Serba-serbi Kista Ovarium yang Perlu Diketahui: Gejala hingga Pengobatannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai oleh perempuan adalah kista ovarium. Kondisi ini memerlukan diagnosis dan pengobatan yang tepat sejak awal.

Dengan begitu, tahap penyembuhannya bisa lebih efektif lagi. Hindari melakukan pengobatan sendiri tanpa konsultasi ke dokter, ya.

Yuk, kenali lebih jauh tentang penyakit ini!

Definisi kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang tumbuh pada ovarium, alias indung telur perempuan. Hal ini biasanya terbentuk selama ovulasi, tepatnya ketika ovarium sedang terjadwal melepaskan sel telur setiap bulannya.

Ovarium sendiri adalah bagian dari sistem reproduksi perempuan, yang memiliki dua fungsi utama: melepaskan sel telur dan pelepasan hormon.

Kista ini dapat memengaruhi kedua ovarium pada saat bersamaan, atau hanya memengaruhi salah satunya.

Jenis- jenis kista ovarium

kista ovarium
Jenis-jenis kista ovarium. Sumber Foto: newtimes.co.rw

Beberapa jenis kista pada ovarium yang perlu kamu ketahui di antaranya:

Fungsional

Kista ini adalah tipe yang paling umum, tidak berbahaya, merupakan bagian dari siklus menstruasi normal perempuan dan berumur pendek.

Untuk kista jenis fungsional, dibedakan lagi menjadi kista folikel dan kista ovarium luteal.

1. Kista folikel

Kista folikel terjadi ketika telur bergerak dari ovarium ke dalam rahim, dan siap dibuahi oleh sperma, telur tersebut terbentuk di folikel, yang berisi cairan untuk melindungi telur yang tumbuh.

Ketika telur dilepaskan, folikel meledak. Dalam beberapa kasus, folikel tidak mengeluarkan cairannya dan menyusut setelah melepaskan telur, atau tidak melepaskan telur.

Folikel kemudian membengkak dengan cairan, menjadi kista jenis folikel. Kista ini biasanya muncul kapan saja, dan biasanya hilang dalam beberapa minggu.

2. Kista ovarium luteal

Prosesnya setelah telur dilepaskan, biasanya tersisa jaringan yang dikenal sebagai korpus luteum.

Kista luteal ini dapat berkembang ketika korpus luteum terisi dengan darah. Kista jenis ini biasanya hilang dalam beberapa bulan.

Namun, kadang-kadang bisa pecah dan menyebabkan nyeri mendadak dan pendarahan internal.

Patologis

Kista patologis merupakan jenis kista yang tumbuh di ovarium. Kemungkinan tidak berbahaya, tapi mungkin juga bersifat kanker (ganas). Jenis kista ini juga dibedakan lagi menjadi dua jenis:

1. Kista dermoid

Kista dermoid (kista teratoma) yakni kista dermoid biasanya jinak, yang terbentuk dari sel-sel yang membuat telur. Kista ini perlu diangkat melalui pembedahan.

Kista dermoid adalah jenis kista patologis yang umum pada perempuan di bawah 30 tahun.

2. Cystadenoma

Cystadenoma adalah kista yang berkembang dari sel-sel yang menutupi bagian luar ovarium. Terkadang diisi dengan zat lendir kental, ada juga yang encer.

Alih-alih tumbuh di dalam ovarium, cystadenoma biasanya melekat pada ovarium dengan tangkai. Berada di luar ovarium, kista jenis ini biasanya dapat tumbuh cukup besar.

Cystadenoma jarang yang menjadi kanker, tetapi harus diangkat melalui pembedahan. Kista ini lebih sering terjadi pada perempuan berusia di atas 40 tahun.

Tanda dan gejala khas

Kista ini kerap tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, gejala dapat muncul saat kista tumbuh. Gejala-gejalanya tersebut di antaranya:

  • Perut kembung atau bengkak
  • Sakit buang air besar
  • Nyeri panggul sebelum atau selama siklus menstruasi
  • Hubungan seksual yang menyakitkan
  • Rasa sakit di punggung bagian bawah atau paha
  • Nyeri payudara
  • Mual dan muntah

Gejala parah dari hal ini yang memerlukan perhatian medis segera, yakni:

  • Nyeri panggul yang parah
  • Demam
  • Pingsan atau pusing
  • Napas cepat

Gejala-gejala di atas bisa menunjukkan kista pecah atau torsi ovarium (ovarian torsion). Kedua komplikasi tersebut dapat memiliki konsekuensi serius, jika tidak ditangani secara dini.

Siapa yang bisa terkena penyakit ini?

Kamu mungkin tidak sadar ketika memiliki kista, kecuali ada masalah khusus yang menyebabkan kista tersebut bertumbuh, atau jika ada beberapa kista yang terbentuk.

Sekitar 8% perempuan premenopause yang memiliki kista cukup besar, umumnya membutuhkan perawatan khusus.

Namun hal ini lebih jarang terjadi setelah menopause. Perempuan pascamenopause dengan kista ovarium, biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk kanker ovarium.

Pada usia berapa pun, temui dokter jika kamu merasa memiliki kista. Misalnya merasa memiliki gejala seperti kembung, buang air kecil lebih sering, nyeri panggul, atau pendarahan vagina yang tidak biasa. Ini bisa merupakan tanda-tanda kista atau masalah serius lainnya.

Penyebab kista ovarium

kista ovarium
Penyebab kista ovarium. Sumber Foto: maccablo.com
  • Masalah hormonal: Kista fungsional biasanya hilang sendiri, tanpa pengobatan. Ini mungkin disebabkan oleh masalah hormon, atau oleh obat yang digunakan untuk membantu kamu berovulasi
  • Endometriosis: Perempuan dengan endometriosis dapat memicu munculnya jenis kista ovarium yang disebut endometrioma. Jaringan endometriosis dapat menempel pada ovarium, dan membentuk pertumbuhan
  • Kehamilan: Hal ini biasanya berkembang pada awal kehamilan, untuk membantu mendukung kehamilan sampai plasenta terbentuk. Namun kadang, kista tetap berada di ovarium selama masa kehamilan tersebut dan mungkin perlu diangkat
  • Infeksi panggul yang parah: Infeksi dapat menyebar ke ovarium dan tuba fallopi, kemudian menyebabkan kista terbentuk

Kapan penyakit ini harus diperiksakan ke dokter?

Cari bantuan medis segera jika kamu mengalami hal-hal berikut:

  • Nyeri perut atau panggul yang mendadak parah
  • Nyeri karena demam atau muntah

Jika kamu memiliki tanda dan gejala di atas, ditambah misalnya kulit lembap yang dingin, pernapasan cepat dan sakit kepala ringan atau merasa lemah, temui dokter segera.

Pemeriksaan dan diagnosis

Kista ini biasanya diketahui oleh dokter pada saat pemeriksaan bimanual panggul. Jika dicurigai terdapat kista berdasarkan gejala yang ada atau pemeriksaan fisik, maka biasanya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kebanyakan kista didiagnosis dengan ultrasound, yang merupakan teknik pencitraan terbaik untuk mendeteksinya. Ultrasound menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur dalam tubuh.

Pencitraan ultrasound tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya.

Kista juga dapat dideteksi dengan metode pencitraan lain, seperti CT scan atau MRI (magnetic resonance imaging).

Komplikasi yang berisiko terjadi

Meski kista ini umumnya tidak menimbulkan masalah, tetapi kadang-kadang dapat pula menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Torsi (torsion): Batang ovarium bisa menjadi bengkok, jika kista tumbuh di atasnya. Ini dapat memblokir suplai darah ke kista, dan menyebabkan sakit parah di perut bagian bawah
  • Kista meledak (burst cyst): Jika kista pecah, pasien akan mengalami sakit parah di perut bagian bawah. Jika kista terinfeksi, rasa sakit akan lebih buruk, dan mungkin juga ada perdarahan. Gejala-gejalanya mungkin mirip dengan appendicitis atau diverticulitis
  • Kanker: Dalam kasus yang jarang terjadi, kista mungkin juga merupakan bentuk awal kanker ovarium

Perawatan dan pengobatan

Pengobatan ideal kista jenis ini adalah bergantung pada kemungkinan-kemungkinan penyebab kista dan apakah itu memunculkan gejala-gejala yang mengkawatirkan.

Perawatan dapat terdiri dari pengamatan sederhana, atau dapat melibatkan evaluasi tes darah seperti CA-125 untuk membantu menentukan potensi kanker.

Kebanyakan kista mungkin tidak memerlukan perawatan, karena umumnya akan hilang sendiri. Namun jika kista membesar atau menyebabkan masalah, maka pemeriksaan dokter akan sangat diperlukan.

Beberapa kista ini juga perlu dioperasi. Ini juga termasuk kista yang berukuran besar, tidak hilang, atau menimbulkan gejala.

Tentang kista dan masalah kesuburan

Kista ovarium dalam beberapa kondisi tertentu mungkin bisa membuat kamu lebih sulit untuk hamil.

Pastikan kamu berbicara dengan ahli bedah tentang potensi efeknya, pada kesuburan sebelum operasi.

Bisakah penyakit ini dicegah?

Meskipun tidak ada cara yang betul-betul untuk mencegah hal ini, pemeriksaan panggul yang teratur dapat membantu memastikan bahwa perubahan dalam ovarium kamu telah didiagnosis sedini mungkin, dan ini seringkali dapat mencegah komplikasi.

Waspadai perubahan dalam siklus bulanan kamu, termasuk juga gejala menstruasi yang tidak biasa, terutama yang terlah berulangkali terjadi selama beberapa siklus.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu rutin memeriksakan diri ke dokter atau segera berkonsultasi dengan dokter apabila ditemui gejala-gejala seperti di atas.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kista ovarium? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Mayo Clinic, Ovarian cysts – diakses 13 Mei 2020

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cysts/symptoms-causes/syc-20353405

Healthline, Ovarian Cysts – diakses 13 Mei 2020

https://www.healthline.com/health/ovarian-cysts

NHS, Ovarian cyst – diakses 13 Mei 2020

https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/

Women’s Health, Ovarian cysts – diakses 13 Mei 2020

https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/ovarian-cysts

WebMD, What Is an Ovarian Cyst? – diakses 13 Mei 2020

https://www.webmd.com/women/guide/ovarian-cysts#1

Medicinet, Ovarian Cysts: Symptoms, Causes, Types, and Treatment – diakses 13 Mei 2020 https://www.medicinenet.com/ovarian_cysts/article.htm

Medicalnewatodat, Everything you need to know about ovarian cysts – diakses 13 Mei 2020 https://www.medicalnewstoday.com/articles/179031

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin