Penyebab kista pilonidal belum diketahui secara pasti. 

Namun, benjolan diduga tumbuh akibat rambut di area belahan bokong menembus kulit. Sistem kekebalan tubuh akan menganggap rambut sebagai benda asing, dan memicu tumbuhnya kista.

8. Kista endometriosis

Endometrium adalah lapisan rahim. Terkadang, karena alasan yang tidak sepenuhnya dipahami dokter, jenis jaringan mirip endometrium dapat mulai tumbuh di tempat lain.

Seperti saluran tuba, kandung kemih, dan usus. Jika itu terjadi, dokter menyebutnya endometriosis .

9. Kista bartholin

Kista bartholin adalah jenis kista yang tumbuh di kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin terletak di setiap sisi lubang vagina. Kelenjar ini mengeluarkan cairan yang membantu melumasi vagina.

Penyebab kista bartholin adalah bukaan kelenjar yang terkadang terhalang, menyebabkan cairan kembali ke kelenjar. Hasilnya adalah pembengkakan yang relatif tidak nyeri yang disebut kista Bartholin.

Jika cairan di dalam kista terinfeksi, kamu mungkin mengembangkan kumpulan nanah yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang (abses).

Gejala kista secara umum

Dikarenakan jenis kista berbeda-beda, berikut gejala kista secara umum, antara lain:

  • Munculnya kemerahan di sekitar kulit yang tumbuh kista.
  • Adanya infeksi yang menyebabkan rasa nyeri pada kista
  • Timbul rasa kaku dan kesemutan terutama pada bagian tubuh yang terdapat kista.
  • Benjolan tersebut dapat mengeluarkan darah dan nanah yang menimbulkan bau tidak sedap.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Demam.
  • Pusing.

Baca Juga : Ciri-ciri Kista yang Perlu Diwaspadai Berdasarkan Jenisnya, Apa Saja?

Satu hal yang harus diingat bahwa kista ini muncul tergantung pada jenisnya. Biasanya gejala kista tidak disadari karena kista tumbuh tepat di bawah kulit.

Salah satu contoh, kista payudara dimana seseorang mungkin bisa menyadari kista di payudara dengan mudah dengan cara merabanya. 

Namun, ada juga kista yang muncul di organ internal, seperti di otak, ginjal, atau hati. Pada beberapa kasus kista otak, pengidap bisa mengalami gejala berupa sakit kepala dan gejala lainnya.

Kista dan miom apa perbedaannya?

Secara umum, miom terdiri dari jaringan padat dan hanya terjadi di rahim, sedangkan kista terbentuk di ovarium dan berisi cairan.

Miom dan kista memengaruhi berbagai struktur dalam sistem reproduksi wanita. Namun, keduanya dapat muncul dengan gejala yang sama.

Seperti nyeri panggul dan perdarahan uterus yang tidak normal. Ada juga kemungkinan kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi kesuburan.

Pelajari lebih dalam soal perbedaan miom dan kista lewat artikel Good Doctor ini : “Miom dan Kista Apa Bedanya? Yuk, Simak Jenis, Penyebab dan Diagnosis Keduanya!

Cara mengatasi atau mengobati kista

Cara mengatasi kista akan sangat tergantung dengan lokasi kemunculan kista, ukuran, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Tapi metode yang umum dilakukan adalah prosedur pengangkatan kista melalui operasi. Berikut penjelasan cara mengatasi kista yang umum dilakukan.

1. Operasi kista

Operasi kista adalah pilihan untuk beberapa jenis kista, seperti kista ganglion, baker, dan dermoid.

Anestesi lokal dapat digunakan untuk membuat area tersebut mati rasa. Setelah membuat sayatan kecil, dokter akan mencabut kista.

Operasi pengangkatan kista akan menghasilkan bekas luka. Ukuran bekas luka tergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran kista.

Kista ganglion dan kista baker terkadang kambuh setelah operasi.

Baca Juga : 5 Cara Mengobati Kista Secara Alami: Kompres Panas hingga Memanfaatkan Madu

2. Terapi jeruk nipis untuk kista

Benarkah terapi jeruk nipis untuk kista aman dan efektif? Terapi jeruk nipis ini populer berkat artis Dewi Yull.

Ia mengaku miom yang ada di rahimnya luruh dengan sendirinya secara alami setelah rutin terapi mengonsumsi air perasan jeruk nipis.

Meski begitu, diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui faktor keamanan terapi ini. Konsultasikan dengan dokter kalau kamu mau mencobanya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline.com (2018) diakses 24 Juni 2020. What’s Causing This Cyst?. 24 Juni 2020 pukul 17.00.

Medicalnewstoday (2020) diakses 24 Juni 2020. What to know about cysts. 24 Juni 2020 pukul 17.30.

WebMD. Diakses pada 18 September 2020. What Are Endometrial Cysts?

Mayo Clinic. Diakses pada 18 September 2020. Bartholin’s cyst

Health Plus. Diakses pada 18 September 2020. Know The Difference Between Cysts and Fibroids?

Healthline. Diakses pada 18 September 2020. How to Remove a Cyst: Best Practices and What Not to Do

 

    Berita Terkait
    register-docotr